
Mendiam di tempat masing-masing, tiba-tiba perhatian mereka tersadar teralihkan ke sepasang kupu-kupu yang mendadak saja datang beterbangan diatas kepala mereka, lalu hewan itu bersinggah di gorden jendela kamar.
" Mitosnya jika kupu-kupu masuk ke dalam rumah, kita akan kedatangan seseorang. " ucap pelan Kira menatap binatang tersebut.
" June Sin, apakah kamu berniat mengundang teman-temanmu kemari? " duga Kira.
Sontak iapun merasa geli hati dan tertawa.
" Yang benar saja, haha... celaka jika itu benar-benar terjadi. " jawabnya.
Kira ikut tersenyum. Lalu lanjut berkata.
" Apakah mereka ini hewan sejenis? " isengnya bertanya.
" Ha... tentu mereka berdua itu sama, memang hewan serumpun. Haha... Mengapa? Begitu tertarik untuk mengetahui? " olok-oloknya.
" Tidak, bukan itu maksud-Ku, June Sin apakah jenis kelamin mereka berdua sama? "
Semakin bergelak hatilah June Sin mendengar ujaran Kira yang menurutnya itu lucu untuk dipertanyakan.
__ADS_1
" Haha... lalu bagaimana aku bisa menjawabnya Kira? Mengapa memangnya? Apakah itu penting? Jika memang sungguh-sungguh diperlukan, aku akan mencari tahu. " godanya.
" Tapi mengapa mereka berdempetan sangat dekat? " ujarnya lagi.
Seketika laki-laki itu berhenti bergurau juga rasa geli hatinya langsung menghilang setelah melihat kembali ke 2 binatang tersebut.
" Euu... Mungkin mereka sedang bermain. " katanya sedikit canggung.
Usai menilik dengan bersungguh-sungguh kemudian Kira lanjut bericau.
" Aku hampir 3 kali pernah melihat dua siswi di sekolah seperti... melakukan hal yang aneh, jika aku katakan mungkin sedikit tidak wajar dilakukan untuk pasangan sejenis. " semburnya.
" Aku tidak tahu pasti, sebab setiap kali aku melihat selalu dalam keadaan posisi membelakangi. " jawab-Nya.
" Lalu bagaimana bisa kamu berpendapat bahwa mereka berperilaku tidak laras? " lawannya wajah berekspresi ganjil.
" Bukan begitu. June Sin, aku juga tidak tahu. Tapi aku melihat mereka saling menarik rok dan bahkan aku bisa menonton jelas ****** ********, mereka terlihat seperti biasa saja tidak panik melihat temannya berbuat begitu. Mengapa? Aku hanya ingin mengetahui sebetulnya apa yang sedang mereka lakukan? Dan terakhir kalinya mereka berperilaku begitu juga, hanya saja berbedanya mereka saling berciuman. Bagaimana tanggapan-Mu tentang tuturan-Ku? Karena merasa penasaran, aku belum pernah melihat momen itu ditempatku. Bukanlah hal yang aneh jika aku bertanya kepadamu 'kan? " bebernya.
" Sudah gelap, tidurlah lebih cepat. " tuturnya seraya berdiri.
__ADS_1
" Eh? Tapi kenapa? Pertanyaannya belum kamu jawab? " bingung Kira.
" Matamu terlihat lelah sekali, jangan biarkan hal apapun mengganggu-Mu pusatkan semuanya ke tujuan awal-Mu tetap bertahan disini. " pungkas June Sin.
Nampak Kira masih diam bermenung-menung menundukkan kepala.
" Ayolah. Menurutku pembahasan itu akan sedikit mengganggu. Kamu bisa bertanya tentang hal lain. " olok-oloknya tersenyum.
Kira langsung melihat ke arahnya dan memandang dengan tatapan bimbang.
" Bagiku juga begitu, mengapa aku terlalu menghiraukannya. Ah benar! Beritahu apa tidak persoalan tentang ucapan Xie tadi? Tapi menurutku pendapatnya sangat jauh dari permasalahan yang tengah aku hadapi sekarang. "
Kira membuang muka lagi dan menimbang-nimbangkan untuk memutuskan.
" jika dipikir-pikir, keinginannya terlalu aneh untuk bisa dipahami, apa maksud ia menyimpulkan masalahku untuk harus menikah dengannya? Mabuk dia. " gumam Kira.
" oh iya benar! Dia memang minum sebelumnya, tentu itu hal yang wajar dia berceloteh seperti kanak-kanak tadi 'kan? " sadarnya.
Terdengar suara pintu ditutup, lama mempaku ternyata June Sin sudah jalan lebih dulu keluar dari kamar Kira.
__ADS_1