BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 33


__ADS_3

" Sudah Ku-duga, ternyata kau memang berbohong. " celetuk June Sin kecewa hati.


" Tidak! Aku sama sekali tidak pernah berniat berbohong, apakah kamu tidak bisa mengerti situasinya? Selepas terjadi pemerkosaan tadi, siapa yang menduga orang lain juga berusaha untuk menekanku, perlukah aku langsung memberitahumu? Sedangkan peristiwa itu sangat masih panas menghantam-Ku, siapa yang menjadi korban didalam insiden itu? Aku! Diriku, bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa aku tidak mempedulikan-Mu. " keluh Kira.


June Sin terdiam.


" tentu aku akan memberitahu-Mu dengan semua apa yang telah terjadi sebelum ataupun setelahnya yang akan menimpa-Ku nanti. Siapa yang aku bohongi, June Sin adalah satu-satunya orang kepercayaan-Ku. " lanjut katanya.


" Aku benar-benar minta maaf " sesalnya menunduk.


June Sin mempaku. Melihat ekspresi yang ditunjukkannya, sontak Kira merasa tidak nyaman hati dengan gerutuannya baru saja. Tak lama kemudian pun, ia berjalan menghampiri lalu langsung memeluk posisi menyamping.


" aku menyesal, maaf. " ungkap Kira.


" Sekarang aku benar-benar merasa khawatir, darimana asal mereka berdatangan? Kata penolakan sama sekali tidak bisa membuat mereka paham. Persetan! Aku tidak menduga akan adanya masalah ini. Bagaimana bisa aku lengah! Darimana awal mulanya persoalan ini? " bimbang June Sin adu mulut didalam hati.


Seketika June Sin tersadar.


" Sungguh marah? " tanya Kira.

__ADS_1


" Oh tidak! B...bukan begitu maksudnya. " lekas berdiri.


June Sin mendekapkan kedua tangan dibahu Kira dan menatap dengan penuh kebahagiaan serta tersenyum manis, lalu berkata


" tetaplah bersama denganku, apapun yang akan terjadi nanti. "


Kira tersenyum manis. June Sin langsung memeluk, terasa lembut sekali kehangatannya dibenak Kira.


" mari kita untuk saling menjaga. Jika ada salah satu diantara kita tengah terjatuh, berjanjilah harus membuatnya bangkit kembali, berjanjilah apapun itu... kata peninggalan tidak akan pernah terjadi ataupun terucap. " imbuh June Sin.


Malam tiba, waktu menunjukkan pukul 7 malam. Kira baru terbangun dari tidurnya.


" aahh aku ingin buang air. " erangnya langsung berdiri dari kursi panjang lekas berjalan menuju kamar kecil.


Setelah usai ia duduk kembali di sofa. Kira melihat selembar kertas terhampar diatas meja, lalu dibaca.


" Sepertinya hari ini aku akan pulang terlambat sekali, untuk makan tidak apa-apa menyiapkan sendiri? Benar-benar minta maaf. " pesan June Sin tertulis dikertas tersebut.


Kira tersengih

__ADS_1


" Dia sangat pekerja keras, aku semakin penasaran... bagaimana cara ia tidur, diwaktu kapan akan beristirahat dengan sungguh-sungguh. " ucap Kira.


" Crang!!! " suara pecahan kaca


Sekonyong-konyong terdengar jelas bunyi sesuatu tiba-tiba saja datang dengan lantang hingga bisa menembus ke dinding-dinding ruangan.


Seketika keruan saja membuat Kira terperanjat sangat.


" Apa itu?? Bunyinya seperti didalam kamarku. " bingung.


Rasa ingin tahu hadir, Kira pun berjalan menghampiri sumber suara tersebut. Sampainya ditempat, keruan sekali ia terkejut-kejut setelah melihat sebuah kaca menerobos masuk oleh sesuatu benda yang tak diundang menghancurkan kaca jendela kamar Kira.


" apa ini? Apa yang sebetulnya sudah terjadi? " gelisah.


Kira perlahan berjalan mendekati arah jendela itu, lalu dengan alon melihat dibalik kaca tersebut untuk mengetahui kebenarannya. Sesudah memastikan, keterkejutan melebihi sebelumnya, sebab nampak diluar sana ia tidak melihat atau mencium apapun adanya seseorang yang hadir disana. Perasaan khawatir juga takut seketika menyekik diri Kira.


" June Sin sedang tak ada dirumah, bagaimana ini? Hal baik apa yang seharusnya aku lakukan sekarang, benar-benar merasa resah sekali. " gumam-Nya tidak tenteram hati.


Tak lama kemudian Kira teralihkan ke sebuah benda tadi yang ternyata itu adalah penyebab dari pecahnya kaca tersebut. Berjalan menghampiri, ragu-ragu untuk mengambil, hasil pun ia memegang benda itu dengan gemetar rasa takut menghantui dirinya. Setelah melihat lebih jelas dimata Kira, terlihat barang tersebut ternyata sebuah batu yang dibalut selembar kertas, lebih mengejutkannya lagi, terdapat adanya tulisan diatas kertas itu, sontak langsung Kira membacanya.

__ADS_1


" Ingin kamu yang datang atau aku yang datang? Berharap aku saja yang menghampiri ketempatmu berada, karena terasa sekali seperti sebuah undangan yang diungkap secara tidak langsung olehmu. " pesannya didalam tulisan.


__ADS_2