BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 35


__ADS_3

" Haha... benarkah? Aku tidak tahu disini siapa yang salah, tapi ini sungguh-sungguh mengapa bisa kamu berbuat sebodoh itu hah? Lucu sekali sungguh! Ha... " ledeknya geli hati.


Kira hanya terdiam, berbeda dengan Lucky yang menampilkan wajah tersenyum senang.


" bar mana yang akan tidak akan merasa keberatan menerima penampilanmu. " olok-oloknya.


Lucky menyentuh kepala Kira serta mengelus-elus dengan lembut.


" kamu sudah tumbuh dewasa sekarang, mulailah untuk bisa mengetahui pencocokan satu sama lain. " ujar Lucky


" aku tidak pernah berpikir bahwa kamu sama sekali tidak mengetahui bagaimana menyesuaikan diri untuk berpakaian. " sindirnya.


Kira angkat bicara.


" Mohon maaf sekali, jika begitu... saya pamit pulang. Benar-benar merasa terhormat sangat mendapatkan undangan langsung dari Pak Lucky. "  ucap Kira dengan wajah tampak sedih, hati lega dada.

__ADS_1


" Oh tentu tidak mengapa, meski memalukan tapi tuan mana yang akan membiarkan tamunya pergi begitu saja setelah repot sekali menyempatkan waktu untuk datang. Terkadang kita memang tidak tahu masalah orang itu akan seperti apa, tentu aku bisa mengerti. " kata Lucky.


Lucky menatap liar kepada Kira serta melangkah mendekati, perasaan takut mulai menyambarnya kembali, ia perlahan mundur, lalu pria itu merangkul bahu Kira sontak terkejut panik tak karuan.


" terima kasih sudah datang, mari menghabiskan malam ini bersamaku. " goda Lucky tersenyum serta mengelus-elus bahu Kira.


" Ta...tapi... bu..bukankah hari ini kedatanganku tidak bisa diterima? " ujar Kira berperasaan takut, berusaha menghindar perlakuan Lucky.


" Haha... " gelak kerasnya.


" orang mana yang berani menentang kehadiranmu hah? Jika memang ada, percayalah dia sungguh orang terbodoh yang pernah aku temui. " olok-oloknya didekat muka Kira.


Sekonyong-konyong Lucky hendak mencium bibir Kira, lekas disanggah tindakannya pun.


" M...mohon m..m.maafkan saya sekali lagi Pak, sangat menyesal. Saya tidak ingin mengganggu ketentraman orang lain, begitu pun itu akan membuat pak Lucky juga malu. Sebaiknya saya secepat mungkin kembali. " tolaknya gentar melepaskan diri.

__ADS_1


Lucky geli hati hendak tertawa lagi.


" Apa ini? Sangat lucu. Tidak, sungguh kamu tidak perlu repot-repot memikirkan tentang hal itu, aku tidak bohong, hilangkan saja rasa kekhawatiran-Mu. Siapa yang menduga, gedung bar besar yang berdiri disana itu ternyata adalah milik-Ku, siapa yang berani menentang-Mu? Sedangkan pemiliknya tengah menunggu sangat kehadiran Akira Noie daritadi. " bangganya.


Mendengar penjelasan langsung dari Lucky, keruan sekali membuat Kira terperanjat. Nampak ia terdiam mempaku lagi bentuk rasa kegelisahan dalam dirinya.


" ada apa? Mari, justru sangat mengganggu bagi mereka melihat keberadaan kita berdiri terlalu lama diluar begini. " bujuknya.


Ketakutan Kira semakin melonjak tinggi, ia kehilangan arah harus berbuat apa lagi agar kebersamaannya dengan pria itu bisa dicegah atau tidak terjadi. Lucky langsung merangkul Kira kembali untuk dibawa masuk ke dalam bar tersebut. Melangkah lebih maju dan lebih mendekati pintu masuk, nyata jantung Kira berdetak cepat, kecemasan tak bisa lagi ditolak olehnya. Hendak melewati pintu masuk, tiba-tiba orang-orang yang menahan Kira bertamu tadi menghentikan perjalanan Lucky.


" Benar-benar mohon ampun tuan besar, tapi sesuai peraturan yang berlaku bukankah perempuan yang keberadaan usianya masih dibawah 20 tahun dilarang berkunjung kesini? Mohon maafkan saya. " ujarnya menundukkan kepala.


" Siapa memangnya yang membuat tatanan serendahan itu hah? Disini siapa yang berhak menentukan he! " sosornya membentak sembari menarik kerah baju penjaga pintu tersebut dengan keras dan kasar.


" Ampun tuan sungguh! Tolong bertenang tuan besar. " pinta penjaga pintu panik.

__ADS_1


Sigap rekannya ikut membantu.


__ADS_2