BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 7


__ADS_3

" Sret... " pintu kamar mandi di buka.


" Ssss.... "  Lucky tengah mandi. Setelah usai, kemudian ia berjalan ke arah ranjang dan duduk. Lucky teringat kembali sebab ucapan dari Hinako sebelumnya.



Tak lama berpikir tiba-tiba, telepon berdering, lalu Lucky pun hendak  mengangkat-Nya, niat terhenti setelah melihat tertera nama orang di layar ponsel itu adalah Hinako. Lucky tak mengacuhkan panggilan masuk tersebut dan menggeserkan layar ponselnya.


Ia menggulirkan terus-menerus untuk melihat chat atau percakapan yang ada pada pesan pribadi. Kemudian gerakannya sontak terhenti melihat pesan masuk yang dikirim oleh seseorang minggu lalu.


" Eh Mey!? " kejutnya.


Lucky membaca chat dari orang tersebut yang bertulis *pak, sudah melihat email yang dikirim pihak sekolah? Karena rasa penasaran pun memeriksa. Setelah usai melihat email miliknya, lekas Lucky membalas pesan kepada Mey. 


......................


" Meong! " notifikasi telepon berbunyi.


Seseorang sedikit terkejut " Eh! Aku kira apa. "


" Bagaimana Kira? Sudah selesai? " panggil seseorang dari lawang pintu berjalan menghampiri.


" Oh! Euu... Ini, aku memerlukan data pribadi sewaktu kakak awal mendaftar? " menyahut seraya menyerahkan telepon yang di genggamnya.


" Oh tentu baiklah. " mengambil ponsel.


" sudah. Ini. " mengembalikan hp.


Kira menerima. Saat melihat layarnya kembali sontak kebingungan sedikit terkejut.


" Euu... Lalu sandinya? " tersengeh.


" Oh, aku lupa tentang password waktu itu. Perlukah? Tidak bisa langsung mengganti nama akun-Ku saja? "

__ADS_1


" Oh begitu. Euu... " bingung, menggugup.


" Mm... Apa kamu juga bisa untuk memulihkan kata sandi-Ku terdahulu? " bertanya kembali.


" Itu... Tentu mungkin bisa. Kakak masih menggunakan nomor ponsel yang digunakan waktu mendaftar? "


" Oh! Euu... Aku juga menghilangkan-Nya. " sengeh.


" Euu... Mungkinkah masih ada di sekitar sini? Euu... " sahut kira bingung.


" Tunggu! " menyelang sigap melihat kembali ke dalam ponsel miliknya tadi.


Tak lama kemudian ia berkata kembali.


" aku benar-benar menghilangkannya. Minta maaf. " sesal hati.


Kira tak menjawab ujaran darinya dan menampakkan wajah kelisah kebingungan. Karena merasa tidak nyaman hati akan sorotan yang diberikan Kira, ia pun mengatakan.


" Euu... Biar aku coba untuk mengingat dan mencari. Tunggu. " beranjak berdiri .


Tiba-tiba datang seorang perempuan berjalan masuk ke dalam kamar sembari membawa sebuah makanan di atas nampan. Ia bertanya sebab merasa ganjil akan tingkah kira dengan teman satunya tersebut.


" Ada apa ini? Kenapa seperti mencari


sesuatu yang hilang? "


" Oh! Sudah selesai? Apakah makanan itu matang dengan sempurna? " tanyanya.


" Oh sudah. Aku letakkan ini di atas meja ya. " menyahut seraya berjalan ke arah meja.


Ia meminta keterangan.


" lalu kak Mey sedang apa saat ini hah? "

__ADS_1


" Aaarrggh! Aku memang tengah mencari sesuatu tapi lemah untuk mengingatnya. "


" Apa itu? Benda atau hal sesuatu apa? " bertanya kembali.


" Dia meminta-Ku untuk menggunakan nomor lama sewaktu mendaftar di akun aplikasi itu, dan hilang sudah. " menyahut kembali dengan susah hati.


" Oh, cukup sulit untuk menemukannya kembali karena benda itu mempunyai ukuran kecil bukan? "


" Itu dia. Aaarrggh! Bagaimana ini coba?! " merentan.


" Cit-cit cuit! " telepon berdering.


" Ah ini, tunggu sebentar. " ucap Kira tak nyaman hati sambil berjalan sedikit menjauh dari mereka, dan mengangkat panggilan tersebut.


" halo? "


" oh iya baiklah sebentar lagi aku akan segera tiba di rumah. Tolong beri beberapa waktu lagi. " sahut kira.


" a..aku tahu itu, a..aku s..sungguh minta maaf. Aku... akan berusaha secepatnya kembali, mohon untuk menunggu. " ucap Kira lembut perlahan juga gugup.


Setelah usai bertelponan, salah satu dari mereka berkata.


" Itu benar, sebaiknya kamu cepat pulang. Aku benar-benar tidak enak hati bisa membuatmu seperti ini, lagi pula pagi telah tiba. Kamu sudah banyak bekerja keras disini. Mari lanjutkan di lain hari. " ujar Mey.


" Bukan apa-apa, hanya saja saat ini dengan kondisi seperti ini juga lumayan sulit masalah bisa secepatnya di atasi. Tidak apa-apa kan Kak? " imbuh vanya.


Kira pun menyahut.


" Aku sangat minta maaf karena belum bisa membantu apapun tentang hal ini, itu benar, mari lanjutkan lain kali. "


Mereka berdua merenspons dengan mengangguk-anggukan kepala.


" euu... Aku pamit pulang, sekali lagi mohon maaf dan juga... Terima kasih banyak. " lanjut ucap Kira.

__ADS_1


Alhasil mereka berdua mengantarkannya hingga pintu depan gerbang. Tak lama setelah kepergian Kira, mendabak seseorang datang serta menggunakan mobil hitam berjalan masuk ke dalam teras rumah.


" Xie pulang! " seru vanya.


__ADS_2