
" ingin tambah? " tawar Xie kepada Kira.
Tak ada sahutan.
" baiklah. " ujar Xie juga sakit hati.
Alhasil pun laki-laki itu melanjutkan merasai kenikmatan didalam minuman tersebut dengan bersungguh-sungguh.
Lama bertingkah terlihat wajah Xie mulai memerah, serta mata juga ikut mengecil berair, dan jelas memerah menandakan bahwa ia sudah mabuk dengan minuman yang di konsumsi-Nya. Hendak minum untuk botol yang kedua, akhirnya Kira langsung buka mulut
" Berhenti meminumnya! " Cegah Kira.
Xie terhenti, lalu meletakkan minumannya kembali. Entah sebab apa laki-laki itu malah menatap lurus dingin terhadap Kira.
" sebenarnya ada apa dengan tingkah Xie akhir-akhir ini, dari semua kejadian mengerikan yang pernah aku lihat disini, dia yang paling jauh.
Tujuannya masih terlihat samar tertutup, sulit untuk bisa dipahami. Mengapa aku merasakan hal aneh darinya, entah itu bersifat positif atau negatif? 2 bulan sebelumnya ia tidak pernah menunjukkan tingkah begini, bahkan bodohnya aku bisa menganggap dia adalah satu-satunya orang normal di kota ini yang tersisa selain aku. Tapi... jujur saja, ia benar-benar harus diwaspadai. " ricau Kira dalam hati.
" aku sungguh-sungguh akan pergi jika memang tidak ada yang perlu dibicarakan. " pesan Kira pelan suara.
" Menikahlah denganku. " ungkapnya.
Seketika Kira terdiam seraya melihat ke arahnya dengan tatapan penuh kebingungan.
" Aku merasa repot sekali melihat sikapmu akhir-akhir ini. Berharap jangan pernah mengganggu-Ku lagi, aku berpikir sepertinya kita mempunyai kehidupan yang perlu diselesaikan oleh diri masing-masing tanpa perlu menyinggung orang lain. " sindir Kira beranjak berdiri dan langsung pergi dari kafe itu meninggalkan Xie.
Setelah keluar dari tempat tersebut, Kira berjalan didepan kafe itu menuju jalanan, tiba-tiba Xie datang mengejar lalu menarik tangan Kira dan dibawa ke suatu tempat yang begitu sepi, tak jauh dari sana.
" tunggu! Apalagi sekarang!? Akh! Sakit! mengapa kau ini! " geram Kira merintih.
" Buk... " suara tubuh bertabrakan dengan tembok.
Xie mendorong kuat sebab rasa kesalnya.
__ADS_1
" Akh! Xie Chu! " erang teriak Kira marah.
Mereka mempaku saling menatap ketidak sukakaan juga perasaan dongkol hati. Tak lama kemudian Kira membuang wajah lebih dulu, terlihat mukanya benar-benar dipenuhi kesebalan terhadap Xie. Kira langsung beranjak pergi lagi, tapi niatnya ditahan langsung oleh Xie dengan memegang tangan Kira secara spontan.
" berhenti mengusik! " pinta Kira dengan tandas.
" Lalu bisakah kamu berhenti terus bersikap bodoh begini! Itu nyata akan mencelakakan dirimu! " teriak Xie didekatnya.
Kira terdiam syok melihat sikap Xie.
" Aku mengira hari ini kamu benar-benar tengah sakit, langkah terbaik yang harus diambil adalah... cepat pulang dan beristirahatlah secara benar. " sindir Kira wajah geram kebingungan.
Mata Xie menatap tajam Kira, ia tak mengedipkan matanya sama sekali, lalu tanpa dipikir Xie malah berjalan perlahan mendekat dan mendekat terus mendekati Kira. Perempuan itu seketika mundur mundur menghindari, hingga sampai Kira terhenti bergerak sebab dibelakang sudah tak ada lagi jalan selain tembok dan tersandarlah ia. Nampak Xie masih terus maju mendekat hingga berhadapan sangat dengan wajah Kira
Lalu ia berkata.
