BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Dinner with Mr. Lucky


__ADS_3

" O-oh... Baik tuan. Ingin minumannya? " balik bertanya.


" sparkling wine 2 botol. " sahutnya lagi.


" Baik, pesanan sudah diterima. Mohon untuk menunggu. " katanya lalu pergi.


Nampak seperti sebelumnya pernah terjadi, Lucky sama sekali tidak mengindahkan kehadirannya Kira bahkan meski posisi berhadapan pun. Guru itu asik sendiri memainkan ponselnya.


" Aku benar-benar ingin mengetahui dengan kejadian mereka tadi. " agak sebal Kira bergumam.


Asyik merenung, tiba-tiba


" Lucky, apa kabar? " seru seseorang mendabak datang.


Spontan mereka berdua pun menoleh. Berdirilah seorang wanita cantik di samping hadapan meja mereka.


" Jenni! Wah apa kabar? " kejut Lucky langsung menyahut sembari bangkit dari kursi.


" Oh... Sedang mencoba untuk melakukan hal seperti biasanya ya? " ujar Jenni menatap ke arah Kira.


" Ya... Mungkin. Ayolah bergabung disini. Sudah lama sekali kita tidak mengobrol. Mari mari. " ajak Lucky seraya menarik kursi di sampingnya.


" Ah tidak, terima kasih. Sepertinya aku tidak tertarik. " tolak wanita itu sembari menatap ke Kira.


Lucky yang cepat mengerti pun berucap lagi.


" O-oh, baiklah mari ikut denganku. " ajaknya berjalan menuju meja lain.


Wanita itu pun langsung duduk.


Mereka benar saja senang berdua bercakap seperti tak menganggap kehadirannya Kira disana. Cukup lama berbincang, sekonyong-konyong saja si wanita mulai menggoda.

__ADS_1



Lalu meraih tangan Lucky yang tengah berdiam santai di atas meja.



Kira sama sekali tak menghiraukan perilaku diantara mereka, ia berpikir hal itu memang sudah sewajarnya dilakukan. Hanya, ia merasa malu sendiri sebab duduk diam di tengah-tengah kemesraan seseorang meski jarak agak berjauhan pun.


" Lucky. " panggil wanita itu menatap ingin terhadap pria itu.


Entah karena apa, Lucky tersenyum puas kepada si wanita. Tapi eh tetapi, mereka langsung berdiri dari kursi secara bersamaan. Kemudian pun pergi. Namun, Lucky berhenti berjalan lalu berkata.


" Tunggulah Kira, tunggu sampai makanannya tiba. " seru Lucky agak keras membelakangi.


" I-iya baiklah. " jawab Kira.


Lanjut berjalan.


" Mohon maaf menunggu. Hidangannya sudah siap. " ujarnya sembari menata rapi makanan di atas meja.


" Terima kasih. " ucap Kira.


Pelayan pergi. Alhasil, Kira hanya memandang santapan yang terpapar itu lantaran menunggu kembalinya Lucky kesana.


" ini benar-benar membuang waktu. Aku berniat malam ini ingin menghabiskan banyak saat untuk belajar lagi. " jemu Kira.


Tiba-tiba,


" oh iya benar, aku baru menyadarinya. Kak Mey pasti tengah menunggu kini. Apa yang harus Ku-perbuat sekarang? " sadar Kira tepekur dalam hati.


__ADS_1


" Wah... Aku tidak mengetahuinya. Jika saja kau beritahu lebih awal, mungkin acara makan ini bisa selesai dengan cepat. " tutur Lucky.


" O-oh, bapak sudah selesai? " ujar Kira.


" Baiklah, mari kita makan dan akhiri semuanya. " pungkas Lucky langsung duduk.


Tak berlama-lama, mereka berdua pun memulai menyantap hidangannya. Di tengah-tengah menguyah tiba-tiba Kira tersedak, dan alhasil terbatuk-batuk. Sigap Lucky mengambil segelas minuman yang sudah tersedia sebelumnya di samping lengannya.


" ini ini minumlah. " menyodorkan.


Kira pun menerima dan langsung meminumnya.


" Gluk gluk, gluk gluk... " menenggak.


" terima kasih. " ucap Kira.


" Ya... Tidak mengapa. " sahut Lucky.


Melanjutkan makan. Setelah banyak waktu terbuang, akhir pun mereka selesai juga.


Lucky meraih sebotol minuman yang tadi dipesan, lalu menuangkannya dalam gelas.


" mana gelasmu tadi Kira? " bertanya.


Sigap Kira pun membantah.


" E-eh... T-tidak, saya sedang tidak ingin minum. " tolaknya.


" Apa yang kau katakan naif sekali. Apakah sebegitu tidak sukanya terhadapku Kira? " sembur Lucky.


" Hah? " Kira terperanjat bingung agak panik.

__ADS_1


__ADS_2