
Sekonyong-konyong Anju malah meraih dan menggenggam tangan Kira dengan kuat sembari berbicara.
" Kira aku mohon! Tolong berikan sekali ini saja agar-- " terhenti berkata.
" Apa yang kau lakukan lepaskan! " perintah Kira panik.
" Agar aku tidak merasa penasaran lagi terhadap-Mu, jadi tolong... " rengek Anju kembali.
" Aw!! kamu menyakiti tangan-Ku! Lepaskan! " erang-Nya.
" Aku minta maaf tapi kau sendiri yang membuatku begini! " kesal Anju seraya menarik kencang tangan Kira hingga terjatuh ke lantai.
" Gedebum! "
" Ukh... " Kira terperanjat.
Anju menjambak rambut gadis itu.
" akh akh akh!! Kenapa denganmu? " rintih Kira keheranan sambil menutup mata menahan kesakitan.
Anju sekonyong-konyong melorotkan kedua celana-Nya secara bersamaan langsung, lalu menarik kepala perempuan itu mendekati untuk berhadapan. Kira membuka mata seraya berujar.
__ADS_1
" tolon-- " terhenti.
" eh!! " kejut sangat Kira spontan menutup mata.
" t-tunggu! A-apa yang kau lakukan hah? " panik gelisah resah mendabak.
Anju menekan kuat lagi, Kira terkejut langsung menahan dengan kedua tangan-Nya terpaksa berpegangan ke dua paha milik Anju.
" tidak!!! " syok Kira.
Mereka berdua terus saling menguatkan diri untuk mencapai keinginannya masing-masing. Kemudian, Anju memelankan tekanannya dan berujar.
" Bagaimana sekarang? Ingin melakukan dengan caramu sendiri atau biar hanya aku saja yang bertindak? " ancam-Nya.
" mengapa malah berdiam begitu! Buta?! Kau tidak melihat unggas ini berdiri tegang! Karena ulahmu juga! " bentak Anju mendesak.
" Aku sama sekali tidak bisa paham maksud dari ucapan-Mu tapi tolong hentikan, kau ini suruhannya June Sin itu berarti kau juga bawahan-Nya aku. " peringat Kira.
Anju malah tertawa sedikit.
" Haha... aku merasakan kegelian hati. Tapi... bukankah itu menarik? " olok-oloknya.
__ADS_1
" Apa maksudmu!? " judes Kira.
" Selagi aku masih baik menganggap kau itu adalah teman dari June Sin, Anju masih bisa bertahan bersikap akrab juga lembut terhadap-Mu, sebelum semua itu kandas jika kau masih memelihara sifat kejengkelan-Mu itu, tentu perlakuan-Ku sama sekali tidak ada bedanya dengan mereka tadi, bahkan bisa tanpa batas melebihi. " ancang-ancang Anju.
" aku masih bisa bersikap baik jadi lakukanlah, gerakkan daging ini oleh dirimu sendiri, 'bisa? " lanjut Anju.
Kira terpaku mendiam. Kedongkolan mulai nampak kembali di wajah lelaki tersebut.
" d-di-am? " mengolok-olok sebal Anju.
" akan memakan daging ayam? " imbuhnya.
Cukup berlama-lama Kira dari tadi berdiam, alhasil pun ia sudah membuat keputusannya sendiri. Kira perlahan mengangkat tangan untuk berniat melakukan apa yang diperintahkan laki-laki tersebut. Ragu-ragu takut juga tidak nyaman hati ia terus menaikkan tangan tak lama lalu menurunkan kembali dan terus berulang-ulang tidak menyentuh sedikit pun karena saking besarnya rasa cemas takut terhadap situasi Kira sekarang. Tiba-tiba,
" Aw!! Akh! " rintih Kira seraya memegang rambutnya yang tengah ditarik kencang sekali ke atas oleh Anju.
" Apa kau berniat mempermainkan-Ku! Sudah aku ingatkan bukan?! " cetus Anju gusar tersenyum berdesah mengeluarkan amarah.
" cobalah sekali lagi. Haha... setiap makhluk hidup pasti berhak mendapatkan kesempatan untuk kedua kalinya. " ancang-ancang Anju tersenyum licik.
" Aku mohon... " pinta Kira seraya menatap ke wajah Anju dari bawah dengan sedih hati.
__ADS_1
" Argh... Kau ini memang... " Anju berdesah menghilangkan kekesalan.
" semakin kau bertingkah daging ayam ini semakin menjadi! Aku peringatkan untuk kau segera menyelesaikannya dengan cepat! " hardik Anju.