BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Keterkejutan yang Tak di Duga


__ADS_3

" Tapi meski begitu, pertama kalinya aku melihat kau berinteraksi dengan orang lain, terutama orang itu adalah laki-laki, sedikit membuatku penasaran sejujurnya. " ucapnya.


" Aku bersikap demikian, itu juga karena sistem kerja kehidupan kalian sendiri yang membuat manusia di luar sana, dimana pun itu menjadi gila. " cacat Kira dalam hati.


" apakah menurutmu begitu? Um... Sebetulnya biasa saja... Jika waktu sudah benar-benar melonggar, tentu jelas dengan senang hati aku bisa terbuka kembali. " ujar Kira.


Entah karena apa, seketika ia malah terdiam memandang ke arah Kira dengan tatapan dingin datar.


Gadis tersebut yang demikian merasa keresahan, sontak pun gagu untuk berbicara lagi.


" a-aa... U-um... " tergugu-gugu.


Membisunya lelaki tersebut, sekonyong-konyong berakhir juga.


" Haha... Lucu sekali. Kalo sungguh begitu, aku akan menunggu ketibaan waktu itu siap menyambut, Kira... " ucap laki-laki itu tersengih manis lebar.


Tiba-tiba saja ia menggeliat lalu menghembuskan napas dan berkata.


" hushhh... Sepertinya aku perlu menirumu juga, harus lebih banyak belajar bekerja keras lagi. Terus dan terus. Selamat ya untuk hasil surat kelulusan kita masing-masing. " ocehnya.


Mendengar serta mengamati Jio, nyata membuat Kira merasa bertanya-tanya.

__ADS_1


" Um... Ya tentu. Aku padamu juga. " tersenyum sumbing.


" Oh ya Kira, bolehkah aku meminta saran darimu? " celetuk Jio.


" Um... Apa itu? Tidak masalah, tentu saja. " sahutnya.


" Menurutmu... Mana yang lebih baik untuk dipilih diputuskan? Menyusul ke sekolah dimana Sundry berada atau pindah saja ke dunia yang lebih jauh lagi dan melanjutkan lembaran di lingkungan baru?? " tanyanya.


Pada awalnya Kira beku mendiam, sebab tidak paham maksud beberan laki-laki itu.


Akan tetapi juga, ia sontak terperanjat akan paparan-Nya tersebut.


" Ya tentu memang begitulah hasilnya. Sebab diriku ini kurang bekerja keras sebelumnya, kini mulai membuatku sadar juga sebal. Jadi bagaimana tanggapanmu Kira? " lanjut ucapnya.


Kira benar-benar mengkaku lidah bingung harus berkata apa.


" A-aaa... Um... Bukankah mereka sudah memberitahumu? Pihak sekolah memberikan keputusan kepada kita yang gagal untuk mencoba kembali lagi nanti... Aku berpikir, mengapa kamu tidak tetap berdiam saja, tapi mengapa malah berniat pindah? " tutur Kira.


" Haha... Ini benar-benar penyindirin yang cukup jahat menurutku... Apakah kau betul-betul mengejekku? " gelaknya menyahut.


Keruan Kira tak mengerti maksud ringkasannya tersebut.

__ADS_1


" T-tunggu bukan, tentu saja aku sama sekali-- " sangkal Kira di potong.


" Haha... Bukanlah hal yang mudah untuk bisa tetap sabar bersarang di tempat sana. " ejeknya tertawa.


" A-apa arti ucapanmu? " bingung Kira mengkerut.


" Mohon maaf membuat anda menunggu... Ini pesanannya. " ujar pelayan yang datang mendabak.


Spontan mereka berdua pun menoleh.


" Oh! Bukan masalah. Terima kasih banyak. " sahut Jio.


Setelah kepergian pegawai kafe itu, si laki-laki pun melanjutkan bincangan-Nya.


" jika posisi kita bertukar, apakah kau yakin akan tetap memilih jalan yang berbeda dengan apa yang aku putuskan ini? Kira? " seraya memasukkan suapan pertama ke dalam mulut.


" A-aa... " gagunya.


" Kau senang saja sana... Berpikirlah lebih dalam dan satukan juga dengan perasaan, bagaimana bisa bagi mereka yang menunggu-menunggu hasil selama ini, si penyambut mereka itu rupanya malah kegagalan. Sangatlah tidak logis si kita yang dikatakan oleh orang-orang pintar dari pihak sekolah itu, tak lain si mereka yang dianggap bodoh, harus bisa mempelajari pelajaran-pelajaran yang tentu sangatlah tidak lazim untuk dimengerti dengan mudah. Lebih gampangnya dikatakan begini, ujian juga pelajaran yang akan diberikan nanti yang di sebut-sebut kesempatan itu, pernyataannya apa? Akan bertingkat-tingkat 100 kali lipat kesulitan yang akan dihadapi nanti untuk mereka yang si gagal itu. Dan juga apa? Pihak sekolah hanya memberikan kita waktu selama kurang lebih 5 bulan saja!??? " kesal Jio berdesah.


Jelas Kira terkejut-kejut mata membelalak saking syoknya mengamati mendengar gerutuan dari Jio. Kini situasi mulailah berbeda, Kira merasa mulai sangat gelisah resah takut akan penjelasan-Nya yang sekarang ini yang baru juga ternyata diketahui.

__ADS_1


__ADS_2