BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode #121


__ADS_3

" S-sundry? " berpikir.


Sontak juga Kira benar teringat dengan kejadian sebelumnya menimpa, karena ulah orang yang bernama Sundry. Terdiam.


" Betul. Bagaimana? Kamu sudah mengetahui kabarnya? " lanjut tanya Lucky.


" O-oh... Saya kurang mengetahui. " jawab Kira.


" Permisi, maaf menunggu. Ini pesanannya tiba, selamat menikmati. " tutur pelayan datang mendadak.


Tanpa pikir panjang, Lucky langsung menyantap hidangan tersebut. Begitu pun juga Kira ikut.


" Nyam, nyam... " kunyahan-Nya.


Nampak Kira melihat Guru pria itu seperti memang benar tengah kelaparan. Bagaimana cara menikmati makanan tersebut sangat-sangat lahap dari hari biasanya memerhatikan. Senyap hadir diantara mereka berdua. Di tengah-tengah mengenyam, akhir pun Lucky membuka perbincangan kembali.


" Mendengar bahwa anak itu dipindahkan tanpa keterangan. Aku menduga sepertinya kesalahan yang dilakukan siswa itu benar-benar diluar dugaan kita. Mereka dengan sangat menutup rapat setiap berbincang mengarah kesana. " ricaunya.


Mendengar apa yang baru saja diindahkan olehnya, sontak Kira merasa tak asing akan ocehan-ocehan yang baru saja dilontarkan Lucky.


" T-tunggu. B-bukankah itu hanya r-rumor? " gugu Kira.


" Hah? " linglung Lucky.


" oh betulkah? Oh. " pungkas Lucky langsung terdiam.




" Apa yang salah dengannya? " ingin tahu Kira meninggi ganjil terhadap sikap Lucky.

__ADS_1


Melanjutkan makan.


Cukup lama waktu terbuang, akhir pun mereka selesai makan. Lucky langsung memeriksa ponselnya kembali.


" pak, saya mohon izin ingin pergi ke toilet? Apa boleh? " pernyataan Kira.


" Oh oh baiklah, cepat kembali ya. Tapi perlu santai juga ya hehe. " senda gurau Lucky tersengeh, memegang telepon genggam.


Saat Kira hendak melangkah lebih maju, sekonyong-konyong saja Guru pria itu malah menahan,


" eh eh! Tunggu sebentar. "


Kira terhenti bergerak balik badan menghadap kembali.


" A-ada apa pak? " bingung Kira agak cemas.


" Kamu pergi kesana memang ingin melakukan apa Kira? Apakah akan lama? Saya harus sesegera-Nya berangkat lagi kini. " ucap Lucky.


" Oh baiklah cepat saja, aku tetap menunggu disini ya. " pungkas Lucky kembali memainkan ponsel.


" I-iya. Terima kasih. Mohon izin. " pamit Kira beranjak jalan lagi.


" Sssss.... " suara air mengalir dari dalam keran.


Kira membasuh baju tersebut dengan kencang sekali juga bergesa-gesa.


" Um... Sepertinya nampak begini jauh lebih baik. " kata Kira mematikan keran air.


Setelah urusannya selesai Kira berlari cepat bertujuan ke mejanya kembali.


" Bruk! " bertabrakan.

__ADS_1


" Uh! " kejut Kira.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang mendadak di balik pilar ruangan belakang tersebut. Dengan tidak sengaja tertubruk Kira.


" o-oh... Maaf, saya minta maaf. " ucapnya sigap.


" T-tidak Kira, aku yang maaf ya. " balik ujarnya tersengih.


" O-oh?? Tahu?? Maaf sebelumnya, kamu siapa? Mengetahui nama saya?? " bingung ganjil Kira.


" Tentu saja aku tahu. Sundry? " memberi kode.


Sontak pun ia nyata teringat meski sedikit kabur sebab melihat wajah memang seperti pernah bertemu.


" O-oh i-iya? " ragunya.


" Euu... Maaf, Sundry euu... m-maaf m-mengganggu, aku hanya ingin bertanya, bagaimana untuk jadwal sekolah hari ini? " ejeknya laki-laki itu.


Pada awalnya Kira bodoh tak mengerti maksud ocehannya tersebut. Namun, akhir pun ia tergugah.


" O-oh... Jadi dia salah satu teman Sundry yang waktu itu aku temui. Tujuan apa yang ia akan lakukan? Untuk urusan apa ia disini? Mengapa bisa terjadi? " gelisah resah Kira bergumam.


" teman dari Sundry... Dia benar-benar bajingan. Akankah ia bertingkah sama? " cemas batin Kira jantung berdetak kencang.


" Bagaimana? Sungguh-sungguh sudah ingat, 'kan? " tanyanya seketika.


" biarkan aku untuk memperkenalkan diri. Nama si orang ini ialah tak lain, Jio. Kira, aku mempersiapkan sekarangan bunga indah ini untukmu. Aku berharap, teruslah menyengatkan aroma wangi bagaimana bunga ini menyambutmu sekarang kini. " tuturnya menyodorkan.



" Perkataan konyol. " cacat Kira dalam hati, memandang lesu ke arah lelaki tersebut.

__ADS_1


__ADS_2