
" K-kira? " syok Lucky.
" Akh... " rintih Kira terjatuh duduk di lantai.
Dengan perasaan masih kebingungan juga terkejut, Lucky pun berjalan menghampiri.
" Kira ada apa? " tanya Lucky jongkok berhadapan.
" P-pak Lucky? O-oh, apakah pelajaran ujian pertama itu biologi? " pikir Kira balik bertanya menundukkan kepala.
" O-oh... Tidak, dijam pertama bukan pelajaran saya. " sahutnya.
" O-oh... Benarkah? Oh... Jadi begitu. " paham Kira.
" apakah kelas belum dimulai pak? " imbuh Kira.
" Tidak lama lagi sepertinya. " jawabnya.
" mengapa kamu memejamkan mata? Apakah masih tertidur? Dalam keadaan mengantuk? " duga Lucky.
" A-aa... U-um... " gagu Kira.
" rasanya mataku sakit sekali jika dibuka, kenapa ya? Aku harus bagaimana? Apakah pak Lucky bisa membantu? Bisakah dipercaya di situasi sekarang? Celaka jika memburuk, ini benar-benar terancam! Ujian di depan mata sekarang. " bimbang Kira dalam hati.
" Apa? " agak sebal Lucky.
" apa yang salah sekarang? " lanjutnya bertanya.
" Pa-pak Lucky, mata saya merasa sakit ketika dibuka. " beber Kira.
" Mata? Sakit? Kenapa memangnya? Ada masalah apa hingga bisa begitu? " tanya Lucky lagi.
Meski ada rasa takut bimbang untuk berkata, akhir pun Kira tetap berusaha berungkap.
" Saya kurang tahu. Sebelumnya saya bertemu dengan seseorang, dan entah karena apa ia tiba-tiba menyiramkan sesuatu ke wajah saya. " lanjut ceritanya.
" Apakah begitu? "
" biar aku lihat lebih dulu agar bisa tahu untuk membantu nanti. " tutur Lucky lagi.
Lucky memegang kedua mata Kira secara perlahan-lahan, saat ingin dibuka mendabak gadis itu merintih kesakitan.
" Aw... "
" Tunggu. " ujar Lucky seraya berdiri.
__ADS_1
Laki-laki itu beranjak pergi untuk membukakan pintu. Saat hendak dilakukan, nyata tidak bisa.
" apa ini? Argh... Keadaan sama seperti sebelumnya ya. Merepotkan. " Lucky berdesah.
" argh... Rasanya sulit juga untuk bisa melihat, ruangannya menjadi gelap sekali sebab pintu ini tertutup rapat. " rentan Lucky menghembuskan napas.
" lalu bagaimana caranya kita bisa keluar sekarang. Terutama kau, tak lama lagi ujian akan segera dimulai. " gerutu Lucky.
Kira yang baru menyadari sontak bertanya.
" Memang ini ruangan apa? "
" Hah? Oh... Aku juga kurang tahu, tapi ruangan ini adalah tempat untuk para murid ujian PJOK nanti. " sahutnya.
" Ternyata ini bukan kelas-Ku. " gumam Kira.
" saya benar-benar menyesal, mohon maafkan saya pak. " ungkap Kira.
" Tidak ada celah untuk kau berkata begitu, berpikirlah, kini kita terjebak disini. Waktu aku ingin masuk juga membutuhkan perjuangan hebat untuk membuka, terlebih dibutuhkan 3 orang saat itu. Argh... Bagaimana ini. Orang mana memangnya yang akan tiba-tiba datang begitu saja kemari. " keluh Lucky.
Nampak Kira masih dalam keadaan yang sama menutup mata menahan sakit keperihan. Cukup lama waktu berjalan. Lucky yang tengah duduk bersandar dipintu seketika saja rasa marah membeludak, sigap berdiri secara langsung. Mengejutkan, ia memukul-mukul pintu itu dengan sangat keras.
" Brak! Brak!! Brak! " pukulan secara beruntun.
Kira yang mendengar suaranya, keruan merasa gentar sekali akan kegusaran yang ditunjukkan Lucky.
Kesunyian diantara mereka terus berdatangan.
" aku merasa frustrasi, tentu ini membantu. " ucap Lucky sembari menghisap tembakau.
Kira yang merasa juga tak nyaman pun mencoba untuk membuka perbincangan. Tetapi saat hendak melakukan tiba-tiba ia terbatuk-batuk lantaran asap yang ikut terisap oleh Kira.
" Uhuk uhuk, uhuk uhuk. "
Nampak Lucky tak memperhatikan. Tak lama, Guru itu pun mematikan rokoknya juga dengan cara diinjak.
