
Lalu Kira melanjutkan mencuci bagian lehernya meski terasa sakit ketika diangkat. Sibuk mengurus diri tiba-tiba terdengar langkahan seseorang masuk dan berdiri disamping Kira.
" Ssss... " suara air keran dinyalakan juga.
Kira menoleh, sontak terkejut-kejut melihat orang yang berada didekatnya itu adalah Lucky.
" Eh?? P..pak Lucky? A..apa yang sedang bapak lakukan disini? " gugup sedikit khawatir.
" Aneh sekali bertanya, apa kau tidak melihat berhamburannya darah diwajahku? Apa lagi kedatanganku kesini selain membasuh ini? " sinis menyahut.
Melihat tanggapan yang Lucky berikan terhadap Kira, sontak membuat-Nya merasa tidak nyaman hati.
" Maafkan aku, tapi... bukankah ini toilet wanita? " bertanya agak ketakutan.
" Kreeek! Psstttt... "
Keran dibaku hantam kencang hingga airnya munyembur kemana-mana bentuk dari rasa murka Lucky yang meledak, alhasil pun Kira ikut tersiram oleh pancaran air tersebut langsung terkejut sangat setelah melihat apa yang diperbuat guru itu.
" eh?? Mengapa? " panik Kira sembari menutupi tubuh-Nya dari semburan air.
Sekonyong-konyong Lucky menarik rambut Kira mendorongnya ketembok mencekik kuat di leher hingga keruan ia merasakan kesakitannya lagi.
" akh akh sakit! A...ada a...a.apa pa..pak Lucky? " erangnya menderita.
__ADS_1
" Kau tidak melihat situasinya sekarang hah?! Wajahku berantakan gara-gara dia kau tahu! Aku bisa saja merogolmu saat ini juga sebagai ganti dari perbuatan temanmu itu? Katakan sejujurnya, apakah kalian benar-benar menjalin hubungan? " ancamnya gusar.
" T...tidak, bukan begitu. Sungguh minta maaf, tidak bermaksud apapun pak. Maafkan saya. " pintanya gemetar ketakutan.
Lucky terus mencekik kencang dileher Kira hingga ia merasa kesulitan untuk bernapas.
" m...maafkan s..saya, t..tolo..ong siapapun! " ricaunya menahan pengap di tenggorokan.
" Tidak ada orang disini, semuanya telah aku perintahkan untuk pulang, hanya ada kita berdua disini. " olok-olok mulai berat.
" Hiks heh... Tidak mungkin, hiks... ada apa sebenarnya? Tolong jangan bersikap seperti ini. " rengek Kira keresahan.
Mendengar isakan terus menerus dari Kira sontak Lucky tergugah hati hendak melepas tekanannya, tapi niat terhenti sebab mendengar jelas seperti seseorang sedang memanggil.
Suara semakin mendekat menuju arah keberadaan Lucky juga Kira, sigap mulut dibungkam dan masuk ke toilet lebih dalam serta menutup pintunya.
" Diam! " bisik Lucky didekat telinga Kira.
Rasa ingin suka-suka terhadap Kira semakin membakar jiwa Lucky sebab jarak mereka sangat berdekatan. Ia mengendus-endus, Kira terus menghindari.
Orang itu sampai di toilet wanita dan benar masuk langsung kedalam.
" Noiie? Noiie kamu di dalam? " panggilnya.
__ADS_1
Merasa itu adalah kesempatan emas bagi Kira ia bergerak sekuat tenaga meski ditahan keras, sebagai tanda pemberitahuan bahwa adanya keberadaan seseorang ditempatnya tersebut.
Lucky berbincang ditelinga Kira.
" Temui aku nanti malam, jika tidak aku yang akan sendiri menghampirimu. Alamatnya sudah aku letakan disaku rok milikmu. Jika saja banyak bertingkah untuk sekarang, aku bersumpah akan terus menerormu bahkan bisa sampai dirimu menjadi gila, ingin tenang hidup bukan? " ujarnya mengancam.
Orang tersebut melihat ada satu pintu yang tertutup rapat, ia menduga yakin ada orang didalam.
" Maaf, apakah ada seseorang dikamar kecil ini? " tanyanya.
Lucky melepas bungkaman mulut Kira.
" Euu... iya, t..tunggu s..sebentar, hampir selesai. " sahut Kira suara agak serak.
Tak lama kemudian pintu dibuka, Kira menghampiri orang tersebut.
" maaf menunggu lama. " tersenyum berpura-pura.
Mereka berdua langsung pergi dari toilet tersebut, setelah itu Lucky keluar dari persembunyiannya. Ditengah perjalanan pulang, June Sin baru tersadar melihat ada banyak bercak-bercak merah dibadan Kira.
" T..tunggu! I..ini kenapa? Bekas luka apa ini mengapa banyak sekali? " terperanjat mata ikut terbelalak saking kejutnya ia melihat.
" O...oh! Apakah ini masih terlihat jelas? " panik gagap bertanya.
__ADS_1
" Ya tentu saja, tadi aku tidak melihat saat kita berada ditoilet karena lampunya sudah dimatikan, ditambah ruangan juga cenderung tertutup, tapi ketika aku melihat disini tentu sangat jelas terlihat, b..bekas apa ini? " perasaan tegang bertanya.