BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode #77


__ADS_3

Alhasil ia pun berkeputusan untuk pergi juga.


Sepanjang perjalanan Kira terus mengawasi setiap sudut di sekelilingnya. Ia memilih tempat untuk makan berbeda arah dari yang sebelumnya di ambil. Hingga sampai di sebuah kedai cukup jauh dari rumahnya, sebab memang di sekitaran kediaman Kira tidak ada tempat makan umum selain kedai tuak yang berada dekat di lingkungannya tersebut. Tiba di tempat Kira memesan lalu menunggu ketibaan makanannya.


" Sepertinya berjalan normal, mereka juga sibuk dengan kehidupan masing-masing sambil menyantap makanan itu. Tidak perlu mengkhawatirkan apapun? " pikirnya menengok ke sekeliling.


Di tengah-tengah mengawasi lingkungan mendabak saja,


" K-kira? " gagap seseorang memanggil dari arah belakang Kira.


Sigap menoleh.


" Keno? " sahut Kira.


" H-hai. " sapa tersipu malu.


" Oh halo, mau pesan makanan juga? " duga Kira.


" Hehe... Tidak banyak, sebetulnya aku hanya ingin singgah untuk minum, u-um... mungkin makanan kecil juga hehe... " jawabnya tersengeh.


" Oh... begitu. Yasudah mari duduk disini bersama. " ajaknya.


" O-oh! Apakah tidak apa-apa? Bolehkah? " cengang Keno.


" Eu-euuu... Ya tentu saja mengapa tidak. Aku juga sedang menanti pesanan untuk dibawa pulang, jadi mungkin agak sedikit jengkel bisa lama menunggu. Akan sangat menyenangkan jika ada seseorang yang kita kenal ikut bergabung bukan? " ujar Kira.

__ADS_1


" Hehe benar. " sipunya.


Alhasil dia pun duduk di sebelah Kira dengan perasaan canggung hati.


" Eu-euuu... Terima kasih kehangatannya Kira. " tutur Keno.


" Eh? I-iya tentu. Bukanlah masalah, kita adalah teman sudah sewajarnya menurutku begitu. " sahut Kira.


Tiba-tiba seorang pelayan kedai datang langsung berkata.


" Ada yang perlu dibantu? Ingin memesan? "


" 1 gelas Vodka minum disini. " pintanya.


" U-um... Kira ingin minum apa? " celetuk Keno bertanya.


" Hah? O-oh... T-tidak... Aku sedang tidak minum, akan sangat merepotkan untuk bisa pulang nanti. " elaknya.


" Oh... apakah begitu? Benar menolak? " lanjut ucap Keno.


" Eh salah, sama sekali tidak menolak. Aku bersungguh-sungguh. " hindar Kira lagi.


" Baik, terima kasih mohon menunggu sampai pesanan tiba. " ujar pelayan.


Keno spontan mengangguk.

__ADS_1


Mereka berdua saling menunggu hidangan masing-masing tersebut.


Kiri yang pada awalnya sedikit tidak mengacuhkan Keno pun mulai tertarik lagi untuk mengobrol lebih banyak, bertujuan ingin mengetahui lebih jelas mengenai tentang June Sin.


" Sulit di percaya ya... Ujian mengerikan itu sudah siap aja menunggu korban selanjutnya tiba. " basa-basi alih pertopikan bincangan.


" U-um... " gugup Keno mengangguk lagi.


" Begitu... Apakah obrolanku itu membosankan ya? " ganjil Kira.


" T-tidak! Sudah tentu sama sekali tidak membosankan hehe... " sigap menyahut.


" Benarkah? Apakah begitu? Syukurlah sangat senang mendengarnya, terima kasih. " ungkap Kira.


Laki-laki itu tersenyum mengsipu malu untuk menoleh ke arah Kira. Tak berlangsung lama Kira pun mulai melanjutkan cakapannya. Meski perasaan gelisah resah takut untuk bertanya tentang hal itu, ia berusaha tegas menahan diri lalu berlanjut langsung.


" oh iya, pernah mendengar sesuatu tentang seseorang yang baru-baru ini terjatuh dari atas tangga sekolah? " celetuk Kira serta jantung berdegup kencang.


" Seseorang jatuh dari tangga? U-um... Apakah benar kejadian itu sungguh bisa terjadi? " linglung Keno.


" Eh?? Benarkah? Kamu tidak tahu? Atau apakah di waktu tempo hari kamu sedang tidak masuk kelas? " kejut Kira.


" Eh tidak tidak! Oh iya aku baru mengingatnya. U-um... tentu saja aku mengetahui jelas. " jawabnya.


Seketika Kira terperanjat mata terbelalak lebar saking girang hatinya mendengar apa yang baru saja diucapkan Keno tersebut.

__ADS_1


__ADS_2