
" Selamat siang. " sapa Lucky tersenyum.
Sulit dipercaya, sekonyong-konyong saja tanpa tanda-tanda Guru pria itu datang menghampiri rumah Kira setelah ia menyatakan absen hari ini di sekolah, keruan sekali dirinya terkejut juga sangat panik tambah ketakutan ikut serta menghantam jiwa dan pikirannya. Kira memalingkan muka.
" apa kabar Akira Noie? Lama tak jumpa. " ujar Lucky lagi.
" E-uuu... silahkan masuk pak. " ajak Kira perasaan gelisah resah.
" Terima kasih. " tersenyum dan masuk.
Kira terpaksa meminta laki-laki itu untuk masuk meski begitu pun ia harus tetap menghadirkan rasa hormatnya kepada siapapun tamu yang datang ke rumah jika masih berada tinggal di daerah tersebut, terutama sebab Lucky adalah seorang gurunya di sekolah hal itu jelas membuat Akira Noie merasa takut jika tidak memperlakukan secara baik akan berdampak buruk kepada nilainya positif akan menghambat masa depan Kira.
" Silahkan duduk pak, mohon maaf sekali jadi merepotkan. " ujar Kira rendah diri.
Duduklah Lucky disana, lalu Kira ikut menyusul duduk di kursi yang berbeda.
" Sangat berterima kasih. " ungkap Lucky seraya beranjak.
" Maaf, bapak ingin minum apa? Saya buatkan. " tawarnya.
" Terima kasih semuanya, tapi saya tidak akan lama berdiam disini, tolong perhatikan saja saya baik-baik mengerti? " pungkasnya.
__ADS_1
Seketika Kira pun sedikit kaget lantaran respons-Nya. Lucky mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang di bawa dan ternyata isinya adalah selembar kertas, entah apa yang tertulis diatas benda tersebut.
" ini adalah formulir pendaftaran bagi siswa-siswi yang akan ikut menjadi peserta ujian minggu depan nanti, saya harap pihak kamu bisa menerima pengajuan izin ini dengan hangat. " ucap Lucky sembari meletakkan kertas itu di hadapan meja Kira.
" O-oh! I-iya pak! " jawab Kira.
Keruan saja ia agak terkejut baru mengetahui ternyata jika ingin mengikuti ujian pun harus menggunakan surat pernyataan terlebih dahulu. Kira mengambil kertas tersebut serta dengan pulpen, saat hendak ingin melakukan Lucky menahan.
" Bukan! Tunggu, tidak boleh kamu, tidak mengizinkan murid mewakilkan dirinya sendiri. " tandasnya.
" Hah? " Kira linglung.
" Mohon panggilkan orang tua kamu, urusan ini hanya sebentar tidak akan memakan banyak waktu, dimana mereka? " tanya Lucky.
" ada apa? Sedang keluar kota? Baiklah tidak mengapa, masih memiliki esok hari lagi untuk bisa menyelesaikannya. " ucap Lucky lagi.
" Mohon maaf pak sebelumnya, bagaimana jika tidak perlu mendapatkan persetujuan dari perwakilan murid? " kata Kira.
" Tidak bisa, bahkan ini taruhannya kembali untuk dirimu sendiri, celaka akan mengancam kamu. Mengapa memangnya? Ada masalah hubungan? " ujar Lucky.
" Apa yang akan terjadi jika salah seorang siswa menyangkal keinginan pihak sekolah? "
" Ini bukan hanya sekedar keinginan kami, semuanya tetap saja kembali kepada kalian, masih ingin mengikuti ujian di tempat kami? Pernyataan ini juga sangat penting diadakan untuk memberi peluang bagi pihak murid. Mereka akan menyetujui anak-anaknya ikut UAS di sekolah kami tapi beresiko pengulangan pelajaran lagi dari awal semester. " tutur Lucky menjelaskan.
__ADS_1
" Bukankah itu mungkin hal yang wajar? " ucap Kira.
" Tidak perlu merasa khawatir, jika memang hal itu yang ditakutkan pihak siswa, mereka masih tetap bisa menolak. " imbuh Lucky.
Kira bingung linglung.
" Jadi... apa maksud dari semua itu? Apa kesimpulannya? " tanya Kira.
" Kami membutuhkan persetujuan dari mereka masih tetap ingin menjadi peserta ujian kami nanti atau berkeputusan saja untuk pindah sekolah, agar... resiko yang kami berikan untuk pihak lawan tidak kewalahan, pastinya itu akan diterima dengan berat hati. " paparnya lagi.
" P-pindah? " kaget Kira.
Terus mengocehnya Lucky, Kira sempat memgumpat bentuk rasa gemas-Nya.
" apa ini? kenapa dengan dia ini? jauh-jauh hanya untuk penyampaian yang tidak berguna? ini sungguh merepotkan. " gumam-Nya.
" Itu adalah perihal buruk opsi kedua yang akan saya beritahukan tadi sebelumnya, opsi pertama mungkin ini akan sedikit menjengkelkan, sebelum bisa masuk ke tahap UAS yang sebenarnya mereka akan diuji terlebih dahulu di penyisihan awal sebelum esoknya hari-H, jika mereka gagal ini yang terberat mereka akan tetap dinyatakan tidak lulus mengikuti UAS kami di tahun ini. "
Disinilah baru ia terkejut-kejut.
" Apa!? Tunggu! B-bagaimana... apa itu maksudnya? " Kira terperanjat sangat.
" bagaimana dasar penataan begitu ada? Ini mustahil! Tentu saja keberatan, tunggu, bukan hanya saya saja yang akan merasakan pasti siswa yang lainnya juga sama pak. " bantahnya.
__ADS_1
" Tidakkah kamu merasa ganjil melihat 14% siswa disana melampaui usia kamu? mereka hampir setara dengan saya, nampak kah dari wajah mereka yang seharusnya berada di posisi anak sewajarnya? mungkin tujuan mereka semua sama seperti niat kamu berpindah kemari 'kan?! " ketus Lucky menyindir.