
" Sret... " pintu kamar mandi di buka.
" Ssss.... " Lucky tengah mandi. Setelah usai, kemudian ia berjalan ke arah ranjang dan duduk. Lucky teringat kembali sebab ucapan dari Hinako sebelumnya.
Tak lama berpikir tiba-tiba, telepon berdering, lalu Lucky pun hendak mengangkat-Nya, niat terhenti setelah melihat tertera nama orang di layar ponsel itu adalah Hinako. Lucky tak mengacuhkan panggilan masuk tersebut dan menggeserkan layar ponselnya.
Ia menggulirkan terus-menerus untuk melihat chat atau percakapan yang ada pada pesan pribadi. Kemudian gerakannya sontak terhenti melihat pesan masuk yang dikirim oleh seseorang minggu lalu.
" Eh Mey!? " kejutnya.
Lucky membaca chat dari orang tersebut yang bertulis *pak, sudah melihat email yang dikirim pihak sekolah? Karena rasa penasaran pun memeriksa. Setelah usai melihat email miliknya, lekas Lucky membalas pesan kepada Mey.
......................
" Meong! " notifikasi telepon berbunyi.
Seseorang sedikit terkejut " Eh! Aku kira apa. "
" Bagaimana Kira? Sudah selesai? " panggil seseorang dari lawang pintu berjalan menghampiri.
" Oh! Euu... Ini, aku memerlukan data pribadi sewaktu kakak awal mendaftar? " menyahut seraya menyerahkan telepon yang di genggamnya.
" Oh tentu baiklah. " mengambil ponsel.
" sudah. Ini. " mengembalikan hp.
Kira menerima. Saat melihat layarnya kembali sontak kebingungan sedikit terkejut.
" Euu... Lalu sandinya? " tersengeh.
" Oh, aku lupa tentang password waktu itu. Perlukah? Tidak bisa langsung mengganti nama akun-Ku saja? "
__ADS_1
" Oh begitu. Euu... " bingung, menggugup.
" Mm... Apa kamu juga bisa untuk memulihkan kata sandi-Ku terdahulu? " bertanya kembali.
" Itu... Tentu mungkin bisa. Kakak masih menggunakan nomor ponsel yang digunakan waktu mendaftar? "
" Oh! Euu... Aku juga menghilangkan-Nya. " sengeh.
" Euu... Mungkinkah masih ada di sekitar sini? Euu... " sahut kira bingung.
" Tunggu! " menyelang sigap melihat kembali ke dalam ponsel miliknya tadi.
Tak lama kemudian ia berkata kembali.
" aku benar-benar menghilangkannya. Minta maaf. " sesal hati.
Kira tak menjawab ujaran darinya dan menampakkan wajah kelisah kebingungan. Karena merasa tidak nyaman hati akan sorotan yang diberikan Kira, ia pun mengatakan.
" Euu... Biar aku coba untuk mengingat dan mencari. Tunggu. " beranjak berdiri .
Tiba-tiba datang seorang perempuan berjalan masuk ke dalam kamar sembari membawa sebuah makanan di atas nampan. Ia bertanya sebab merasa ganjil akan tingkah kira dengan teman satunya tersebut.
" Ada apa ini? Kenapa seperti mencari
sesuatu yang hilang? "
" Oh! Sudah selesai? Apakah makanan itu matang dengan sempurna? " tanyanya.
" Oh sudah. Aku letakkan ini di atas meja ya. " menyahut seraya berjalan ke arah meja.
Ia meminta keterangan.
" lalu kak Mey sedang apa saat ini hah? "
__ADS_1
" Aaarrggh! Aku memang tengah mencari sesuatu tapi lemah untuk mengingatnya. "
" Apa itu? Benda atau hal sesuatu apa? " bertanya kembali.
" Dia meminta-Ku untuk menggunakan nomor lama sewaktu mendaftar di akun aplikasi itu, dan hilang sudah. " menyahut kembali dengan susah hati.
" Oh, cukup sulit untuk menemukannya kembali karena benda itu mempunyai ukuran kecil bukan? "
" Itu dia. Aaarrggh! Bagaimana ini coba?! " merentan.
" Cit-cit cuit! " telepon berdering.
" Ah ini, tunggu sebentar. " ucap Kira tak nyaman hati sambil berjalan sedikit menjauh dari mereka, dan mengangkat panggilan tersebut.
" halo? "
" oh iya baiklah sebentar lagi aku akan segera tiba di rumah. Tolong beri beberapa waktu lagi. " sahut kira.
" a..aku tahu itu, a..aku s..sungguh minta maaf. Aku... akan berusaha secepatnya kembali, mohon untuk menunggu. " ucap Kira lembut perlahan juga gugup.
Setelah usai bertelponan, salah satu dari mereka berkata.
" Itu benar, sebaiknya kamu cepat pulang. Aku benar-benar tidak enak hati bisa membuatmu seperti ini, lagi pula pagi telah tiba. Kamu sudah banyak bekerja keras disini. Mari lanjutkan di lain hari. " ujar Mey.
" Bukan apa-apa, hanya saja saat ini dengan kondisi seperti ini juga lumayan sulit masalah bisa secepatnya di atasi. Tidak apa-apa kan Kak? " imbuh vanya.
Kira pun menyahut.
" Aku sangat minta maaf karena belum bisa membantu apapun tentang hal ini, itu benar, mari lanjutkan lain kali. "
Mereka berdua merenspons dengan mengangguk-anggukan kepala.
" euu... Aku pamit pulang, sekali lagi mohon maaf dan juga... Terima kasih banyak. " lanjut ucap Kira.
__ADS_1
Alhasil mereka berdua mengantarkannya hingga pintu depan gerbang. Tak lama setelah kepergian Kira, mendabak seseorang datang serta menggunakan mobil hitam berjalan masuk ke dalam teras rumah.
" Xie pulang! " seru vanya.