BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Berkunjung #1


__ADS_3

Nyata Kira mengindahkan perkataan darinya. Keheningan datang diantara perbincangan.


" bagaimana sekarang? " ucap wanita itu mendongak menatap ke arah Kira.


Tertegun mendiam. Kemudian ia pun angkat bicara,


" Memang perbuatan apa yang sudah kamu lakukan sehingga bisa menjadikan mereka bertingkah begitu? "


Setelah mendengar paparan dari Kira, sontak wanita itu memalingkan wajah menundukkan kepala.


Terdiam sejenang. Tak lama, ia berungkap lagi.


" Merebut kembali orang yang dicintai, apakah itu salah? "


" Hah? " linglung Kira.


" Bisa dikatakan, tindakan yang aku lakukan adalah penyelamatan untuk sesama orang yang saling mencintai. " tutur si wanita.


" dia mengambil Ari dariku, tidak masalah bukan jika kita mengambil barang milik kita lagi? " imbuhnya.


" Apakah begitu? " paham Kira.


" Triring! " ponsel berbunyi.


Tersadar, Kira lekas melihat.


" P-pak Lucky?? " syok bingungnya.


Langsung memeriksa pesan yang masuk tersebut. Setelah urusannya selesai, kemudian Kira beranjak duduk di sisi atas ranjang dekat sampingnya.


" um... I-ingin aku buatkan sesuatu? " alih bicara imbuhnya.


" Jika aku sedang frustrasi, pada biasanya aku selalu melarutkannya dalam segelas soda " menjawab.


Kira merasa lega serta terperanjat setelah mendengar.


" Soda? Fyuh... Aku mengira ia bakal meminta yang aneh aneh. Seperti waktu itu, teman dari June Sin menginginkan minuman seperti anggur apalah itu aku lupa. Nampaknya tidak sehat sekali untuk terus di konsumsi. " batin Kira.

__ADS_1


" Bagaimana? Berubah pikiran? Merasa keberatan? " heran si wanita.


" O-oh... Tentu baiklah. Tunggu ya, biar aku buatkan. " ujar Kira tersadar.


Sesegera-Nya pun gadis itu pergi keluar kamar untuk melakukan tujuannya. Sudah cukup lama, ia kembali dengan membawa segelas larutan di atas nampan-Nya.


Kira menyerahkan.


" Terima kasih. " ungkapnya spontan.


" Iya tidak masalah. "


" Gluk, gluk... " menenggak minumannya.


" Bagaimana? Apakah cukup enak sodanya? " tanya Kira.


" Tidak terlalu memungkinkan. " jawabnya.


" O-oh... " gagu Kira.


" Um anu... " panggil si wanita tiba-tiba mengkaku.


" apakah kamu merasa kelelahan sekarang ini? " paparnya.


" Hah? A-aaa... T-tentu saja tidak. Terkadang aku juga sudah terbiasa melakukan lebih malah. " tersendat-sendat Kira berucap.


" Kalo begitu, sekarang ini kamu bisa berlapang dada untuk menemani-Ku disini? " tuturnya lagi.


Kira berpikir-pikir mendalam sejenang. Lalu menyahut,


" O-oh... Apakah begitu? Um... Y-ya tidak masalah. Nampaknya aku juga sedang tidak memiliki kerjaan atau pun tugas yang perlu dilakukan " keputusan Kira.


" baiklah. Semoga saja aku bisa membantu. " imbuhnya.


Wanita itu mengindahkan ke arah Kira.


Tak lama, ia pun bangkit berdiri dari ranjangnya.

__ADS_1


" k-kamu ingin kemana? Mengapa kamu berdiri? Tidak apa-apa, 'kan? " gugu Kira terkejut terbingung-bingung.


" Aku sudah merasa lebih baik sekali. " jawabnya.


Ia lanjut berjalan mengarah kepada gadis itu. Mereka saling berhadapan. Kira yang demikian masih diguncang kebingungan serta agak mengkhawatirkan kondisi tubuh wanita tersebut, tetap berjaga-jaga takut diri orang itu di saat-saat nanti malah terjatuh. Sekonyong-konyong,


" Cup, cup... " mencium dalam bibir Kira.


......................


" Tuk-tuk... " suara sepatu menginjak aspal.


" Kasak! " berhenti berjalan.


" Ting-tong! " bel rumah berbunyi.


Nampak tak ada sahutan dari dalam. Mencoba kembali.


" Ting-tong! "


" Ceklek! Kreeek! " pintu terbuka.


" Datang juga ya akhirnya, Kira? "



" Selamat malam Pak Lucky, maaf mengganggu. " ucap Kira.



" Mari masuk. " ajaknya.


Berjalan lebih dalam lagilah dirinya mengikuti dari belakang Lucky. Di tengah terus melangkah, tiba-tiba


" Cranggg!!! " benda pecah.


Menoleh perlahan.

__ADS_1


Siapa yang menyangka, Kira nampak tidak sengaja menubruk salah satu barang milik Lucky yang berdiri di ruang tamu tersebut.


" Eh??? Ya ampun! Aduh, saya benar-benar minta maaf... Aduh b-bagaimana, minta maaf sekali... " panik sesal Kira.


__ADS_2