BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Teman JS #5


__ADS_3

Seseorang berjalan ke arah ranjang Kira. Tak lama kemudian hembusan napas keluar dari hidung terasa sekali hangat di bagian wajah Kira. Sekonyong-konyong,


" Cup... cup... cup... " suara kecupan secara berulang-ulang terus.


Tidak cukup lama, mata Kira perlahan bergerak-gerak menandakan akan sadar. Ia mengkedip-kedipkan mata, samaran penglihatan Kira melihat seperti ada bayangan muka seseorang di atas wajahnya, sebab kesadaran belum sepenuhnya pulih lantaran baru bangun ia bertenang diam untuk memulihkan jiwanya. Tak berlangsung lama seketika Kira keruan tersadar serta mata ikut membelalak karena saking terperanjat melihat didepan matanya saat ini Anju sedang mengisap serta mengesun bibirnya secara keras, sigap bangun dari baringan tapi siapa menduga Kira tidak bisa bergerak bebas sebab kedua tangan juga tubuhnya di tahan oleh Anju.


" Um!!!! Um um!! " Kira meronta-ronta melepaskan diri.


Kemudian Anju bergerak lebih menjadi-jadi, ia memasukkan satu tangannya ke dalam baju Kira berniat untuk meraba-raba.


" Um!!! " sangkal Kira seraya dengan kuat tenaga mendorong Anju dan hasil pun berhasil, laki-laki itu terjatuh hanya saja tidak jauh.


" Gedebug!! " jatuh diatas ranjang ke samping Kira berada.


Hendak melarikan diri, menyedihkan jelas Anju menarik Kira yang hendak berdiri dari baringan-Nya tersebut hingga jatuh kepelukan lelaki itu.


" Argh tidak! " keluh Kira panik sangat dan jatuh dekapan Anju.


" Kemana kau akan pergi? " ucap Anju bernada berat suara berengah-engah seraya mengecup-ngecup kuat di leher Kira.


" Apa yang salah denganmu hah?! Lepaskan ini! " pinta Kira bernada kasar bentuk rasa takut juga gusarnya sambil berusaha kencang melepaskan diri lagi.


" Tolong layani tolong layani, aku mohon padamu? " engah-engah napas Anju menahan keras.


" Apa maksud-Mu hah? Bukankah sudah Ku-beritahu sebelumnya! Lepaskan ini aku mohon! " tutur Kira gelisah resah.

__ADS_1


Anju malah semakin menjadi, tangan ia hendak masuk ke area **** *-Nya Kira, untung tangkas disangkal.


" berhenti aku mohon hentikan... " Kira merengek.


" Aku tidak tahan dari semalaman aku menjaganya. " ungkap Anju.


" Tidak! dengar, jika kau memang benar-benar temannya June Sin, aku bersumpah akan melaporkan perbuatan pemaksaan-Mu ini kepada dia, mereka pihak berwajib juga seperlunya tahu perihal ini. " ancang-ancang Kira.


Seketika Anju benar terdiam, celah emas bagi Kira sigap langsung bergegas-gegas lepas dari terkamanan-Nya Anju dan berdiri. Kira menatap risih juga takut terhadap Anju.


" ada apa denganmu? sebelumnya kamu terlihat baik-baik saja sadarlah, kau akan sangat mengecewakan aku, tentu dia juga marah dan tidak akan bisa lagi mempercayai-Mu. " tegur ajar Kira terengah-engah kelelahan.


Nampak Anju yang sekarang benar-benar berbeda dengan sebelum Kira berujar mengancam tadi, ia mempaku diam di tempat tidak menoleh sedikit pun ke arah Kira.


" bukankah niat kamu datang itu untuk penjagaan? lalu apa bedanya perbuatanmu tadi dengan kelakuan mereka sebelumnya? " sindir Kira.


" Bisakah kau membuatku puas malam ini? " ujar Anju tiba-tiba.


Kira terhenti berjalan langsung menengok lagi ke belakang seraya berkata.


" Hah?? " kejut Kira.


" Sebelumnya aku minta maaf dan sebelumnya juga aku meminta izin kepadamu, biarkan aku merasakan kepuasan malam ini. " ungkap Anju.


Kira terdiam sejenak lalu menjawab.

__ADS_1


" Apa maksudnya sekarang? " bingung Kira menyeringai.


" Tolong berikan aku kepuasan untuk sekali ini saja!! Aku memohon padamu! " merendah diri.


Kira tertegun ternganga akan ketidakpercayaan dengan ucapan yang keluar dari mulut laki-laki tersebut.


" Apa kau memang sama sekali tidak memiliki rasa malu? setelah apa yang kau katakan tadi lalu menyusul dengan kalimat yang baru saja Ku-dengar? " ketus Kira.


" Ayolah... kapan memangnya aku bisa bertemu lagi denganmu? berikan aku kesan terbaik olehmu. " ujar Anju.


" tidak akan lama setidaknya sampai batang milikku ini melemas. " rengek-Nya lagi beranjak berdiri dari ranjang menghampiri Kira.


" Menjauh! " ucap Kira langsung.


" Kenapa kau begitu membencinya? padahal ini tidaklah buruk. " kata Anju.


" sentuh dan makan saja ayam ini, hanya itu. " pinta Anju lagi mengeluh.


" Mustahil. " sahut Kira terkejut mengkerut wajah bentuk rasa linglung juga bingung.


" Apa aku perlu mandi lebih dulu agar kau mempunyai rasa ambisi besar kepadaku? tentu akan aku lakukan. " tutur Anju.


" aku memohon, itu hal yang umum dilakukan.


Harus berbuat apa agar kau bisa menerima keinginan-Ku? " Anju merengek.

__ADS_1


" Tidak perlu lakukan apapun aku tetap tidak akan pernah mau. " tolak Kira menyeringai.


__ADS_2