
" Kau mungkin kasar cara memintanya. Dia seorang wanita, alon-alon saja untuk memikatnya. " sembur satu murid.
Sontak ia langsung memukul lagi dibagian kepala orang itu sebab rasa dongkol.
Mereka malah saling membahas tentang Kira.
Lain siswa menjawab.
" Wanita itu memang baru disini, pindahan dari luar kota. Aku sering melihatnya, hanya saja dia tidak terlalu berbaur dengan banyak orang. Meski keluar juga... berjalan melintas melintas saja. Aku juga berminat memiliki hubungan khusus dengannya. Akan aku coba dilain waktu. Kalian ingin mencoba juga? " alih bicaranya.
" Kita bergiliran tapi jangan sekarang, aku mendengar rumor bahwa niat dia pindah kesini itu karena ingin mendapatkan nilai juga pelajaran yang tinggi dari sekolah ini, terlihat akan sangat sibuk untuk menghadapi, tunggu sampai dia mempunyai waktu yang leluasa agar kita juga merasa puas menjalankannya, harus bisa mengerti situasi dia sekarang. " ucap salah satunya.
" Sangka-sangka, siapa yang terakhir kali berhubungan intim dengannya? Aku yakin, orang itu juga pasti sedang menahan rasa berahi suka-suka terhadap dia. "
" Siapa sangka. " menjawab.
Kira duduk dikursi dalam ruangan perpustakaan sekolah seorang diri, terlihat yang lainnya seperti tidak masuk sebab sedang sibuk menyenangkan diri, karena hal itu kesempatan bagi Kira untuk bisa menyantap sarapan pagi tadi yang belum sempat ia makan.
" Nyam, nyam... " mengunyah.
Asik menikmati tiba-tiba
__ADS_1
" Buk... " suara buku jatuh ke lantai.
Sigap Kira menoleh ke arah sumber bunyi tersebut, setelah melihat sontak terkejut lantaran ternyata, tidak hanya ia yang sedang menempati ruang perpustakaan itu, ada orang lain juga yang sama halnya berkunjung disana.
Berdiri dari kursi dan berkata.
" Sundry?? " agak keget.
" Oh hai! Aku tidak mengira disituasi seperti ini pun, ternyata kamu masih memiliki niat untuk belajar sendiri? Wow! Itu luar biasa. " tercengang dengan tersenyum.
Mata Sundry teralihkan ke sebuah makanan yang berada diatas meja.
Seketika Kira gagu untuk menjelaskan.
" Oh... itu... itu... "
" Bekal? " selang Sundry.
Kira terdiam menundukkan kepala.
" wah wah wah... Bagaimana mungkin bisa terjadi? Ini kesalahan, dan aku sebagai ketua kelas juga berhak wajib mengeluhkan masalah ini. " ancang-ancangnya.
__ADS_1
Kira terlihat masih berdiam.
" tahu hukuman apa yang akan kamu terima nanti? " tanya Sundry.
" wah ini benar-benar masalah, akan dijatuhkan ganjaran yang sama seperti murid lainnya ketika mereka mendapatkan masalah, itu akan menjadi catatan merah. " imbuh Sundry tersengeh menakuti.
Setelah mendengar ricauan darinya, keruan terkejut sangat merasa panik. Kira maju menghadapi Sundry, kemudian berkata
" Tidak, aku memohon jangan lakukan itu. Benar-benar minta maaf. " ungkap-Nya menunduk.
" Bentuk suapan seperti apa yang akan kamu berikan untuk menutupi dosamu. " katanya sambil tersengih.
Kira kembali diam. Tak lama kemudian
" Aku benar-benar minta maaf. " pinta Kira lagi.
" Baik. Lalu jelaskan alasanmu mengapa berbuat begitu? " semburnya.
" Tidak sempat sarapan dari rumah, karena merasa terganggu dengan seseorang, aku juga merasa takut jika makan disekolah membuat orang lain tidak nyaman, inilah keputusanku bersembunyi agar menghindari masalah, ditambah aku juga ada perlu dengan pelajaran lainnya, itu alasan mengapa membawa makanan ke tempat ini. " menjelaskan.
" Oh... ternyata memiliki masalah sebelumnya... tapi aku tidak tahu alasanmu ini bisa diterima atau tidak, peraturan tetap berlaku. " sahutnya.
__ADS_1