" benar-benar minta maaf pak, jika saya tidak salah memasuki ruangan mungkin peristiwa ini tidak akan terjadi. " ungkap Kira menundukkan kepala.
" Diam diam, aku sedang tidak ingin mendengar apapun. Biarkan aku tenang agar bisa memulihkan energi kembali. " selangnya.
Waktu terus berjalan. Keheningan memenuhi ruangan mereka.
" tentu perbuatanmu bisa dimengerti, siapa memangnya yang bisa berjalan dengan keadaan buta secara tiba-tiba. " celetuk Lucky.
__ADS_1
Kira yang mendengar sontak agak terkejut akan tanggapannya Guru itu.
Lucky bangkit dan berjalan menuju Kira, kemudian ia duduk dekat bersampingan.
" ada masalah apa memangnya? Apa yang sudah kau lakukan hingga orang itu marah dan bertindak begini padamu? " ujar Lucky.
" O-oh... Saya juga kurang memahami maksud dari ucapannya, tapi dia berkata untuk aku berhenti... Menggoda laki-lakinya mungkin. Saya juga tidak tahu, pria mana memangnya yang ia maksud. Saya juga tidak pernah mengganggu lelaki manapun. " jawab Kira agak tergagap-gagap.
" Begitu rupanya. " paham Lucky.
" wanita, mereka memang buta dalam soal para pria. Aku mengkhawatirkanmu, waktu sudah lama berjalan dan keberadaan kita masih terperangkap. Aku benar-benar payah, minta maaf karena tidak bisa berupaya banyak. " tutur Lucky.
" T-tidak, tentu ini bukanlah salah pak Lucky. Saya yang seharusnya sungguh-sungguh minta maaf. " sangkal Kira sesal hati.
Lucky nampak tersenyum manis.
" Oh iya benar, bagaimana kejutan yang aku buat? Kau bangun tepat waktu, 'kan? " ujar Lucky geli hati.
" A-aa oh jadi pak Lucky yang memasangnya? " tuduh Kira.
" Haha... Benar, karena aku menduga bahwa kau pasti akan bekerja keras belajar, akan sangat mengantukkan diri di waktu pagi hari nanti. Kau tahu sendiri, bukan? Hari inilah pemulaian-Nya. " papar Lucky tergelak.
Sikap juga respons yang setiap Lucky berikan selalu membuat Kira tak mempercayai membingungkan. Perilakunya sekarang jelas sangat-sangat berbeda dari yang dulu pernah ia lihat sebelumnya. Hal itu tentu membuat Kira bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi menimpanya.
" oh iya Kira, sudah berapa lama kamu tinggal di kota ini? " tanya Lucky.
" O-oh... Itu... Mungkin 5 bulan lebih. " sahutnya.
" Begitu. Meski begitu, tapi pernahkah kamu memiliki hubungan karib selain si June Sin itu? " ujarnya lagi.
" A-aa... U-um... Mungkin dengan kak Mey. Itu karena kami bertetangga. " jawab Kira.
" Apa alasan kamu mempertahankan keperawanan diri? " celetuk Lucky.
" Hah? " Kira syok berat.
" Kenapa? Apa yang salah? " bingung Lucky.
" aku hanya bertanya, tidak perlu memikirkan hal lainnya. Memangnya mengapa kau tidak melepas kegadisanmu itu? " sembur Lucky.
" Jadi ini benar, pak Lucky memang sudah mengetahui semuanya. Tapi mengapa ia menunjukkan sikap begitu ya kepadaku, tapi apapun itu dengan tindakannya sekarang-sekarang ini jujur itu membuatku nyaman. Perbuatan yang ia lakukan tidak jauh berbeda dengan tujuannya June Sin. " cengang Kira dalam hati.
" Sebenarnya aku masih tertarik bertanya-tanya, hanya sebuah alasan tidak lebih. " ucap Lucky lagi.
" Apa dia sungguh pak Lucky? Benar sudah berubah? " tepekur Kira.
__ADS_1
" Sudah sudah, jangan dipikirkan. Hehe, sejujurnya orang yang ingin aku nikahi itu ternyata masih seorang gadis, itu dasar bukti aku tertarik memiliki hubungan dengannya. Perasaan juga sangat aneh, dengan sebab apa ia masih tetap menjaga keperawanannya. Um... Begitulah alasan aku bertanya-tanya kepadamu tentang hal ini. " ujar Lucky menggoyahkan.
Sontak Kira sangat-sangat terperanjat mendengarnya, ia tidak menyangka ternyata ada juga seorang wanita yang tengah mengalami sama seperti di posisinya selama ini.