BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 103


__ADS_3

Kira tak menanggapi ujaran Lucky secara kontan. Tepekur sejenang, lalu berkata.


" Saya juga berpikir demikian. "


Seketika saja Lucky tersenyum puas juga ingin terhadap Kira. Kembali menyetir. Tak lama, pria itu berujar lagi.


" Sebelum aku bertemu denganmu pertama kali di bar pada malam itu, sebenarnya aku sudah memang tertarik lalu mengikutimu. Um... Begini, aku melihat Kira sedang berjalan dengan dua laki-laki sekaligus di tepi jalanan, entah sebab apa ia menghantam kedua pria itu menggunakan botol miras yang dibawa yang baru saja dibelinya. Jika boleh aku ketahui, apa yang sebenarnya terjadi? "


" dan bahkan bahkan... Aku menyaksikan dengan kedua mata ini sekaligus secara langsung kau tertabrak oleh sebuah mobil hingga jatuh ke jurang, 'kan? " imbuhnya.


Keruan semburan darinya membuat Kira terkejut-kejut, mengkaku lidah untuk menjawab.


" O-oh... Benarkah? T-tapi, saya sama sekali tidak melihat bapak di waktu itu? " ujar Kira.


" Ya... Jika saja para lelaki itu tidak ada, mungkin aku juga akan lanjut mengejar dan menunjukkan diri padamu. " sahut Lucky.


" O-oh... Apakah begitu? Um... Saya juga tidak kenal dengan orang yang bapak maksud itu. Untuk alasan mengapa saya... Bertindak kasar kepada mereka, saya hanya melakukan perlindungan diri." jawabnya lagi.


" Oh... Jadi apakah maksudmu, ternyata si dua laki-laki itu mencoba untuk merogol-Mu? " duga Lucky bertanya kembali.


Kira mengangguk.


" Iya. "

__ADS_1


" Kini baru bisa Ku-pahami. "


" um... Kira, apa yang kau rasakan dengan keadaan jiwa masih seorang gadis selama ini? Cukup mengganggu pikiranku, mengapa mereka tetap menahan padahal rasa ingin sebenarnya sungguh-sungguh selalu mengguncangkan diri mereka di setiap saat, 'kan? " imbuh Lucky.


Kira terdiam.


" Mengapa pertanyaannya terkadang menyerang diriku begitu? " rentan Kira bergumam.


" Ya... Aku tahu. Jawaban itu memang seperlunya hanya kau saja yang tahu. Maaf jadi ikut menggagu pikiranmu juga. " celetuk Lucky.


Kira menundukkan pandangan.


" Mohon maaf jadi membuat pak Lucky tidak nyaman. " tutur Kira.


" Nampaknya tidak ada waktu istirahat untuk hari ini ya Kira? " senda gurau Lucky.


" Hehe... Sepertinya memang begitu. " Kira tersengeh.


" Baiklah, jangan lupa untuk sarapan ya sebelum berangkat? " pesannya.


" Iya pak. Terima kasih banyak. " tanggapnya.


Kira turun dari dalam mobil. Lalu berdiri menghadapi Lucky lewat kaca jendela mobil.

__ADS_1


" Kerja yang bagus untuk hari ini, lakukan terus yang terbaik ya Kira? " peringat Lucky.


" Iya pak. Terima kasih banyak. "


" um... Pak Lucky ingin mampir lebih dulu kesini? Setidaknya sebentar untuk menambah stamina tubuh Pak Lucky? " tawarannya.


Seketika perkataannya jelas membuat Lucky geli hati.


" Iya baiklah, saya sangat tertarik terima kasih atas sajian-Nya yah? " olok-olok Lucky sedikit tertawa.


" haha... Itu lucu sekali. Hey bagaimana bisa kau mengundang seorang tamu secara tiba-tiba begitu? Tidak apa, jujur saja itu sangat membuatku senang hati. Tapi untuk sekarang kini mungkin tidak akan bisa. Mari lakukan di lain waktu, bagaimana? Keberatan aku berkunjung? Aku memang harus sesegera-Nya pergi dan bersiap. " imbuhnya.


" T-tidak, tentu saja saya dengan senang hati juga menerima. " gagap Kira menjawab.


" Ya... Aku harus pergi sekarang ya. " ucap Lucky berpamitan.


" O-oh... Benar-benar mengucapkan terima kasih banyak. Saya belajar melimpah sekali dari Pak Lucky. " ungkap Kira menundukkan kepala.


" Iya tentu, kapanpun. kalo begitu, saya pergi. " pamit Lucky.


Kira tak bisa berbuat apa-apa akan keinginannya Guru tersebut.


Singkat cerita, akhir pun Kira sudah sampai di dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2