BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Tolong Bantu Saya #2


__ADS_3

" I-iya tidak masalah. " syok Kira menjawab.


" GREB!! " sekonyong-konyong saja orang itu meraih menerkam kuat tangan Kira.


" Uh!? A-ada apa?? " kejut sangat Kira panik seketika.


" Tolong aku!! Saya mohon!! " desaknya melotot ketakutan ke arah Kira.


" A-apa? A-apa maksudnya itu? " bingungnya Kira serta gamang.


" Rangkul aku! Rangkul bahuku cepat!! " kata kerasnya.


Kira terpelanga-pelongo keheranan hingga membuat tubuhnya mengkaku.


Namun juga, mendadak ada 3 orang pria dengan aura yang lumayan menyeramkan berjalan mengarah keberadaan Kira, serta mata yang begitu tajam bagaimana melihatnya dengan liar seperti ingin menerkam. Tanpa pikir panjang pun, gadis itu benar merangkul si wanita tersebut. Meski rasa gentar tubuh bergemetar, tetap berusaha menahan diri dan membawanya bergerak jalan maju.


Orang itu yang merasakan keresahan dalam diri Kira, berkata


" T-tidak perlu khawatirkan apapun, kini mereka semua ukhuk-ukhuk! Sudah tidak akan berhubungan lagi dengan kita. " usahnya terbatuk-batuk serta terpengap-pengap


Bersamaan setelah berbicara begitu, ia malah pingsan langsung menyadar di badan Kira sontak pun sigap ditahan agar tidak jatuh.


" Eh? K-kenapa dengan kamu? Hey? Tidak apa-apa, 'kan? " kejut gelisah Kira panik.

__ADS_1


" aduh bagaimana ini??? " resahnya lagi.


................


Alhasil pun, Kira memutuskan membawanya ke rumah sebab saking bingungnya situasi mencekam, terutama ia juga masih merasa ragu was-was dengan pengawasannya dari para pria yang membututi wanita tersebut.


Kira mencoba untuk mengobati luka-luka yang terdapat banyak memenuhi wajah serta tubuh wanita itu. Lama waktu terus berjalan, tanpa persangkaan akhirnya ia kunjung sadar.


Membuka mata perlahan-lahan. Mengumpulkan nyawa. Tak berlama-lama, kemudian ia spontan melihat ke arah Kira yang tengah berdiri di sampingnya.


" k-kamu baik-baik saja? " rusuh hatinya bertanya.


Nampak wanita itu tak menyahut dan malah memalingkan pandangan, menoleh kesana kemari.


Tiba-tiba saja wanita itu mendabak membangkitkan diri dan berganti posisi duduk diatas ranjang.


" Terima kasih. " ucap orang tersebut.


" O-oh... Tidak masalah. " canggungnya tersenyum.


" Apakah ini ruangan-Mu? " tanyanya menoleh-noleh ke sekitarnya.


" A-aaa... I-iya, ini ruang kamar pribadi-Ku. " jawab Kira kelisah hati.

__ADS_1


" Lalu mengapa aku dibawa kemari? " langsung bertanya kembali.


Seketika Kira pun merasa tidak paham maksud dari celetukan-Nya tersebut.


" A-aaa... Mengapa? Y-ya itu karena... " gagunya.


" Meski dalam situasi apapun itu kau berada, tentu membiarkan orang masuk ke tempat pribadi jelas tidak diperbolehkan, bukan? " sosornya.


" Um... Memang benar, tapi bukan berarti aku tidak memiliki hak untuk menentukan pilihanku sendiri. " ujar Kira.


Wanita itu seketika saja terdiam serta menatap. Tak lama, berpaling kembali.


" tapi jujur saja, hal ini bukanlah yang seharusnya saya ingin tanyakan. Apa yang sebetulnya telah terjadi? D-dan kamu ini siapa?? Lalu mereka itu? " tanya dalam Kira agak gugu.


Entah karena apa pada awalnya ia tak menjawab secara langsung, namun juga wanita tersebut berkata,


" Sepatutnya kah tadi aku menerima kematian itu tadi? "


" Hah? " bingung Kira.


Keruan saja hal itu membuatnya semakin keheranan.


Nampak wanita itu terdiam lesu pandangan ke bawah.

__ADS_1


" Mereka adalah orang suruhan, yang diperintahkan untuk membuatku menderita. Dan, jika perlu di akhir nanti mereka bisa saja membunuh-Ku. " ungkapnya tiba-tiba.


__ADS_2