" Siapa yang sebenarnya sakit disini? Aku... ? atau.... dirimu? " ujar Xie.
" mengapa... mengapa... mengapa kamu bertingkah seolah-olah aku ini bisa kamu perdayai, mengapa mungkin berpikir begitu? " lirih Xie.
" Celotehanmu benar-benar tidak bisa aku tanggapi, bukan hal yang cocok untuk bisa diperbincang denga... " jawab Kira terhenti.
Xie menyosor sembari berteriak diwajah Kira.
" Omong kosong! "
" jika jawabannya tidak mengenai sama sekali dengan pertanyaanku, sebaiknya kamu tidak usah bicara! " lanjut ucap Xie pelan tegas.
Laki-laki itu memegang wajah Kira serta mengatakan.
" aku mengetahui semuanya, aku mengetahui apa yang mereka tidak ketahui. Aku tahu itu. Berhenti untuk terus bersikap begini, orang yang sebenarnya kamu butuhkan selama hidup di kota ini ialah aku, jika kau masih saja memelihara watak bodoh dan tidak mau mendengarkan aku, itu akan menjadi bencana. "
Terasa sekali hembusan hangat napas Xie diwajah Kira.
__ADS_1
" terkadang bersikap egois juga penting bagi diri kita lakukan. " imbuh-Nya.
Terdiam, lalu akhirnya pun Kira angkat bicara dan menyahut ricauan Xie.
" Ini aneh. Sejujurnya saja memang aku yang bodoh atau kamu gila? Mengapa aku sama sekali tidak bisa mengerti ucapanmu itu menunjukkan ke arah yang mana? Aku tidak merasa berada diposisi yang kamu bicarakan daritadi dan sebelum-sebelumnya. "
Sontak Xie terperanjat juga merasa lemas hati. Setelah mendengar ujaran dari Kira ia langsung melepaskan genggaman di wajah-Nya tadi, dan perlahan mundur bentuk rasa lelah juga ketidakpercayaannya terhadap Kira.
" Klontang... ! Klontang... ! Bruk! Bruk! " suara tong sampah tertendang hingga jatuh bertabrakan beruntun, juga benda lain ikut berjatuhan.
Xie syok hingga mampu benda-benda tadi banyak yang jatuh.
" Apa? " kata Xie pelan badan mempaku.
" apa yang sebetulnya yang ada dalam pikiranmu? " lanjut cakap Xie suara pelan.
" Hah? " bingung Kira.
Mereka diam terpaku ditempat masing-masing. Kemudian Xie berucap
" Mengapa kamu berbohong? Mengapa kamu berbohong? Mengapa, kamu... berbohong? " kecewa hati ekspresi wajah datar.
" Apa maksudnya sekarang? " sindir Kira.
Tiba-tiba Xie mendekat kembali dan memegang kedua bahu Kira serta menggoyangkan ke depan ke belakang seraya berkata
" Mengapa kamu berbohong hah!? Bentuk sistem seperti apa otakmu ini bekerja? " gusar Xie.
Laki-laki itu terus berusaha memberitahukan kepada Kira dengan nada berat suara dan rendah lembut untuk didengar, meski sedikit tegas keras.
" perhatikan, aku sudah cukup lama mengawasi-Mu, bagaimana mungkin aku tidak mengetahui sama sekali tentang dirimu. Sekarang jika kau masih bersikeras berbuat begini terhadapku, dikembalikan semua pertanyaannya kepadamu, masih ingin tetap bertahan hidup disini tanpa kehilangan apapun? berapa nyawa yang kamu miliki sampai berlaga tinggi sebesar itu hah? " sembur Xie.
" punya siapa kamu? bahkan teman dekat pun bisa saja menjadi sial bagimu, kau mengandalkan siapa? " lanjut.
__ADS_1
" ikuti dan tangkap perintahku, Xie menjamin kau akan menjadi seorang gadis yang hidup tenang sampai kelulusan nanti tiba dengan kondisi baik. Itukah yang selama ini kau cemaskan? " kata Xie lagi