
" Apa yang kamu katakan kepada Guru itu, sebelum berhasil pergi dari tempatnya? " tanya June Sin.
" Tidak ada. Hanya saja... aku berucap, perlu waktu untuk menimbangkan ajakannya. " jawab Kira.
" Mustahil. Apakah dia benar-benar tidak melakukan apapun kepadamu? "
" Memang pada awalnya dia sempat menggoda-Ku, lalu... aku mengikuti instruksi yang kamu berikan waktu itu. " sahut Kira lagi.
Laki-laki itu seketika terdiam. Ia menyadarkan.
" June Sin... " panggil Kira sambil memegang tangannya.
" Hah? " linglung.
" Aku... sekarang... aku sungguh merasa ketakutan. " sedih hati
" Tidak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku masih hidup, dan akan tetap masih hidup selama kamu masih hidup. " tersenyum memeluk Kira, mengelus-elus bahunya.
Setelah selesai membenahi dapur, kemudian ia masuk ke dalam kamar. Kira berjalan ke arah meja dan duduk untuk mulai belajar mandiri. Hendak membuka buku, ia baru tersadar melihat baju tidurnya yang ternyata lumayan basah sebab bekas mencuci benda-benda tadi.
" Ahh... Bagaimana bisa sampai begini? " dongkol berdesah.
Kemudian ia berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian terus membukanya. Setelah itu, Kira mengambil piyama tersebut, meletakkan diatas ranjang. Kira membuka baju atas, sekonyong-konyong saja pintu kamar mendabak dibuka oleh seseorang tak lain yang berada dirumahnya hanya June Sin, keruan sekali Kira terkejut dan mengambil kembali baju basah itu untuk menutupi badannya.
" eh!? Tunggu! " celetuknya panik.
" Eh eh eh! Maaf, mohon maaf sekali. " ucapnya malu diri serta langsung menutup pintu.
__ADS_1
Alhasil pun, cepat Kira berganti pakaian dan sigap menghampiri June Sin didepan kamar.
" oh! Mohon maaf sekali! Sungguh! Tadi hanya ingin memeriksa kamu sudah tidur atau belum. Jadi, aku langsung membuka pintu, jika mengetuk terlebih dahulu... itu akan takut sekali membangunkan-Mu. Benar-benar minta maaf sekali lagi. " sesalnya kaku lidah juga canggung.
" Tidak, tidak! Euu... aku tidak tahu siapa yang salah, tapi... aku berharap hal itu tidak terjadi lagi untuk kedua kalinya. " pesannya tidak enak hati.
" Iya aku mengerti! Mohon maafkan aku! "
" Euu... I..iya. Euu... maaf sebelumnya, memang ada perlu apa kamu ingin mengetahui bahwa... aku sudah tertidur atau tidak? Ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan? " gugup Kira bertanya.
" Oh itu! Euu... Aku hanya merasa khawatir untuk kedepannya apa yang akan terjadi. Euu jadi sebenarnya, aku ingin mengajakmu untuk... belajar bersama agar sedikit demi sedikit bisa... menguasai pelajaran pak Lucky, tujuannya, berharap kejadian seperti tadi tidak menimpa-Mu lagi, itulah yang harus kita waspadai sekarang. " tersendat-sendat mengungkapkan.
Kira terpaku sejenak lalu berkata
" Sepertinya aku juga memerlukan seseorang untuk sementara waktu membimbing-Ku diawal materi. Kalo begitu, tunggu sebentar, aku ingin mengganti baju. Tolong untuk menunggu. " masuk kembali ke dalam kamar serta menutup pintu.
" tunggu, aku akan mengambil kursi yang satunya lagi. " ujar Kira.
Lalu diletakkan kursi tersebut didekatnya, mereka duduk bersampingan. Laki-laki itu menyodorkan bukunya.
" Ini. "
" Oh! Terima kasih. " ungkapnya.
Ketika Kira membuka buku tersebut, sontak kebingungan, karena tulisan yang ada diatas kertas itu bukannya pelajaran B.inggris melainkan Biologi.
" Ada apa? Aku mengikuti pelajarannya dari awal, tidak ada yang terlewatkan. " ujar June Sin bingung juga.
__ADS_1
" Tidak tidak bukan itu. Aku mengira kamu ingin mengajari tentang B.inggris? " jawabnya.
" Oh! Apakah kamu benar-benar tidak memahami sama sekali? "
" Iya. Sebab... alasan tertentu, aku sering melewatkan pelajaran B.inggris diwaktu smp, dan kamu bisa melihatnya sendiri saat tadi hari mengerjakan soal yang pak Lucky berikan. " sampai Kira.
June Sin terdiam. Karena melihat respons-Nya begitu, Kira salah beranggapan.
" aku memang benar-benar payah. " tersengeh memalingkan pandangan.
Seketika ia tersadar
" Oh! Tidak tidak! tentu itu adalah hal yang wajar, sesiapapun pasti sama bisanya berada di posisi-Mu sekarang. Bagaimana bisa mengerti pelajaran yang diberikan guru tadi, sedangkan kamu juga baru beberapa bulan belajar disekolah itu. Pak Lucky baru pertama kali lagi masuk sekian lama tidak hadir, jadi... menurut-Ku itu adalah sebuah kewajaran. " menjawab sigap.
Kira hanya tersenyum dengan keadaan mata agak meruyup.
" sungguh! Aku tidak bermaksud apapun. " gagu menjelaskan.
" June Sin. Minta maaf. Sepertinya hari ini aku... Sedikit merasa lelah. Eumm... Bagaimana jika kita lakukan dilain hari? Tidak apa-apa? " erangnya.
" Tapi... Esok hari akan ada pelajaran Biologi. Aku kembalikan pertanyaannya kepadamu, sungguh tidak apa-apa? " khawatir.
" Oh benarkah? " lesu seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangan unjuk menghilangkan rasa suntuk.
" baiklah, aku sudah memutuskan tidur lebih awal, nanti akan bangun lagi dibeberapa saat, sekedar menghilangkan rasa kantuk. Untuk mencoba mempelajari ilmu ini, dilakukan setelah aku tidur nanti tidak apa-apa? Aku pinjam bukunya hari ini? " lanjut ucapnya.
" Euu... baiklah jika itu keputusan-Mu. Lalu... Bangunkan aku dikala kamu membutuhkan bantuan. " sahutnya langsung berdiri dan berjalan keluar kamar.
__ADS_1
" Iya tentu, tidak perlu khawatir. " ujar Kira seraya pergi ke arah ranjang.