BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 49


__ADS_3

" Aahh... aaahhh... " rintihnya menahan kesakitan.


Sigap Xie pun membantunya dan membawa June Sin ke ruang UKS.


" Lengan di bagian kiri juga kaki kiri mengalami cedera yang cukup serius sehingga sebaiknya harus diistirahatkan selama jangka waktu cukup panjang, meski sudah saya tangani pun itu hanya pengobatan pertama dan bersifat sementara, bisa saja itu berlanjut lebih jauh jika tidak melakukan perawatan khusus, dia harus benar-benar diistirahatkan selama jangka waktu cukup panjang. " jelas perawat.


" Xie... " panggil Vanya pelan suara ekspresi wajah terkejut.


" Sudah di beri tahu kepada guru kalian? " tanya perawat.


Mereka tak menyahut dan tertegun.


" Euuu... Saya akan pergi memberitahu dulu. " ujar Vanya beranjak langsung keluar ruangan.


Menunggu dan menunggu Xie pun membuka obrolan.


" Euuu... aku sangat menyesal, tolong maafkan. " ucap Xie.


" Tidak perlu, semuanya baik-baik saja. " jawab June Sin yang terbaring lemah di atas ranjang.


Lama berdiam disitu Xie pun keluar, pas saja setelah ia menutup pintu ruang UKS  Vanya tiba beserta wali Guru yang tak lain adalah Mey berjalan cepat menghampiri. Seraya masuk ke dalam melewati Xie, Mey menampar pelan di pipi lantaran rasa gemasnya terhadap si adik laki-laki tersebut.


" Argh! " jengkel Mey.


Dan langsung bergegas masuk. Vanya berhenti berjalan di hadapannya Xie.


" Kenapa keluar? " tanyanya.


Xie tak menjawab dan malah berdiri diam.


......................


" June Sin, bagaimana? Apa yang kamu rasakan sekarang? Tidak apa-apa? " Guru bertanya dengan perasaan khawatir.

__ADS_1


" Saya baik bu. " sahut June Sin tersenyum.


" Aduh... kenapa bisa begini? Gimana peristiwa sebetulnya terjadi hah? " ujar Mey bernada gemas.


June Sin tertawa kecil dan menjawab.


" Kecelakaan kecil bu hehe... "


" Apakah benar kamu seceroboh itu June Sin? Tidak lama lagi kamu akan menghadapi ujian akhir. " tegur ajar Guru merasa jengkel serta cemas.


" Memangnya siapa yang menginginkan hal ini terjadi bu. " sindir June Sin tersengih.


Mey terdiam, kemudian berujar kembali.


" Lalu... apa yang dikatakan perawat tadi tentang kondisi kamu? " tanya lagi.


Mendabak suster pun datang.


" Bu " panggilnya.


Kemudian perawat yang bertugas di ruang UKS sekolah itu menjelaskan dengan jelas juga terperinci, sontak guru tersebut terperanjat usai mendengarnya dan merasa benar-benar risau hati.


" Menurut saya, sepertinya dia tidak bisa mengikuti ujian nanti, akan memakan waktu cukup lama untuk bisa pulih kembali. Bagaimana ini bu? " ujar Perawat.


Guru mengehela napas.


" Saya berharap setelah usai ujian dia bisa membaik. Mungkin sekolah akan menerima pengujian-Nya 2 minggu setelah UAS. " sahut Guru.


Kemudian perawat itu pergi dari dalam ruangan, tinggal hanya mereka berdua, suasana sunyi.


" June Sin apakah Akira Noie adalah saudara kamu? " celetuk Mey.


" Tidak ada yang khusus. " jawabnya serta tersenyum.

__ADS_1


" Begitu... " ucap Mey mengangguk-angguk.


" Lalu bagaimana bisa kamu menjadi orang kepercayaan-Nya untuk memberikan amanat ini? Aku belum sempat menanyakan hal itu tadi saat kamu memberikan surat di ruang guru sebab tergesa-gesa oleh pak Lucky. Kamu mengenal kakak dari Akira Noie? " bertanya lagi.


" Sepertinya tidak begitu, mungkin orang keyakinan mereka adalah orang kepercayaan saya, June Sin hanya perantara kedua dari pesan mereka, dan tentunya tidak tahu apa-apa. Maafkan saya. " ujarnya.


" Oh begitu rupanya. Tidak tidak, aku sungguh minta maaf. " kata Mey.


Kesenyapan kembali hadir diantara bincangan mereka, sekonyong-konyong June Sin berucap.


" Mohon maaf bu, apakah saya boleh di rawat secara mandiri di rumah bu? "


"


" Tentu tidak apa-apa, mungkin orang tua kamu sedang dalam perjalanan menuju kesini. Pihak sekolah sudah memberitahukan tentang kondisi kamu kepada ayah ibu kandung June Sin, apa ingin ditunggu atau diantar sekarang saja secara langsung?  " tuturnya.


"


" Orang tua mana yang ibu maksud? Saya yatim piatu. " semburnya.


" Hah?! " terperanjat.


...----------------...


" Wiu, wiu... " suara sirine ambulans.


Ketukan pintu terdengar.


" Tok tok tok... "


" Kreeek... " suara pintu dibuka.


" Pa- pak Lucky? " kejut Kira.

__ADS_1


 


__ADS_2