BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 59


__ADS_3

Anju menghela napas lalu berkata.


" Siapa yang sebenarnya June Sin perintahkan untuk aku selamatkan mati-matian ini? "


Keruan Kira langsung terkejut setelah mendengar sindiran dari laki-laki tersebut.


" June Sin? " syok-Nya.


" o-oh... jadi apakah kamu orang suruhan-Nya June Sin? "


" Mengapa bertanya kepadaku? "


Sontak Kira terperanjat juga merasa aneh akan sikapnya tersebut.


" Sudah pasti dia memang orang bawahannya June Sin. " pikir Kira.


Meski begitu Kira merasa lebih baik tenang setelah mendengar hal itu.


Cukup lama berjalan-Nya 4 roda mobil mereka bergerak berputar, Anju merasa aneh akan sedikit perubahan suasana yang Kira tunjukkan saat ini, jelas terlihat sangat berbeda dengan sikap yang sebelumnya, merasa ingin tahu pun ia bertanya.


" ada apa? Kau sudah merasa nyaman berada didekat-Ku? " olok-oloknya.


" Aku percaya padamu. " sahut Kira.


Seketika ucapan-Nya mengundang tawa.

__ADS_1


" Hah? " kejut Anju.


" apa yang baru saja kau katakan? " geli hatinya.


" oh ya, seberapa jauh lagi kita akan bersama seperti ini? " celetuk Anju bertanya.


" E-euu? " bingung Kira.


" Dimana letak rumah-Mu sekarang? "


" Oh! L-lurus terus nanti ada pertigaan ambil belok kanan seterusnya hanya berjalan, disana juga ada banyak perumahan. Tapi sedikit lebih ujung untuk sampai berada didepan rumah-Ku nanti akan terlihat hanya ada 2 rumah di ujung jalan sana. " jawab Kira.


Menatap ke arah Anju seketika Kira merasa terperanjat juga khawatir akan kondisinya sekarang, nampak dari wajahnya sudah tak bisa berbohong lagi, penuh dengan keringat hingga mampu membasahi baju yang di kenakan-Nya, terutama aura juga sangat memucat tangan ikut bergetar terlihat lama kelamaan ia menjalankan kendaraan tersebut dengan sangat sukar sekali nampak seperti kesulitan menanggulani.


Kira salah fokus ke luka-luka Anju yang sangat pilu untuk dilihat, ia tak berpikir akan memparah kondisinya.


" Wah... lumayan besar ternyata meski hanya 2 rumah disini tapi banyak juga menghabiskan kawasan haha... " kelakar-Nya.


Kira tersengih, lalu membuka pintu mobil, terhenti sejenak diam seraya memegang gagang pintu


" Akan sangat merepotkan jika aku tidak mengacuhkan dia, terlebih lagi nyawaku berhutang besar kepadanya, perlakuan yang sangat rendah jika tidak mengindahkan seorang tamu bagi kebudayaan kota ini. " renung-Nya.


kemudian ia berujar.


" masuklah lebih dulu selama aku mengobati lukamu, akan sangat berbahaya jika keluar dengan keadaan seperti sekarang ini, kamu juga pasti sangat letih setelah mengeluarkan tenaga banyak tadi, setidaknya istirahatlah sebentar. " ajak Kira.

__ADS_1


" O-oh! Tentu saja tidak, bagaimana bisa terjadi sangat menyebalkan jika mampir di malam hari begini, aku tidak biasa mengganggu di waktu orang beristirahat. " tolaknya.


" Kamu juga mengetahui-Nya, 'kan? Lalu mengapa menolak? Tidak perlu berlama-lama aku juga memikirkan diriku sendiri, obatilah sebentar seraya mengisi... setidaknya kekuatan-Mu bertambah lebih baik dari saat ini yang kamu rasakan. " ujar Kira lagi.


Anju terdiam.


" terkadang kita juga penting memiliki rasa keegoisan. Pikirkanlah untuk lebih banyak perhatian lagi terhadap perasaan-Mu sendiri. " imbuh-Nya.


Kira meletakkan sebuah minuman diatas meja. Serempak Anju langsung hendak menyantap-Nya juga, akan tetapi.


" Wah... terim-- ukh!! " ungkap-Nya terpotong oleh erangan-Nya yang datang secara tidak diduga.


" A-ada apa? " tanya Kira kebingungan.


" Ke-kebas! Aaahh... " keluh kesah-Nya.


Seketjka Kira merasa bersalah lantaran tindakannya tersebut.


" Be-benarkah?? A-aku sungguh minta maaf, mungkin karena aku terlalu bertele-tele membuatkan minuman itu, seharusnya langsung saja diobati. " sesalnya.


" T-tidak! bukan masalah, sampah sekali untuk dibahas sekarang, bisakah kamu membantu-Ku saat ini juga dengan cepat? " keluhan-Nya lagi mengerang.


" O-oh! Tentu tentu baiklah. " sahut sigap Kira.


Tak berlama-lama ia mengambil perlengkapan obat milik Anju yang dibawa tadi dan cekat tangkas perlahan mengobati luka-luka di sekujur tubuhnya itu tanpa ragu-ragu dan langsung memberikan balutan perban di beberapa bagian badan Anju.

__ADS_1



__ADS_2