BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
The Exam Starts


__ADS_3

......................


" Bukankah tadi kamu mengatakan menyusul Vanya? Lalu dimana sekarang ia? Aku mengira kalian akan pergi bersama kesini. " tanya Kira sambil berjalan bersama-sama.


" Oh... Dia menyusul nanti. Sebaiknya kita cepat melihat semuanya sudah beres atau belum. Ayo ayo. " gesa Anika berjalan agak cepat.


Sampai disana. Mereka berdiri di hadapan pintu. Nyata terlambat sudah, tak ada siapa-siapa lagi yang berdiam di tempat tersebut.


" sudah ya? " ucap Anika sedikit khawatir.


" Ceroboh ya? Perlukah kita gesit berlari sekarang? " cemas Kira juga.


" Kreek... " pintu ruangan tiba-tiba terbuka.


" Oh? " kejut Lucky melihat Kira, wajah tampak masih berawai.


Begitu pun juga Kira, terlihat segan untuk menatap terhadap Lucky.


" Pak Lucky? " Anika sama terperanjat gugu berkata.


" O-oh! Anika juga? Lah??? Apa yang sedang dilakukan disini? Ada urusan apa memangnya itu? " tanya Lucky.


" A-aa... Kami terlambat bergabung ya Pak sepertinya? Mereka semua sudah masuk kembali ke dalam kelas? " gugu Anika.


" Apa?? Oh tentu saja. Astaga! Yang benar saja kalian... Di momen sepenting ini bisa-bisanya juga bertingkah begitu? Cepat-cepat menyusul! " suruhnya juga agak marah.


__ADS_1


" A-aaa i-iya iya pak. Maaf, kami permisi. " pamit Anika seraya menarik tangan Kira dan berlari terbirit-birit.


Sebelum beranjak pergi, nyata Kira menoleh sejenak ke arah Lucky.


Tiba di depan pintu kelas, rupanya memang benar seperti yang di perdugakan. Tak berlama-lama, mereka langsung saja melangkah untuk masuk.


" Tok, tok, tok... " suara mengetuk pintu.


" Permisi... " ucap Anika.


Serentak mereka yang mendengar melihat ke arah lawang pintu. Termasuk juga gurunya terkejut langsung melambaikan tangan serta menunjuk-nunjuk. Anika begitu pun Kira sigap masuk sambil menundukkan kepala.


" M-mohon maaf Bu. " gagu Anika.


" Dari mana emangnya? " tanya Mey wali kelas tersebut.


Seketika ia langsung tepekur dan mengingat-ingat.


" Oh... Ya mungkin benar, tapi memang melakukannya bisa menguras waktu sebanyak itu ya? " ganjil Mey.


Nampak mereka berdua terpaku diam seraya masih menunduk.


" Ayolah cepat masuk. " hardik Mey.


" B-baik Bu, kami mohon maaf sekali lagi. Terima kasih. " tuturnya lekas berjalan ke kursi masing-masing dan duduk.


" Baik, karena semuanya sudah hadir kecuali Ajune Shinee. " ucap Mey.

__ADS_1


Sontak hati Kira tertarik setelah mengindahkan ricauan Guru itu.


" sambil lalu... Berbicara selintas soal June Sin. Kami dari sekolah belum mendapatkan kabar sama sekali dari pihak June Sin. Setidaknya selembar kertas saja datang kepada kami, tapi nyata pun tak ada. " bebernya.


" mungkin, siapapun disini yang merasa dekat dengan beliau tolong diperhatikan. Karena sesungguhnya kami juga tidak tahu June Sin itu selalu berada di dekat siapa, jadi intinya yang merasa mohon di sampaikan. Jika ia kembali untuk mengikuti ujian, tidak bisa dilakukan pada hari kita yang sedang berlangsung ini. Jadi maksudnya, bagi mereka tertinggal akan diberi kesempatan 1 minggu setelah UAS selesai untuk bisa menyusul ujian sekolah. " lanjut penjelasan-Nya.


Cukup lama bertingkah, pada akhirnya pun UAS tahun ini dimulai. Nampak mereka sibuk berdiam tenang dengan persoalannya masing-masing.





" Triring! Triring! " bel sekolah berbunyi menyatakan waktu istirahat tiba.


Kini sudah 2 mata pelajaran yang baru saja usai dikerjakan oleh para siswa disana.


" Triring! Triring! " bel kembali berbunyi menandakan ujian akan di mulai lagi.


Serentak semua para murid berlarian masuk ke dalam kelas masing-masing.


Di pelajaran ketiga rupanya Biologi. Pengawas-Nya dari Guru sejarah. Memusatkan kembali dengan pekerjaan sendiri-sendiri. Di tengah para siswa sedang fokus, tiba-tiba seseorang datang dan berdiri di lawang pintu. Sebagian dari mereka spontan menoleh, Kira termasuk.


" Pak Lucky Pak Lucky! " antusiasnya.


Terlihat, Guru laki-laki itu melambaikan tangan bentuk menyapa serta tersenyum manis kepada murid-murid disana. Sontak mereka yang menyaksikan langsung syok terkejut-kejut melihat tingkah Lucky yang sangat langka menunjukan sikap begitu di sekolah. Sedangkan Kira rupanya daritadi ia memang sedang menatap terus sungguh terhadap Lucky.

__ADS_1



__ADS_2