BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Kumpulan


__ADS_3

" Apa?! " Kira terperanjat.


" memang apa yang direncanakan Pak Lucky hingga menyuruh mereka datang? " lanjut batinnya.


Keesokan harinya...


Kira memutuskan untuk memakai masker sebagai pelindung diri, sebab takut diketahui oleh Vanya terutama Xie.



Tiba disana, berdiri di depan gerbang Sekolah. Kira melihat memang seperti tak ada satu orang pun yang tampak hadir di dalam sana.


" Berapa orang sebenarnya yang tidak lulus tahun ini? Aku berharap... Bukan hanya... " gumam Kira merenung.


Tak berlama-lama menatap mendiam disana, ia pun berjalan masuk.


" Tuk-tuk... Tuk-tuk... " suara ketukan sepatu menginjak lantai.



................


" Eh eh eh! Kau dengar tidak berita soal kejadian yang menimpa Bu Una dengan kekasihnya itu? Mengenaskan sekali, bukan? Terasa sangat kepedihannya sampai ke dalam diriku juga. " oceh salah satu siswi yang tengah duduk di tempat.

__ADS_1


" Sulit aku percayai juga itu bisa terjadi ya? Tapi hal ini benar-benar membuatku bertanya-tanya, rasa ingin tahu meningkat tinggi! Mengapa peristiwa ini sering kali terjadi di setiap pengujung akhir kelulusan. " tanggap temannya juga.


" Kreek... " pintu terbuka.




" Selamat datang kembali semuanya. "


Seketika mereka yang asik sedang duduk bersantai di atas lantai sigap bergegas-gegas berlari, lalu langsung berdiri tegak di tempatnya masing-masing.


" Selamat datang Pak! " serentak meenyahut.


" Terima kasih atas kehadirannya. " ucap Lucky tengah berdiri juga.


" tujuan undangan saya hari ini adalah, hanya ingin memberikan beberapa buku khusus bagi kalian yang gagal lulus di bulan ini. Saya hanya meminta kepada para murid, untuk tetap konsisten mempelajari apa yang sudah tertera di dalam buku itu nanti. " tuturnya.


Seketika mereka yang hadir mengindahkan perkataan Guru tersebut, jelas terbingung-bingung.


" Buku? Buku apa yang dia maksud? Argh... Keadaan sepertinya memang semakin meresahkan... " keluh kesah si murid.


Pandangan Lucky melihat kesana kemari, seketika juga ia tersadar merasa.

__ADS_1


" Ah... Benar, bagaimana bisa aku lupa. Kelas ini, semuanya pelajar baru ya? Ah... Pantas saja. Baiklah! Dengar! Perhatiannya! Dikarenakan Bu Mey masih berada dalam kondisi yang cukup sulit, maka sebab itu untuk saat-saat ini saya masih juga berposisi sebagai wali kelas KEPANG ( Kelas Ipa Tenang ). Seperti yang sudah saya katakan tadi, kehadirannya kalian semua disini hanya untuk mengambil beberapa buku yang harus segigih-gigihnya di pelajari nanti. Baiklah, tolong tetap menunggu hingga saya kembali membawa buku-buku tersebut. " pungkas Lucky.


Ia pun berjalan pergi keluar kelas.


" Hey apa yang dimaksudnya itu? Aku sungguh tidak mengerti. " heran salah satu siswa.


" Dengarkan saja dan ikuti. Mengapa dibawa pusing? " sindir Vanya tiba-tiba menceletuk berdiri di samping sambil tersenyum.


JEDAR!! Hati Kira tersadar mendengar mendabak suara Vanya, sigap pun menoleh ke arah sisi.


" Benar, ternyata mereka berdua betul-betul datang! " syok Kira panik.


Tiba-tiba seseorang pas di sebelah Kira berujar mendadak,


" Hey! " panggilnya agak keras.


Sehingga beberapa siswa yang lainnya ikut menengok ke arah sumber seruan tersebut. Begitu Kira dengan perasaan sedikit gelisah serta amat keruan terkejut, juga menoleh.


" jika memang sedang tidak ada kerjaan bagi kalian berdua, bisakah membantu saya? " ujar Lucky menatap ke arah Vanya juga Xie.



Demikian Vanya yang merasa,

__ADS_1


" O-oh... A-apakah kami? " panik gugu seketika.


Lucky mengangguk-angguk. Pergilah mereka berdua bersama Guru itu.


__ADS_2