BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
The Final Time #3


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, nampak dari wajah Kira mulai seperti tak berseri lagi. Vanya juga yang demikian peka, sigap bertanya.


" Ada apa? O-oh... Kamu belum sarapan pagi atau gimana? Ingin mampir ke tempat makan dulu? Kita masih memiliki banyak waktu kok... " duganya.


" T-tidak, bukan hehe... " tersengih.


" semua baik. Jangan cemas. " imbuh Kira.


" Um... Baiklah. "


Di sela-sela perjalanan, nyata Kira akhirnya pun mulai terbuka.


" Um... Vanya, bolehkah aku bertanya sesuatu? " ujarnya.


" Tentu saja, apa memangnya itu? Tolong untuk ditanyakan. "


" Jika misal aku tidak ikut hadir dalam ujian pada waktunya, ataupun menyusul... Menurutmu apa yang harus aku hadapi nanti? " mengungkapi.


Xie mulai tertarik meleret ke arah mereka berdua yang ada di belakangnya.


" Um... Begitu ya. " paham Vanya.


Ia ikut terdiam berpikir. Kira yang menunggu sahutannya pun sontak mulai memerhatikan Vanya dengan serius.


" mari tanyakan itu semua kepada Xie. " tersengeh.

__ADS_1


" O-oh... " Kira berawai.


" Aku benar-benar minta maaf. Tapi mengapa bertanya begitu? Tentu saja Vanya tidak tahu Kira. Aku juga sama halnya sepertimu, orang baru di kota ini. Um... Meski lebih dahulu, tapi bukan berarti berpengalaman luas, tahu lebih mengenai sistem hidup disini sebenarnya itu bagaimana. Apalagi dengan pertanyaanmu baru saja hehe... "


" ya... Maksudnya, sebab aku tidak berpengalaman luas... Jadi, akan takut jika memberikan informasi yang salah. Maka lebih baik bertanya kepada Xie saja, dia pasti jelas tentu... Tahu, 'kan hey hey?! Hey Xie?! 'kan?! " panggilnya.


" Mereka perlu mengulang setahun lagi. " ringkasnya.


" O-oh begitu ya. " paham Kira.


" Um... Kira Kira? Memang ada apa kamu sampai bertanya tentang itu? " tanya Vanya.


" A-aa... Bukan apa-apa. Hanya ingin tahu seberapa mengerikan sistem kerja mereka akan terus berlanjut. " sahutnya.


Berjalan dan berjalan, keheningan kembali hadir diantara perbincangan mereka. Kali ini Kira yang memulai bercakap, bertanya kepada Xie.


Ia tak menanggapi sigap interogasi dari Kira, namun tetap menjawab juga.


" 4 tahun lebih. " pungkasnya.


" O-oh... "


" apakah nyatanya dia lebih mengenal June Sin dibandingkan aku, 'kan? Mungkin saja. " tepekurnya.


" um... A-- " ungkap Kira terhenti.

__ADS_1


" tunggu, Xie sebetulnya itu sudah tahu mengenai hubunganku dengan June Sin atau tidak ya? Belum lagi... Vanya, dia. " menung Kira.


" Kira lihat. " panggil Vanya di sebelahnya.


" Hah? A-aa Iya? " tersadar menengok.


Asik melamun berpikir dalam-dalam, bahkan mampu membuat Kira tak sadar bahwa perjalanan sudah berakhir, yang berarti mereka sudah sampai di depan gedung sekolah tersebut.


Mengejutkan, saat melihat ke sekelilingnya nyata banyak sekali penjual bunga yang hadir disana.


" wah... Benar-benar luar biasa, sulit aku percayai... Apakah ini sungguh sudah pada umumnya terjadi disini? " pukau Kira tercengang-cengang.


" Iya, seperti yang kau lihat sekarang kini. " jawab Xie.


" Sebenarnya ini juga pertama kalinya bagiku terjadi Kira. Hanya, karena Xie sudah lumayan banyak mengajakku berkeliling liar di kota ini, bahkan menurutku melebihi penampakan seperti ini Kira. Jadi tidak terlalu mengejutkan menyaksikan, meski... Sungguh terpesona juga hehe... " ucap Vanya tersengeh.


" A-aaa begitu. Pantas saja, menyenangkan sekali bisa terus melihat momen begini ya pasti Vanya? " ujar Kira.


" Haha... " geli hati Vanya.


" jadi... Bunga jenis apa yang ingin kamu beli sekarang Kira? " imbuhnya.


" Wah... Pasti sulit untuk memilih jika keadaannya seperti ini. " senang Kira bingung tersengih.


" Aku pergi duluan. Pergi berdua saja jika ingin melanjutkan niat kalian. " pungkas Xie langsung beranjak pergi.

__ADS_1


" Sepertinya bukan hanya sikap Pak Lucky yang berganti tajam, tapi dia juga ya? Ah... Semoga kedepannya benar baik-baik saja. Sejujurnya sedikit mengkhawatirkan meski tingkah laku mereka bertukar begitu pun, rasa gelisah resah ini nyata masih tak bisa Ku pudarkan. " batin Kira bericau dalam hati.


__ADS_2