BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 52


__ADS_3

Kira tepekur mendalam sebab rasa resah gelisah-Nya terhadap June Sin.


Tiba-tiba sesuatu hal mengganggu diri Kira, sekonyong-konyong terdengar jelas suara yang tidak familier dari dalam perut Kira.


" Arrgghh... hiks aku lapar. " keluhnya.


" mengerikan jika masih bergantung kepada June Sin, tapi... membuat makanan sendiri juga aku tidak bisa. " gumam-Nya.


Lama menimbang-nimbangi akhir pun ia berkeputusan untuk pergi keluar saja untuk membeli makanan.  Sebelum itu Kira ganti berpakaian terlebih dahulu, berjaga-jaga dari sebagian orang, Kira berdandan dengan setelan yang cukup tertutup agar tidak dapat dikenali. Hampir selesai, ia baru tersadar sesuatu hal yang sebelumnya June Sin  pernah mengatakan.


" Jika ada di suatu waktu nanti aku sedang tidak ada di sampingmu, dan kamu memerlukan sesuatu yang keberadaannya di luar rumah, jangan pernah berpenampilan buni! Itu akan membahayakan diri kita, mereka menganggap bahwa orang tersebut adalah ya... seperti seorang ******* atau semacam-Nya, menjadi masalah jika dilakukan. Kira kamu mengerti? " ucap June Sin di dalam ingatan Kira.


Menghela napas Kira pun mencopotkan lagi pakaian yang sudah dikenakan-Nya itu.


" Tapi bagaimana kalo aku bertemu dengan seseorang yang aku kenal di sekolah, nanti? Itu pasti akan sangat merepotkan juga menjadi masalah. " gumam-Nya lagi.


Kira bermenung-menung.


" apa yang sudah June Sin rencanakan untuk mengatasi masalah-Ku di sekolah tadi? Apa yang ia katakan? "


Lama berdebat dengan diri sendiri ia pun berkesimpulan untuk tetap pergi keluar.

__ADS_1


" nanti aku akan mengetahuinya itu pun jika sungguh-sungguh betul bertemu dengan mereka, meski harus bertindak secara spontan dan harus berjalan dengan baik agar mereka tak mencurigai-Ku. " katanya.


Kira pergi keluar berdandan biasa. Sepanjang jalanan ia terus mengawasi lingkungan sekitar yang setiap kali dilewati-Nya. Tiba di tempat tujuan, ia langsung masuk ke dalam resto dan lekas memesan makanan. Di tengah menunggu pesanan tiba, perhatian Kira teralihkan ke tempat sekeliling sebab mendabak kepalanya teringat June Sin.


" biasanya ada beberapa anak sekolah menengah sedang asik bermain disini, tapi sepertinya mereka tidak hadir. " gumam Kira.


" apakah saat ini June Sin juga melakukan hal yang sama seperti mereka? " pikir-Nya.


Tak lama kemudian akhirnya makanan Kira sudah jadi dan siap dibawa pulang. Keluar dari resto tiba-tiba,


" Buk! " bertubrukan hingga santapan yang dibawa Kira berjatuhan.


Karena merasa harus bergesa-gesa meninggalkan tempat agar cepat tiba di rumah, hingga hal itu Kira tak sengaja menabrak seseorang pas di pintu luar utama resto tersebut. Setelah bertabrakan spontan ia pun langsung melihat orang yang ditabrak-Nya, terkejut-kejutlah Kira dibuatnya sebab orang tersebut ialah Lucky.


Terdiam, lalu Lucky berujar.


" A-aku minta maaf. Maafkan saya. " ucapnya.


" Tunggu! Apakah pria ini daritadi sebetulnya masih mengawasi-Ku? " pikir-Nya.


Kira langsung merundukkan badan untuk meraih makanannya, tapi niat dicegah langsung oleh orang tersebut.

__ADS_1


" e-eh!? Tidak! Jangan! " sangkalnya seraya  memegang bahu Kira untuk menahan.


" A-ada apa pak? " bingung Kira.


" Mengapa? Tentu saja tidak boleh diambil lagi. Yasudah mari masuk dan meminta yang baru dari dalam sana. " ujarnya.


" Oh bukan pak! M-maksudnya... Tidak perlu pak, makanan saya masih bagus, ini juga baru saja dibeli. Tidak mengapa. " menyanggah.


" Oh tentu saja itu buruk, makanannya pecah dan juga sudah bersentuhan dengan tanah, kita tidak tahu berapa banyak jutaan atau miliaran kuman disana berniat baik, buruk kepadamu di dalam perut nanti. Ayo tidak apa-apa, masuklah kembali. " lawannya.


" Hanya sebagian makanan, saya masih bisa mengonsumsi yang lain-Nya. " bantah Kira lagi.


" Anak ini. " gemas Lucky tersenyum.


Kira terdiam.


" he! He! He! " panggil Lucky.


Seseorang langsung datang.


" Iya pak! Ada apa? " tanya seorang keamanan.

__ADS_1


" Bersihkan ini secepatnya, tidak bagus jika di pandang oleh tamu. " perintah Lucky serta mengarahkan.


" Baik pak! Segera saya lakukan! " paham-Nya langsung bergegas melaksanakan tugas.


__ADS_2