BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode #119


__ADS_3

Lucky yang baru tersadar hadirnya Kira disana sigap mencoba untuk mengalihkannya dari tempat itu, nampak seperti orang yang berusaha untuk menutupi semua tragedi yang terjadi.


" Ayo mari saya antar kamu pulang saja sekarang. " menarik tangan Kira.


" T-tunggu, apa? " Kira terbangun.


" tunggu lalu bagaimana dengan i-ini?? M-mereka ini sebenarnya kenapa? A-ada? A-apa yang sudah menimpa... " rusuh hati serta panik Kira.


" Bu Una juga kekasihnya ini, apa yang sudah mereka hadapi sebetulnya... sehingga bisa menjadi seperti i-ini? Pak Lucky? " tahan Kira suara agak memelan.


" Bukan begitu maksud-Ku, dengan adanya kita sekarang bukanlah akan membantu, tapi justru nanti akan menjadi bencana. Ayo kita pergi detik ini juga! Ayo! " gesa Lucky menarik lagi.


" Bagaimana kita boleh meninggalkan begitu saja pak, tentu saya tidak bi-- " tolak Kira di selang.


" Kau ini! Sulit sekali untuk bisa dimengerti ya! Ketika kau baru melihat keadaan mereka seperti ini saja itu sudah membuatmu kaku jiwa! Apalagi nanti di saat kau menghadapi gerombolan orang yang akan menyemburmu habis-habisan! Jangan main-main jika berbicara di tengah-tengah mulut manusia yang sedang beruraian api! Dengan situasinya sekarang ini, itu bagaikan dimana minyak sebagai pemicunya kebakaran terjadi! Setiap hembusan napas dari dalam jiwa mereka, itu bisa menjadi angin yang akan terus-menerus bertambah besarnya bencana datang! Tentu jelas api dari kebakaran itu bertingkat tinggi! " hardik Lucky.


" dan aku berharap kau benar tidak masuk ke barisan orang bodoh seperti yang dikatakan Kira waktu lalu. Jangan sampai tertipu oleh si jamur beracun itu. Dan kinilah sekarang ia bersiap datang menghampirimu. "

__ADS_1


" rasa peduli memang sewajibnya dimiliki, tetapi ada kala kita tahu perlu meletakkannya dimana pada saat bagaimana juga... Tidak akan ada kata peduli jika sedangkan diri kita saja terancam bisa terbunuh. " imbuh Lucky.


" ayo cepat kita tinggalkan. " menarik tangan Kira.


Bergerak terbirit-birit mengarah ke mobil Lucky. Kemudian, Kira di bawa masuk oleh Guru pria itu. Jalanlah mereka dengan kelajuan tekanan yang tak biasa.


" jangan cemaskan apapun, semuanya akan baik-baik saja. " tutur Lucky sambil menyetir.


" Bagaimana bisa Pak Lucky tidak mengkhawatirkannya?? Setelah melihat kejadian seperti tadi?? " bingung Kira nada agak keras.


" Huhs... Aku sangat malas berdebat sekarang ini, tenaga-Ku sudah terkuras banyak karena kegiatan sebelumnya di sekolah, kau tahu? " belot Lucky pandangan lurus fokus ke jalanan.


" Saya sama sekali tidak memerhatikan ke arah perihal itu. Lagi pula, saya tentu masih sulit menerima tindakan bapak ini. Tidak bisa mengerti apa yang sebetulnya Pak Lucky pikirkan. " sindir Kira.



Sekonyong-konyong saja,

__ADS_1


" Ssttt! " mobil tiba-tiba terhenti.


Kira yang diam tenang, kepalanya hampir mengenai badan depan mobil. Keruan hal itu membuatnya terperanjat sangat, mata ikut membelalak badan membeku di tempat saking syoknya.


Kemudian, ia menoleh ke Lucky.


" Hehe... Maaf, aku tidak memberi aba-aba terlebih dahulu. " ujar Lucky tersengih.


" A-ada apa Pak Lucky? " bingung Kira sedikit khawatir.


" Turunlah, kita bersinggah dulu sebentar disini. " tutur Lucky.


" T-tapi memang ada apa? Kenapa? " tanya Kira lagi.


" Eh eh, ayo cepat turun saja lalu kita bersama-sama. " belu-belai Lucky agak menggesa.


Setelah keluar dari mobil, kini Lucky berjalan menuju ke dalam tempat makan. Alhasil, Kira tak bisa berkutik apapun dan langsung juga mengikuti Guru pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2