
Alhasil ia bermenung-menung diam di bangku.
Pandangan Kira secara tak sengaja menoleh ke arah lawang pintu, keruan syok sekali ia melihat Xie yang tengah menatap tajam ke arahnya.
" apa sekarang? " keluh Kira dalam hati.
Untuk menghindari pandangan darinya ia berdiri dari kursi dan ikut bergabung dengan sebagian teman-temannya yang berada di samping tersebut, sekali jalan ada hal juga yang ingin Kira ketahui sebetulnya. Nampak terdengar gelakak mereka bersenang-senang bersama.
" Eh Kira! Apa kabar? " sapa salah satu darinya.
" Aku baik, lalu bagaimana dengan kalian? " balik bertanya.
" Ahaha... tentu kami terlebih sangat bagus. " sahutnya tersenyum riang.
" kami turut berduka ya atas kepergian adik-Mu, meski ia bukan saudara sedaging tapi rasa empati kamu sangat berlapang-lapang, aku sampai tidak menyangka bisa terkesan terharu... " pujinya.
" Benar, aku juga sangat kagum dengan sikap positif yang kamu miliki sekarang ini, jika aku berada di posisi-Mu mungkin butuh beberapa hari untuk bisa masuk kembali bersekolah, tapi kamu benar-benar tangguh kuat sekali. Kira semangat!! " cengang salah satunya juga.
Keruan dari tadi Kira terperanjat akan ricauan yang di ungkapkan mereka, ia hanya menampakan mendiam.
" Sungguh-sungguh berterima kasih untuk kalian semua. " respons Kira.
" Bagaimana cara aku bisa bertanya mengenai June Sin, aku tidak memiliki celah baik. Alasan apa sebetulnya June Sin melarang-Ku untuk tidak terlihat karib hubungan dengannya? Apa yang akan terjadi jika hal itu diketahui seseorang? " tepekurnya.
" bahkan... pak Lucky juga sudah mengetahui tentang kami tapi menurut-Ku tidak ada kejadian buruk yang menimpa? Malah itu sebaliknya, ia bertingkah sangat baik lebih-lebih baik dari sebelumnya aku bayangkan. " gumam Kira.
" saat ini aku juga sungguh mengkhawatirkan kondisi June Sin, apa yang sebenarnya terjadi hari kemarin. " ricau Kira lagi dalam hati.
" Hey... " panggil seseorang di sampingnya seraya menepak bahu Kira.
Ia pun tersadar.
" Hah? Oh iya mengapa? " linglung Kira.
" Ada yang salah? " tanyanya.
" A-aa... tidak tentu tidak ada. " jawab Kira.
__ADS_1
" Mengapa diam melamun begitu? Apa sebetulnya kamu masih merasakan sedih hati sebab kepergian adikmu? " duganya.
" O-oh! I-iya siapapun itu pasti masih bisa merasakan kepedihannya. " sahutnya lagi.
" jika boleh aku bertanya, kalian mengetahui kabar itu dari siapa? " imbuhnya.
" Tentu dari wali kelas kita, salah satu dari kami bertanya dan begitulah jawabannya. " paparnya.
" Apakah begitu... " paham Kira.
Tiba-tiba tanpa persangkaan ada seseorang yang menarik keras tangan Kira, jelas ia terkejut dan melihat ke arahnya.
" Xie?? Apa ini? " sangkal Kira.
Ia menarik kencang membawa Kira keluar langsung dari dalam kelas, keruan mereka yang hadir disana terkejut-kejut setelah menyaksikan apa yang baru saja terjadi di depan matanya.
" lepaskan! " gusar Kira membantingkan kuat tangannya sendiri yang sedang di genggam.
Setelah lepas ia langsung beranjak pergi meninggalkan Xie. Laki-laki itu mencegah sembari memegang lengan Kira.
" Tunggu! "
" June Sin! " rentan Xie seraya mengepalkan tangannya tegang sekali.
Kira masuk ke dalam ruang Guru.
" Permisi. " ucap izin Kira.
Seketika sebagian Guru yang hadir menoleh ke arahnya.
" Iya ada perlu apa? " sahut salah satunya.
" Apa ada Bu Mey Xie? Saya benar-benar mempunyai hal yang ingin diperbincang dengan beliau. " beber Kira.
Mendabak.
" Perbincangan apa itu? " tanya seseorang tiba-tiba dari arah belakang Kira.
__ADS_1
Sigap menoleh.
" Eh! Bu Mey, mohon maaf. " ungkap Kira langsung membalikkan badan untuk berhadapan dengannya sembari menunduk.
" Yasudah mari silahkan masuk ke ruangan saya. " ujar Mey berjalan.
Kira pun mengikuti dari belakang. Mereka sampai dan mulai mengobrol.
" apa ada masalah Kira? " tanya Mey kembali.
Kira merasa mengkaku lidah untuk mengungkapkan-Nya.
" bisa diberitahu sedikit permasalahan-Nya? " ujarnya lagi.
Kira menarik napas tidak banyak lalu mulai berbicara
" E-euu... Mohon maaf sebelumnya Bu. " gugup Kira.
" tenanglah aku yakin tidak akan terjadi apa-apa, jika menampakan panik gugup begini justru itu akan menjadi bencana, bersikap wajarlah. " ucap Kira dalam hati.
" mohon maaf Ibu saya ingin bertanya, apakah ketidakhadiran saya kemarin hari tidak menyebabkan masalah? permintaan izin saya dapat di terima oleh pihak sekolah? " tanyanya.
" Oh... Iya tentu saja, bisa dipahami dan menguntungkan-Nya lagi... saya juga tidak menyangka bahwa kamu akan hadir secepat ini, itu sikap yang bagus. Saya turut berduka. " tutur Mey.
" E-eu... Terima kasih banyak. " ungkap Kira.
" Bukan masalah. " Mey tersenyum.
Terlihat Kira masih mendiam bingung lantaran harus bercakap apa lagi agar bisa mendapatkan celah bagus untuk bertanya menjurus mengenai June Sin.
" kenapa? ada masalah lain? " tanya Mey kembali.
" oh iya! Apakah kamu mengetahui tragedi yang menimpa teman sekelas kamu yang bernama June Sin? " lanjut kata Mey.
Sontak wajah Kira mulai bersungguh-sungguh memperhatikan.
" E-euu... tidak? " sahut Kira.
__ADS_1
" Aku tidak tahu ini hal yang penting atau tidak jika diberitahu kepada kamu tapi Ibu hanya ingin mengabarkan bahwa dia mengalami kecelakaan waktu hari kemarin, June Sin jatuh dari tangga sampai menyebabkan luka serius, hingga untuk berjalan pun dia tidak mampu. " bebernya.
Jelas seketika Kira tertegun mata ikut terbelalak saking terkejut-kejutnya ia mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Guru tersebut.