BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 41


__ADS_3

" Mengapa bukan orang lain saja yang bekerja? Ada banyak siswa yang ia punya, karena alasan apa guru itu hanya memerintahkan-Mu? " tutur Xie lagi.


" Aku... tidak tahu. " sahut Vanya serta suram wajah.


Lalu benar saja, ia langsung pergi setelah memberikan benda tersebut tanpa menceritakan banyak hal lainnya lagi.


" Apa yang sudah terjadi dengannya sekarang. " gumam Xie ganjil hati.


Tak lama bertingkah Xie lekas membukanya. Terkejut-kejutlah ia melihat sesuatu yang dari dalam amplop itu berisi foto-foto dirinya dengan Kira yang tengah berposisi lekat. Mata Xie ikut membelalak terbuka saking terperanjat-Nya ia.


...----------------...


Wusshh... hembusan angin malam yang mendesau mampu mendinginkan jasmani juga perasaan hati Kira.


Mendabak June Sin datang dari arah belakangnya memanggil.


" Tidak baik bagi manusia keluar kamar dan berdiri di atas balkon pada malam hari begini. "


Ia sedikit terkejut sebab mendengar suara yang datang secara tiba-tiba saja, lalu ia pun langsung melihat ke belakang.


" June Sin. " panggilanya sedikit tidak ceria.

__ADS_1


" Masuklah. " ujarnya tersenyum.


Kemudian mereka berdua masuk lagi ke dalam kamar. June Sin duduk di atas ranjang sedangkan Kira di kursi belajar sembari menatap buku-bukunya di meja.


" tidak perlu khawatir, mereka akan secepatnya lumpuh agar tidak bisa lagi bergerak mendekati-Mu, aku menjamin itu. " ujar June Sin ceria muka.


" June Sin. Aku ingin menanyakan beberapa hal. " kata Kira seraya melamun dikursi tersebut.


" Apapun itu, katakan. " jawabnya.


Kira termenung sejenak, lalu


" Em ( Iya ) " jawab June Sin menganggukkan kepala.


" Berapa lama? Sampai tahap apa kamu bisa bertahan meneduhkan aku? " tuturnya lagi.


" Kapanpun itu. " sahutnya juga tersenyum.


Sunyi kembali disela perbincangan mereka. Kemudian Kira lanjut bercakap.


" Adakah manusia? mengalami diposisi yang sama seperti diriku sekarang? setidaknya satu orang saja? "

__ADS_1


Sekonyong-konyong June Sin tak bisa berkutik.


" di kota ini? " lanjut ucap Kira.


" Mmm... Mungkin saja, entah mereka itu wanita ataupun pria, yakin sekali dia sudah terbiasa dan ikut menikmati hidupnya dengan cara tersendiri. " jawabnya.


Kira terdiam bermenung-menung lagi.


" dan juga... sejujurnya saja, aku tidak terlalu memikirkan tentang masalah lingkungan ataupun kebiasaan mereka bagaimana normalnya hidup. Sebab, mereka juga memiliki didikan baik juga otak yang jernih untuk berpikir. Mereka juga menilegalkan soal hubungan gelap, siapapun itu akan dihukum cukup berat jika dapat diketahui tapi dengan satu alasan bisa dilakukan, asalkan salah satu dari pasangan itu menyatakan penolakan untuk diajak bercinta, dan pihak lawan malah tetap bersikeras menyuruhnya untuk bersetubuh, ya itu juga termasuk dalam kategori pelecehan seksual ataupun penerobosan secara paksa, sangat terlarang bagi mereka. Bahkan saat ini sulit untuk aku pahami sistem otak para lelaki bejat itu berpikir, mengapa dengan mereka sebetulnya sampai tidak memiliki rasa takut sama sekali, benar-benar bahaya. " papar June Sin.


Setelah mendengar semua hal itu sontak itu mampu menjadi topik obrolan yang menarik bagi Kira.


" Benarkah? Lalu... jika seseorang mengalami kekerasan seksual bisakah melaporkan peristiwa itu? " cengang Kira langsung melihat pandangannya ke arah June Sin.


" Tentu saja. " sahutnya.


" Lalu mengapa... " ujar Kira.


" Jika pertanyaan-Mu mengajakku menuju permasalahan yang kau alami, tentu alasan aku mengapa tidak langsung saja melaporkan mereka semua ke pihak hukum agar hidupmu tenang lebih mudah, tapi perlu diketahui kita tidak boleh sembarangan bertindak sendiri untuk menggapai keinginan, bisa saja mereka berbuat lebih jauh dari sebelum-sebelumnya mereka menggila. Kita harus mengambil celah yang baik agar kedepannya masalah tentang ini tidak bercabang kemana-mana. Tapi Kira tidak perlu khawatir, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk bisa memutuskan tali penghubung kamu dengan mereka semua. Tenang saja tidak perlu takut. " ujarnya tersenyum manis.


" Apakah begitu... " suara memelan.

__ADS_1


__ADS_2