BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 51


__ADS_3

" Tidakkah kamu merasa ganjil aneh melihat 14% siswa disana melampaui usia kamu? mereka hampir setara dengan saya, nampak kah dari wajah mereka yang seharusnya berada di posisi anak sewajarnya? mungkin tujuan mereka semua sama seperti niat kamu berpindah kemari, 'kan?! " ketus Lucky menyindir.


Seketika Kira terkejut setelah mendengar perkataan-Nya dan mempaku diam.


" sudahlah saya benar-benar tidak memiliki banyak waktu, sebaiknya cepat segera panggilkan orang tua kamu, bukan hanya kesini tempat yang harus saya datangi hari ini. " cetusnya agak marah.


Kira pun menjawab.


" Saya yatim piatu. "


" Apa?! " kejut Lucky langsung.


Mereka terdiam.


" jangan bermain-main! " peringat Lucky.


" Betul, mungkin memang benar utama tujuan saya datang kemari adalah untuk merubah takdir saya yang akan datang nanti. Bagaimana tanggapan sekolah menangani perihal keadaan saya? " ujar Kira.

__ADS_1


Perbincangan di selang dengan tidak bersuara lantaran rasa cengang yang menendang diri Lucky, meski begitu tentu rasa senang hadir di dalam benaknya.


" Kamu tinggal sendirian sekarang? " tanya Lucky.


Kira memalingkan muka.


" aku mendengar bahwa kamu absen hari ini di sekolah, sebelum itu... kedatangan aku kesini sebenarnya sekali jalan akan menegaskan dirimu secara keras karena perbuatan kalian yang juga sangat fatal untuk bisa dimaafkan. " bebernya.


Sontak Kira pun terkejut-kejut dan menoleh ke arah Lucky.


" kalian bekerja sama menipu sekolah benar begitu? " imbuh Lucky.


Kira jelas terkejut-kejut setelah mendengar ujaran dari-Nya dan tak bisa berkutik apapun. Kemudian Lucky membenahi barang-barangnya yang tergeletak di atas meja tersebut, lalu menghembuskan napas dan berkata lagi.


" tapi... aku menyukainya, sangat suka dengan nyali besar kalian, luar biasa sekali. " olok-oloknya juga tersenyum.


" baiklah, lantaran saya kurang tahu cara menangani masalah kamu saat ini, saya akan melewati Akira Noie, mungkin esok hari saya datang kembaliĀ  setelah mendapatkan info keputusan dari kepala atas. Jujur saja saya bersungguh-sungguh baru mengetahui kondisi kamu yang sebenarnya. " lanjut ucap Lucky.

__ADS_1


Ia langsung berdiri tegak dari kursinya untuk bergerak pergi keluar dari rumah Kira. Niat dihentikan spontan oleh Kira meraih tangannya, Guru itu menoleh ke arah Kira dan saling mempaku diri.


" Tolong jangan lakukan! M-mohon maafkan saya! " ungkap Kira seraya menutup mata.


Seketika rasa ambisi Lucky menggejolak sekali tapi ia dengan keras menahan. Lucky meraih lengan Kira yang tengah memegang tangan ia untuk melepaskan genggaman-Nya.


" Jika itu memang yang kau inginkan sebenarnya, maka jadilah orang baik pada umumnya. " pesan Lucky.


Kemudian ia pun langsung pergi meninggalkan Kira. Keruan sekali perempuan itu terperanjat melihat sikap Lucky yang begitu dingin menurutnya, ia berpikir bahwa pria itu tengah sungguh-sungguh marah kepada-Nya sebab perbuatan Kira semalam.


" Bagaimana mungkin bisa dia berpikir bahwa aku memang telah berbohong? Ini mustahil terjadi, aku benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. " Kira tercengang.


Terdiam sejenang, sekonyong-konyong sesuatu hal melintas di dalam pikiran-Nya.


" apakah telah terjadi sesuatu menimpa June Sin? " sangka-Nya mulai gelisah khawatir.


Rasa ingin memastikan untuk pergi menyusul ke sekolah hadir di dalam benak Kira, tapi niatnya terus di bantah juga oleh dirinya sendiri, sebab jika keluar rumah sekarang keadaan sangat tidak mendukung adanya Kira disana. Jam menempatkan pukul 18:09 malam, hingga saat ini Kira belum mencium atau pun melihat adanya kehadiran June Sin di rumah.

__ADS_1


" apa hari ini dia ada pelajaran tambahan? Atau tugas lain yang datang mendadak di berikan kepada June Sin? Tunggu! Atau mungkin dia langsung pergi ke tempat kerja? " pikir-Nya.


__ADS_2