
“ O-oh... saya turut sedih. “ ujar Kira.
“ saya akan kembali ke dalam kelas kalo begitu, sebelumnya terima kasih banyak, permisi. “ pamit Kira.
“ Jika bincangan kamu sudah selesai, lalu bolehkah kita bertukar posisi? Saya ingin mengobrol dengan kamu. “ selang Mey menahan.
“ O-oh... apakah begitu? “ bertanya-tanya.
Kira pun duduk kembali.
Kesunyian datang diantara mereka berdua. Kemudian,
“ Jika kamu memiliki hubungan dengan June Sin maka tolong bersikaplah sewajarnya terhadap Pang Xie Chu. Cici benar-benar meminta kepada kamu. “ ujar Mey.
Kira seketika terdiam juga kejut sangat setelah mendengar apa yang baru saja diucapkan Guru tersebut.
“ cici bukan bermaksud buruk tapi, ada hati seseorang yang memang seharusnya diawasi oleh Xie yang selama ini juga merawat keras dirinya untuk Xie. Akira noie, sungguh mohon bantuannya. " tegur ajar Mey.
Nampak Kira masih mempaku mendiam, tak lama kemudian ia pun menganggukkan kepalanya bentuk paham dan setuju.
__ADS_1
" terima kasih banyak, saya tahu bahwa kamu bukanlah model wanita yang mengerti sesama temannya. Cici benar-benar mengucapkan terima kasih banyak untuk Kira. " harunya senang.
" Kalo begitu saya permisi, mohon maaf atas ketidaknyamanan-Nya. Terima kasih Bu. " pamit Kira seraya bangun dari duduknya.
Mey menatap sungguh kepergian siswi tersebut.
Bel sekolah berbunyi menandakan kelas akan segera dimulai, sebagian siswa-siswi yang masih berada di luar berhamburan berlari untuk masuk ke kelas masing-masing.
Jam pelajaran pertama berlangsung, dimulai oleh Lucky yang mengajar ilmu biologi.
Di tengah-tengah belajar Guru itu memperingatkan untuk kesiapan para muridnya yang akan menghadapi ujian akhir sekolah dimulai lusa hari.
" Mohon perhatiannya sebentar. " seraya duduk di kursi yang diambilnya.
" hari lusa kalian bersiaplah untuk menyambut UAS, persiapkan mental masing-masing. Dengar, sistem operasi di sekolah ini tentang persyaratan juga resiko yang akan terjadi nanti memang sudah umum ada jadi bagi kalian semua pasti juga mengetahui bagaimana harus bekerja kerasnya berpendidikan disini, yang perlu diingatkan lakukan sekencang mungkin untuk menggapai keinginan kalian masing-masing! Saya mengharapkan yang terbaik dari kalian, tolong jangan mengecewakan orang-orang yang kalian sungguh-sungguh sayangi. Ya... berjuanglah. " tutur Lucky.
Kira memerhatikan Guru itu dari pandangan lain.
__ADS_1
" Selepas kejadian malam terakhir dengannya, pak Lucky benar-benar berbeda dari yang aku duga. Aku bersungguh-sungguh mengawasi pria ini sebelumnya. Tapi... apapun itu aku sangat senang lega melihatnya bersikap begitu, aku benar-benar akan bisa menghormatinya jika memang betul mempertahankan keadilan seperti ini. " gumam Kira menatap Lucky.
Bel berbunyi kembali, waktu istirahat hari ini berbeda sebab datang lebih awal dari hari biasanya. Sebagian siswa ada yang pergi keluar ada juga yang tetap berdiam tinggal di dalam kelas.
" Tuk, tuk, tuk. " terdengar suara sepatu berjalan di lorong sekolah.
Lucky melihat Kira lagi yang tengah duduk manis sambil makan, tak berlangsung Guru itu langsung beranjak menghampiri Kira. Datang secara tiba-tiba duduk di sampingnya, keruan Kira terperanjat.
" Selamat makan siang. " ucap Lucky.
" Uhuk uhuk... " Kira tersedak.
" p-pak Lucky? " kejutnya.
" Ahaha... maaf, apakah aku mengganggu-Mu? " tersenyum manis.
" T-tidak! saya tidak merasa begitu. " gagap Kira menyahut.
" aku benar-benar berharap pak Lucky berubah. " gumamnya gelisah resah.
__ADS_1
" Ada apa? Mengapa terhenti makan? Wah apakah aku sungguh mengusik-Mu? saya hanya berniat kita bisa makan bersama-sama, bukankah itu juga termasuk bersosial yang baik? saya harus pergi sekarang? " kata Lucky sembari mengemut makanannya.
Kira tidak menjawab dan malah menatap kepada Lucky yang berada di samping-Nya tersebut.