
" bagaimana langsung saja? Menurutku sepertinya diantara kita berdua benar-benar sama sekali tidak membutuhkan untuk pembersihan badan terlebih dahulu, sangat bersiap juga bersemangat sekali. " ujar Anju menatap liar kepada Kira.
Melangkah dan terus berjalan mendekati Kira hingga saat ini posisi mereka berdua berhadapan seujung jari lagi wajah bisa saling bersentuhan. Waktu semakin mencekam dirinya, tak berangsur Kira beranikan diri menyangkal pergerakan dari Anju.
" Tidak bisa! " ucap Kira keras seraya menutup matanya.
Seketika Anju terhenti bergerak.
" d-dengarkan aku, b-bukan maksud-Ku itu merendahkan dirimu, tapi sungguh saja aku sedang tidak ingin melakukan-Nya. Jika boleh Ku-beritahu, hari ini rasanya lelah letih sekali setelah melewati kejadian-kejadian mengerikan seperti tadi, aku benar-benar berharap k-kamu... bisa mengerti maksud apa yang aku ungkapkan dari perasaan sekarang ini. " tergagap-gagap menjelaskan.
Anju diam tak berkutik sedikit pun, nampak ia terus menatap tajam kepada Kira.
" a-ku sama sekali tidak memiliki tujuan buruk terhadap-Mu " panik Kira gagu berujar lagi.
Semakin gelisah resahlah Kira akan dibuatnya. Cukup lama menatap sekonyong-konyong Anju memegang kedua bahu Kira sembari menepak lembut dan berujar.
" Baiklah, dipahami. " tersenyum.
" hoammm... siapa sangka ternyata aku juga sangat mengantuk hari ini, pergilah beristirahat aku akan berjaga-jaga disini sampai bawahan-Mu itu datang kembali. " ucap Anju menguap sambil beranjak berjalan ke arah kursi panjang yang ada di tempat.
Kira syok setelah mendengar tuturan darinya tersebut.
" M-maksudnya? " tanya Kira.
Anju menggeblakkan badannya sendiri ke kursi dan langsung senyap tidur.
" dia akan bermalaman disini? " kejut Kira menggelisah seketika.
__ADS_1
Kira tertegun di tempat.
......................
Suara pintu di buka dan di tutup. Kira menghembuskan napas bentuk meringankan rasa cemas.
" sepertinya tidak apa-apa, 'kan? aku percaya kepada June Sin. " bimbang Kira.
Ia berjalan menuju ranjangnya dan duduk mendiam melamun sebab rasa tidak tenang hati terus mengguncang dalam dirinya, menarik napas kembali dan mengeluarkan udara secara perlahan. Kira menoleh ke arah atas laci yang berada di dekat matanya.
" airnya habis. " gumam Kira.
Kira merasa haus dan berniat minum di tempat tersebut ternyata airnya sudah habis dan berjalan lagi keluar kamar menuju dapur untuk mengisi ulang.
" Ssss... " suara air mengalir di dalam keran.
Kira membasuh muka bertujuan menyegarkan diri tentu juga pikiran. Setelah usai, ia berjalan ke meja makan dan langsung meminum air putih dingin yang sudah diambilnya tadi.
Lalu Kira terdiam kembali menatap lurus dengan ekspresi wajah datar. Tiba-tiba,
" Hey... " panggil seseorang dari arah belakang.
Sigap ia pun menoleh.
" A-anju? " kejut Kira tersenyum pura-pura.
" Sedang apa? Sampai tepekut mendalam begitu? tidak bisa tidur? atau... merasa kesepian? butuh seseorang untuk berada di sampingmu? " celetuk Anju.
__ADS_1
" T-tidak! bukan begitu... aku baru saja selesai mengisi air ini dan hendak kembali lagi ke kamar-Ku. " sahut sigap Kira.
" Oh... begitu. " paham Anju.
Kira mengangguk-anggukan kepala merespons ujaran darinya, lalu berjalan pergi.
" Tunggu dulu! " tahan Anju.
Kira terhenti langsung dan menoleh dengan perasaan khawatir juga takut.
" kau punya minuman enak disini? " tanya Anju.
" Minuman enak? O-oh! kamu ingin meminum apa? biar aku yang membuat. " tutur Kira.
" Oh! Terima kasih. Minta tolong untuk buatkan aku anggur soda, akan aku tunggu disini. " ujar Anju tercengang seraya menarik kursi meja makan.
" Anggur soda? o-oh... baiklah, mohon untuk menunggu. " katanya.
Cukup lama waktu berjalan akhirnya Kira selesai dan lekas membawa minuman tersebut kepada Anju lalu meletakkan di atas meja.
" Maaf merepotkan. " ujar Anju tersenyum senang.
" slurup... " menyeruput.
" cap... cap... " Anju mengecap rasanya serta wajah mengkerut.
" Mengapa sangat jauh berbeda. " ungkap Anju keheranan.
__ADS_1
" sparkling wine? " tanya Anju.
" Eh? " bingung Kira.