
Orang tersebut pun berdiri dan berhadapan.
" Kira? " syoknya.
" P-pak Lucky? " kejutnya juga.
Mereka saling tertegun. Lucky yang merasa tidak ingin terlihat mencurigakan pun berusaha tetap tenang untuk nampak biasa saja.
" Kira? Wah... sedang apa disini? Mungkin teman-teman kamu yang lainnya sudah ada di rumah. Pergi bermain dulu? " ujarnya.
Awal Kira tak menyahut, tapi ia malah menatap ke arah mata Lucky. Kemudian,
" U-um... Saya baru ingin pulang sekarang pak. " jawabnya.
" Oh begitu... "
" oh benar. Jika boleh aku bertanya... kamu mengambil Guru tutor dari daerah mana? " tanya Lucky.
__ADS_1
Seketika Kira pun mengkaku lidah untuk menjawab.
" O-oh... itu... " gagu Kira.
" Jadi?? "
Tak mempunyai pilihan ia mengambil jalan, lebih baik memberitahu kepada Guru itu yang sebetulnya terjadi.
" U-um... Saya belum mendapatkan pelajaran khusus sama sekali. Benar-benar minta maaf. " ungkapnya seraya menunduk.
Setelah mendengar ujaran dari Kira sontak Lucky tersengih licik.
" sebetulnya, tentu tidak mudah mendapatkan pengajaran khusus disini, bukanlah uang yang perlu kamu siapkan tapi, seseorang jika berniat ingin mendapatkan guru pribadi yang mengajar di rumah murid, tentu mereka harus mempunyai perantara yang dapat terhubung dengan orang yang kamu butuhkan. " jelas Lucky.
Keruan Kira terperanjat dengan apa yang baru saja di dengarnya.
" Benarkah? "
__ADS_1
" Tapi saya bisa mempercayai orang yang berada di sampingmu selama ini, tentu kamu boleh memberi dia kesempatan untuk menuntaskan masalah ini. " tutur Lucky lagi.
Mengejutkan bagi Kira, jantung berdegup kencang.
" tidak perlu mencemaskan apapun, saya percaya kamu bisa menanggulaninya. Saya sama sekali tidak mengkhawatirkan penguasaan kamu terhadap pelajaran yang lainnya. Tapi sayang, ada pelajaran yang tidak kamu pahami di sekolah, dan itu adalah nilai terpenting yang wajib kamu miliki nanti. " imbuhnya.
" baiklah, aku harus segera pergi. Terima kasih untuk waktu berbincangnya. Cepat pulang ya. " peringat Lucky.
Ia pun beranjak pergi. Kira menatap keberanjakan Lucky dari belakang.
" Bagaimana ini? Mustahil untuk bisa melakukan persiapan, meski 2 pelajaran yang sukar untuk aku tangkapi pun, tapi jelas sekali itu berpengaruh besar. Bisa saja aku menunggu lebih lama dari yang aku bayangkan tinggal di kota ini. Kelas akan di mulai lusa hari. Sulit Ku-percayai jadwal ujian sangat berbeda dengan sekolah yang lainnya. Celaka, setidaknya 40% bisa Ku-pahami. Astaga, ini lebih sulit dari yang aku duga. Mereka mendapatkan sistem kerja kehidupan seperti ini dari mana asalnya? " cemas Kira mericau dalam hati.
Ia tertegun mendiam lagi di tempat.
" susah untuk aku mendapatkan momen melakukan belajar bersama dengan June Sin. Dia gigih sekali bekerja keras di tempat kerjanya. Bahkan sekarang, jika aku meminta pun sangat mustahil terjadi. Dimana sebenarnya dia? Apa yang sebetulnya terjadi menimpanya? Ini sangat sulit untuk aku bisa pahami. Bagaimana hal yang sangat penting aku nanti-nanti bisa bersamaan dengan kondisinya sekarang. Mengapa dia tidak memberitahu-Ku bahwa ujian itu akan mendatang segera. Apa maksudnya? " gelisah resah Kira kecewa hati.
" June Sin, aku mempercayai penuh kepadamu. " ricaunya lagi.
__ADS_1
Lama bermenung-menung sendiri, akhir pun ia bergegas pulang. Tiba di depan pintu rumah, jantung ia berdetak kencang. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, sebab berlari-lari cepat sepanjang jalan untuk sampai di rumah.
" June Sin, apakah kamu sudah pulang sekarang? Aku mohon... " batin Kira berharap seraya memegang gagang pintu.