
" tapi sepertinya kau tidak memerlukan itu, ganti baju saja dan tampilah dengan baik, minta tolong sangat bersungguh-sungguh! Buat aku merasakan kesenangan nanti. " ungkap Anju.
Ia beranjak berdiri.
" oh iya, dimana letak kamar mandinya? Aku akan berusaha semampu mungkin untuk membersihkan badan ini terlebih dahulu. " ujar Anju.
Kira terlihat masih diam di tempat tak berkutik sedikit pun, Anju yang menyaksikan-Nya jelas sontak merasa aneh ganjil akan sikapnya.
" ada apa dengannya sekarang? " gumam Anju.
" he kau! " panggil Anju bernada keras.
" Hah? " Kira linglung.
" Kamar kecil. " ringkasnya Anju.
" O-oh itu... disana " sahut Kira melinglung seraya menunjukkan
" Disana? Baiklah... "
Saat Anju hendak pergi lagi, ia tertegun sejenak sebab melihat kelakuan Kira yang baginya sangat-sangat aneh untuk dipikirkan.
" ada apa? Kamu tidak akan pergi mandi terlebih dahulu? " tanya Kira membelakangi mereka berdua.
__ADS_1
Tak ada sahutan kembali darinya, Anju pun berbalik badan.
" he! Ayo cepatlah. " gesa-Nya.
" Hah? " Kira tersadar.
Anju menatap kebingungan penuh di wajah nya itu.
" apa ada masalah lain? " tanya Anju ganjil hati.
" Celaka! Bagaimana bisa menjadi begini? Saking terlalu fokus-Nya mengkhawatirkan kondisi dia sampai aku melupakan sesuatu, dimana June Sin dimana dia sebenarnya? Mengapa hingga detik jam sekarang ia belum kunjung datang? Bagaimana bisa aku bertindak bodoh begini, siapa dia? Siapa orang yang aku terima menjadi tamu ini sebetulnya? Bagaimana ini? Aku harus berbuat apa sekarang? Rasanya tidak memiliki persiapan apapun untuk dilakukan saat ini sungguh. Sekonyong-konyong sekali beruang tiba-tiba datang dan langsung berdiri dihadapan-Ku sekarang. " ucap panik gelisah resah Kira dalam hati.
" He mengapa? " kesal Anju bertanya.
" he!! " lantangnya memanggil.
Kira seketika sadar dari bermenung-menungnya.
" Hah iya? Kenapa? " kejut Kira
" Ada apa denganmu? Ayo cepat aku sudah tidak bisa menahannya! " hardiknya Anju mendesak.
Tiba-tiba saja sesuatu muncul di kepala Kira bahan untuk berkata melawan laki-laki tersebut.
__ADS_1
" Aku tidak tahu harus memulai berbicara dari titik mana, tapi... aku tidak bisa menerima ajakan dari seseorang yang bahkan aku pun sama sekali tidak mengenalnya. Bisakah kamu membuktikan bahwa kau memang benar orang suruhan-Nya June Sin? Mampu keberatan kah kmu memperlihatkan-Nya? " ungkap-Nya.
Seketika juga laki-laki itu diam muka dipenuhi rasa kebingungan keganjilannya terhadap Kira.
" Ada apa? Mengapa kau? Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Aku bahkan sama sekali tidak bisa mengerti maksud dari ucapanmu itu. Apa kaitannya? " tutur-Nya.
" Tentu hal itu bersangkutan bagiku, siapa kau sebenarnya? " sembur Kira.
" Aaarrggh membuang-buang waktu, ada apa denganmu mengapa tiba-tiba saja bertingkah dingin begitu? " ganjil Anju.
Kira terus menatap memperhatikan Anju, mulai merasa terganggu akhir pun ia memberikan ponselnya lalu menunjukkan sebuah pesan pribadi miliknya dengan Kira waktu lalu, juga... tentu ia langsung melihatnya. Disinilah baru Kira terkejut-kejut.
" I-ini memang b-beneran June Sin, tapi... mustahil! Bagaimana mungkin bisa terjadi! Ada apa dengannya? Jika dia sungguh menyuruh orang ini untuk bertugas lalu apa bedanya tindakan dia dengan orang-orang si pengganggu terdahulu?? kelakuannya sama sekali tidak berbeda dengan mereka semua yang mengganggu-Ku? " gumam Kira khawatir, keresahan.
" Ini sangat aneh, sikap-Mu bertingkah di luar daya pemikiran-Ku. " ucap Anju.
" Dimana June Sin sekarang? Mengapa obrolan pesan ini tidak banyak bercerita? " tanya Anju.
" Kenapa bertanya kepadaku? Sudah jelas itu bukanlah perkara yang harus terus aku pikirkan daritadi, aku sama sekali tidak berurusan penuh dengannya. " ringkasnya.
Kira tertegun lagi diam berdiri di tempat, tak lama kemudian Anju melangkah menghampiri ke arahnya secara perlahan.
" bagaimana langsung saja? Menurutku sepertinya diantara kita berdua benar-benar sama sekali tidak membutuhkan untuk pembersihan badan terlebih dahulu, sangat bersiap juga bersemangat sekali. " ujar Anju menatap liar kepada Kira.
__ADS_1