
Mengejutkan, terlihat Kira malah melamun disaat Lucky sudah sekian kini cukup banyak mengoceh.
" astaga ini manusia. " lesu hati Lucky kesal.
Guru itu berupaya memutuskan untuk menyadarkannya sekali jalan juga mengejutkannya.
Mendekati wajah Kira, hingga kini mereka saling berhadapan muka. Terlihat jarak sangat dekat sekali. Tiba-tiba,
" Wuuuhh... " Lucky meniup pelan di wajah gadis itu.
Keruan saja Kira pun tersadar.
" Uh!! " kejut sangatnya spontan mundur diri.
" Bangun juga ternyata. Sudah selesai, 'kan menjelajahi dunia mimpinya? " olok-olok Lucky.
" A-aa... " seketika Kira tergugu-gugu.
" m-mohon maafkan saya pak! " sigap berucap.
" Aku tidak berharap harus merevisi kembali semua perkataan-Ku tadi. " sindirnya.
" Mohon maafkan saya pak. " ulang Kira.
" Astaga... Yang benar saja!! Kau bis-- " gerutuan Lucky terpotong.
" Permisi Pak Arata mohon maaf mengganggu waktunya. " selang seseorang tiba-tiba datang langsung menengahi ricauan Lucky.
Seketika juga ia bangkit dari kursi.
" Apa yang salah denganmu? Siapa yang mengizinkanmu masuk?? " spontan ucap Lucky wajah tampak syok sangat.
__ADS_1
" bagaimana kau bisa tahu juga? Tempat keberadaan-Ku disini? " imbuhnya pelan suara perasaan panik.
Rupanya perhatian Kira daritadi memang teralihkan disebabkan karena ketibaannya seorang wanita yang muncul secara tiba-tiba masuk lewat pintun, tengah berjalan di arah belakang Lucky.
Tidak menyahut, ia malah bertingkah tersenyum ceria memandang sungguh kepada Guru pria itu sembari berdiri tegak sekarang mereka berdua saling berhadapan.
Tak lama kemudian, entah karena apa ia beralih pandangan melihat kepada Kira kini.
Keruan hal itu membuatnya tidak nyaman juga sedikit merasa takut cemas.
" aku bukan menyuruhmu untuk malah memerhatikannya. Siapa yang mengutusmu kemari katakan dengan jelas! " ujar Lucky agak mendesak.
Benar-benar sama sekali tak ada tanggapan dari wanita itu, anehnya ia terus menatap tajam terhadap Kira dengan ekspresi wajahnya yang cukup sulit dipahami, menampakan tersenyum ceria. Tak berkepanjangan Lucky pun memutuskan,
" sudahlah ayo keluar saja. " ajak dinginnya menangkap lengan wanita tersebut.
Tiba-tiba,
Hilang keseimbangan karena bertindak secara mendadak, diluar dugaan mengejutkan si wanita sekonyong-konyong langsung saja mencium bibir Lucky, bahkan meski di hadapan Kira pun.
Sigap juga si Guru pria menyangkal.
" apa yang salah denganmu? " syok Lucky wajah tampak murka.
" Aku akan keluar jika anda melakukan French Kiss lebih dulu. " ucap wanita.
" Hah? Sudahlah, jangan bertingkah gila sekarang ini aku hanya memintamu untuk pergi saja. " kata Lucky dingin.
Sulit dipercaya, perempuan itu malah melangkah lebih mendekati Lucky.
__ADS_1
" Aku bersungguh-sungguh Pak Arata. " kecamnya masih berekspresi sama.
" Apakah tampangku juga mengatakan sedang tidak bersungguh-sungguh? " lawan Lucky spontan.
" Ahahmm... " gelaknya mengolok-olok.
" baiklah jika inginnya begitu, biar aku saja yang bercanda. " ejeknya tertawa kecil sambil tersenyum.
" aku pergi ya?? " main-mainnya lagi.
Terlihat jelas Lucky sama sekali tidak menanggapinya.
" baiklah, berarti benar saja Pak Arata ingin menyingkirkan ya rupanya? " lanjut kecohnya.
Bergerak pun dirinya beranjak pergi berjalan ke arah pintu keluar. Memegang gagang pintu, wanita itu kembali lagi melihat ke arah mereka berdua yang juga demikian tengah mengawasinya.
" panorama yang manis sekali. " olok-oloknya tersengih.
" namun terlalu tajam bagi mataku untuk melihatnya. " imbuh wanita seraya menutup pintu.
Keruan Kira lumayan merasakan keterkejutan baru yang tak biasa lagi.
" Lupakan, dia salah berkunjung. Kembali duduklah. " ulang undang Lucky.
__ADS_1