
Kemudian siswi yang tengah anteng duduk tersebut menengadahkan kepalanya secara pelan-pelan untuk menoleh. Seketika saja rasa syok serta bingung mendadak datang setelah melihat raut wajah dari siswi tersebut yang menampakan memandang Kira seperti tak biasa.
Seketika Kira merasa tak nyaman hati juga canggung untuk mendekati.
" Eu-euu... maaf mengganggu Lina, jika boleh aku bertanya mereka sedang menulis apa? U-um... apakah pelajaran selanjutnya tadi sudah dimulai? " rikuh Kira bertanya.
Mengejutkan siswi itu sama sekali tak menyahut ujaran dari Kira, entah sebab apa ia malah terus saja menatap tajam mempaku diam tak berkedip terhadap Kira. Memandang dengan sinis serta ketidaksukaan.
Mendabak bel berbunyi kencang menandakan pelajaran diakhiri dari hari biasanya.
Serentak mereka semua pun langsung bergegas-gegas berkemas, bersiap juga untuk membersihkan kelasnya masing-masing. Lina sebelum pergi keluar dari ruangan, sempat memberikan senyuman manis lebih dulu kepada Kira, itu pun tak lama ia langsung berjalan menuju luar kelas bertujuan mengambil peralatan bersih-bersih.
Kira hanya terpaku mendiam.
" apa lagi sekarang? " gumamnya bingung.
Terlihat semua orang yang hadir disana sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, bergotong royong bersama.
Kira berjalan menuju kelasnya kembali seraya membawa ember juga kain pel di tangannya. Sekonyong-konyong Xie melihat keberadaan gadis itu sekarang di hadapan arah jalannya.
" Kir-- " panggilan serta hendak mengejar terhenti.
__ADS_1
Mendabak,
" Tunggu Pang! " seru seseorang di belakang Xie.
Ia pun menoleh, nyata kakanya daritadi memang sudah mengawasinya.
Mereka berdua saling bertatapan. Mey membawa si adik laki-laki tersebut ke ruangannya.
......................
" tadinya aku sungguh meragukan tapi... Pang Xie Chu, apa kau benar-benar memperhatikannya? " sembur Mey sambil duduk berhadapan.
Xie terdiam sejenak, lalu menjawab.
" Ah haha itu lucu, haha... bodoh sekali diriku. Bagaimana bisa? oh tidak, sekian lama mengajar d-dan bahkan! aku juga sering melihat ke dua wajah si murid ini! Mengapa, mengapa baru bisa tersadar bahwa k-kau? ternyata memerhatikan dia? " syok Mey.
" Xie yang benar saja-- " gerutu Mey terselang.
" Ssstt...! " Xie berdiri langsung dari kursinya sembari angkat bicara,
" Aku sudah berkata, aku mempunyai alasan. " pungkas Xie sigap pergi keluar dengan perasaan marah wajah nampak kesal.
" Kau mau kemana? Hey Pang Xie Chu! Aku bahkan belum sama sekali mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya he! Xie Chu! " teriaknya.
__ADS_1
" argh! Anak itu! " sebal Mey.
" bagaimana mungkin itu dia. " ketidakpercayaan Mey mengerutkan wajah.
......................
Di tengah-tengah mengepel lantai di dalam kelas mendabak saja,
" Bruk! " suara pintu ditutup kencang.
Keruan Kira terperanjat spontan menoleh ke sumber bunyi tersebut.
" P-pak Lucky? " syoknya.
Siapa sangka Guru pria itu bergerak cepat berjalan menuju jendela untuk menutup juga mengunci-Nya rapat-rapat. Seketika jelas tindakannya membuat Kira semakin gelisah resah tak keruan, tanpa pikir panjang ia pun melihat kesana kemari untuk mencari celah terbuka untuk bisa bersiap-siap melarikan diri. Pikirannya bertambah kacau juga panik. Tak lama kemudian, entah sebab apa Lucky sekonyong-konyong membukakan kancing miliknya satu persatu, seketika juga itu membuat Kira khawatir takut akan terjadi sesuatu yang menimpanya.
Kecemasan semakin menghantam Kira, Lucky juga melepas jas hitam yang dikenakan-Nya itu, semakin kesini siapa sangka, kediaman sabuk pinggang miliknya pun juga ikut dilepaskan. Merasa ingin memastikan, Kira berniat bertanya, tapi karena adanya perasaan tidak enak hati juga canggung, hal itu yang menjadikan-Nya bimbang untuk angkat bicara.
" Arrgghh! Panas sekali bukan? " ujar Lucky seketika.
Tangan Kira benar-benar tak bisa dikendalikan k
__ADS_1
terus bergemetar. Alhasil, ia pun berusaha untuk tenang dan mendengarkan apa yang ingin Lucky sampaikan bertujuan agar semua berjalan baik-baik saja.