
" Oh, ini bukan apa-apa. Aku sangat lelah ayo kita lebih laju lagi berjalan agar bisa secepatnya beristirahat. " ucap Kira menghindari.
June Sin mulai berasa khawatir seketika. Sebelum tiba dirumah Kira ingin berpisah pergi lebih dulu.
" pulanglah lebih dulu aku mau berkunjung ke suatu tempat. "
" Oh begitu, kemana memangnya kamu akan pergi? tidak ingin ditemani? " tawar June Sin.
" Tidak, sebaiknya waktu sekarang kamu kumpulkan saja tenaga itu untuk bekerja nanti, agar semakin bagus juga bersemangat. " ujar Kira.
" Aku tidak terbiasa tidur diwaktu seperti ini, apakah kamu bersungguh-sungguh tidak mau ditemani? " celetuknya.
" Oh begitu... " bingung.
" Tempat mana memangnya yang niat kamu datangi? aku perlu tahu itu berbahaya atau tidak? " kata June Sin lagi.
" Aku ingin melakukan pijat refleksi, tubuh merasa janggal, tidak lama. " jawabnya kembali.
" Baiklah, cepat pulang dan hubungi segera sebelum terjadi hal apapun yang akan menerjangi mengerti? " pesan June Sin.
Kira tersenyum, mengangguk. Setelah urusannya selesai, bergegas juga ia pulang dari tempat tersebut.
Sampai di rumah Kira langsung pergi membersihkan badan. Usai sudah, terdengar suara pintu ditutup, Kira keluar dari dalam kamar. June Sin ternyata sudah berdiri didepan pintu kamar.
" oh! Ada apa? J..june Sin? " kejut gagap bertanya.
" Aku kira kamu sudah benar-benar beristirahat. " celetuknya menyahut.
" Oh itu... t..tidak bukan begitu, emm ternyata tidur awal memang sedikit bermasalah karena belum terbiasa. " gugup menjelaskan.
" Mari makan. " ajak June Sin.
" Oh memasak? " ujar Kira.
Mereka jalan bersama ke ruang belakang.
" Tolong untuk menunggu sebentar. " pesannya sembari berjalan ke tempat memasak.
" Baiklah, terima kasih. " jawabnya.
__ADS_1
Kira duduk dikursi meja makan, untuk menghilangkan kejemuan dalam dirinya menunggu masakan tiba, ia memainkan ponselnya sebagai penangkal.
" Bagaimana dengan hari ini, apakah berjalan baik daripada hari kemarin? " tanya June Sin sembari sibuk memasak.
Sontak Kira terkejut dan menyahut juga tergagap-gagap.
" Euu... Ya... a..aku berharap semoga setiap hari selalu mendapatkan perjalanan yang baik dari sebelumnya yang sudah terjadi. "
" Cit-cit cuit!! " telepon berdering.
sigap Kira melihat layar ponselnya, nampak terpapar nama MAN, merasa bingung pun ia berpikir sejenak.
" Man? Siapa ini? Aku merasa tidak mempunyai nomor kontak yang bernama man. "
" Ada apa? Kenapa lama menjawab-Nya? " tanya June Sin berteriak.
" Oh! Iya. " sahut Kira sadar.
" halo? " panggilnya didalam telepon.
" Hei sayang, bagaimana kabarmu hari ini? Merasa lebih bagus setelah mendapatkan ciuman khusus dariku? Tentu tidak bisa terlupakan bukan? Kenangan yang akan membekas. " celotehnya.
" Siapa yang menelepon? Aku tidak mendengar banyak kamu berbicara. "
" Tidak ada yang khusus. Ayo makan. " hindarnya.
Mereka mulai makan bersama.
Ditengah-tengah asik menikmati sajian sekonyong-konyong June Sin berkata
" Akhir-akhir ini... aku sering melihat ada anak lain dari kelas limit berada didekatmu, apakah dia mulai memperhatikan-Mu? "
" Kelas limit? " berpikir.
" oh apakah orang yang kamu maksud itu adalah Xie? "
" Aku tidak tahu banyak tentang dia. Bagaimana bisa kamu mengetahui namanya? Bahkan aku saja tidak tahu. " akunya.
" Sering terdengar sekali telinga-Ku menangkap nama orang itu dimanapun, jadi mudah untuk aku mengingatnya. " jawab Kira.
__ADS_1
" Oh begitu, ya tentu. "
Melanjutkan makan lagi.
" akan lebih baik jika cepat menyelesaikan urusanmu dengan dia, jangan mengundang tali hubungan apapun. " pesan June Sin seraya makan.
" Mengerti. " jawab Kira mengangguk.
Kira terpaku sejenak seperti orang tengah menimbang-nimbangkan sesuatu.
" Aku mengalami kecelakaan tadi sebelum jam pelajaran pertama masuk. " ujar Kira seraya menikmati sajian.
June Sin terhenti makan.
" Kecelakaan? Apa yang sudah terjadi itu? " tegang wajah.
Merasa June Sin adalah satu-satunya pegangan hidup Kira berhak memberitahukan apa yang sudah menimpanya.
" Aku diperkosa. " ungkap-Nya.
" Uhuk! Apa!? " batuk syok mata terbelalak.
June Sin terpaku seketika, menatap lurus ke arah Kira
" tapi untungnya pak Lucky hadir dan menjatuhkan orang itu "
" T..tunggu! Apa?! " kejutnya.
" Bekas memar yang aku miliki ini karena ulahnya. " lanjut ucap Kira.
" Apa?! Bekas memar itu? Tunggu! Apa maksudnya? Tunggu, bagaimana bisa? Mustahil! " terperanjat.
" Begitu? " ujar Kira.
Jantung June Sin semakin berdegup kencang.
" Tidak! Bagaimana bisa? oh tidak bukan begitu maksudnya... apa yang sudah diperbuat laki-laki itu kepadamu? " tanya June Sin berkeringat dingin.
" Tidak ada yang ingin aku ungkapkan tentang hal itu, aku hanya bisa mengatakan keberuntungan masih berpihak padaku. " sahut Kira, melanjutkan makan.
__ADS_1