
Ia mengeluarkan kotak bekal tersebut dari dalam. Saat diangkat, nyata di bawah benda itu terdapat selempar plano dilipat. Meletakkan wadah makan di atas meja, lalu mengambil perlahan lipatan kertasnya.
Membuka dengan alon-alon. Saat dibuka, pertama kali yang mencolok pandangannya, Kira melihat satu bunga kecil berwarna biru yang rupanya ikut tergulung di dalamnya. Diambillah. Kemudian ia juga melihat terdapat tulisan di atas kertas putih tersebut, keruan saja mata Kira bergerak-gerak bentuk langsung membaca pesan bertinta hitam itu.
" Tidak akan bisa maju, jika tubuh kita saja dalam keadaan menderita. " tulisnya.
" Apa maksud darinya memberikan-Ku semua ini hah? " ucap Kira.
" Sinis sekali tanggapannya. " menyeru tiba-tiba dari arah belakang Kira.
Spontan menoleh.
" Pak Lucky. " pelan suara Kira.
" Menyakitkan hati sekali jawaban yang kamu lontarakan kepada orang lain Kira, aku hampir saja ingin berbuat kasar padamu. " ujar Lucky menyeringai.
Kira hanya menatap dingin serta diam terhadapnya.
" ya... Sudahlah, mau bagaimana lagi jika ya... mungkin itu memang salah satu dari kepribadianmu. Siapa yang bisa menebak satu persatu sifat dari kita manusia ini. Meski orang itu pun yang selalu berada di samping, mereka juga termasuk loh. Siapa yang tahu, 'kan? " kata Lucky berdiri.
__ADS_1
Masih tak ada sahutan, mereka mempaku di tempat masing-masing.
" ya... Karena situasi sekarang masih dalam pembagian kartu peserta ujian sekolah, maka gunakanlah kesempatan ini untuk menstabilkan dirimu agar nanti bisa menghasilkan buah yang bagus. " tutur Lucky sambil menatap ke arah kotak bekal yang ada diatas meja.
" Tidak, bukan begitu ujaran yang ingin saya dengar dari bapak. " simpang Kira.
" Ha? " bingung Lucky mengkerut.
" Tahu darimana Pak Lucky jika saya ini sudah makan atau belum? " sosornya.
" Bukan hanya aku saja mungkin yang bisa mengetahuinya. Siapapun pasti mudah menebak kelakuanmu itu, 'kan? " elaknya.
Kira membeku memandang tajam ke arah Guru tersebut.
Kira menengahi ocehan dari Lucky.
" Pertanyaan itulah yang ingin saya sampaikan kepada bapak. Bagaimana cara anda dapat mengetahui bahwa saya ini sudah sarapan atau tidak? "
" Tunggu, mengapa kamu menjadi serius begini hah? Apakah itu akan menjadi masalah besar? " ujar Lucky lagi tersengih.
" Masalah terbesar saya sekarang bahkan memang sudah berani memulai masuk ke dalam diri Kira secara perlahan-lahan. Bagaikan racun di dalam jamur. Mereka berusaha untuk terlihat memikat untuk menarik mangsa. Meski memang pada umumnya makanan tetaplah makanan, manusia tetaplah sama jenisnya seorang makhluk. Itulah si Destroying Angel, berusaha keras untuk terlihat sama dengan si jamur yang selalu biasa kita dekati. Mungkinkah dia melupakan sesuatu bahwa tidak semua manusia itu dapat dibodohi, sebagian orang tahu bahwa ia benar-benar beracun untuk bisa dijadikan teman dekat. " sindir Kira.
__ADS_1
Lucky menatap sungguh terhadap Kira. Kemudian ia menghembuskan napas.
" Huh... Tahu sendiri juga, 'kan? " ucap Lucky.
Kira terus mengawasi Guru tersebut.
" oh jadi apakah ini, ujaran yang sebenarnya kamu inginkan untuk didengar? " imbuhnya.
Lucky membalikkan badan, lalu berkata.
" sebelumnya, aku sungguh tidak mengetahui hal apa yang sebetulnya itu menimpamu kini Kira. " ungkapnya membelakangi.
" mungkin ricauan darimu tadi bisa aku jadikan tempat dimana bunga sesungguhnya tumbuh bermekaran. "
" hehe " tawa kecil Lucky.
" memang benar. Tidak semua manusia itu bodoh, sebagian orang juga mengetahui bahwa racun tentu jelas berbahaya untuk bisa bertinggal di dalam diri kita. Jangankan begitu, hanya sebatas bersinggah pun akibatnya akan sangat sulit diterima oleh tuan rumah. " lanjut oceh Lucky.
" hal itu sudah pasti harus dapat kau ketahui. Aku menduga memang Kira juga jelas tahu mengenai pertentangan demikian. Karena sudah sepatutnya digenggam oleh si pelajar. Terutama kau itu seorang pelajar, pengembara yang masih ditengah perjalanan bagaimana pembentukannya hasil nanti. Masih menjadi manusia yang masih mampu mengubah masa takdirnya sendiri. Maka dari itu, jangan sampai gagal dan masuk ke barisan orang yang dapat dibodohi itu, agar kau bisa tahu mana jamur beracun mana tidak. Tapi menurut-Ku ilmu yang kini kau punya mungkin sudah pasti bisa membedakannya, 'kan? " ocehnya kembali.
Lucky pun kembali berjalan sembari berkata terakhir.
__ADS_1
" dengan begitu, berlaku juga untuk-Ku. Kau pasti tahu tanaman seperti apa yang cocok untuk keadaan-Ku sekarang kini. " keluar meninggalkan Kira.