BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
The Final Time #5


__ADS_3

Kira memandang dengan serius juga syok terhadap apa yang terjadi di depan matanya.


Tak lama, ia meraih bunga tersebut secara perlahan-lahan, dan menerima.


" T-terima kasih Pak Lucky. " canggungnya.


" Iya. Mari kita pergi masuk bersama? " ajak Lucky.


Kira mengangguk pelan. Berjalanlah mereka menuju ke dalam sekolah. Tibanya di kelas, keruan saja membuat para siswa disana terkejut-kejut mata membelalak. Lantaran melihat Kira bisa berjalan di belakang Lucky.


" Apakah sebelumnya mereka bersama-sama? " kejut siswi di meja membisik.


" Argh... Anak sialan itu berulah lagi rupanya ya? " murka salah satunya membual.


Kira berjalan menuju kursinya, lalu duduk. Begitu pun juga Lucky yang baru tiba di tempat langsung membuka jaket hitamnya kemudian diletakkan di atas meja. Lekas duduklah lelaki tersebut.



" Selamat pagi semua? Apa kabarnya hari ini? " sapa Lucky.


" Selamat pagi pak! Kabar kami baik pak! " serentak mereka menyahut.


" Baiklah, bagus sekali... Saya bersyukur mendengarnya. "


" saya akan memanggil satu persatu untuk memastikan semua sudah hadir atau tidak. Maka dari itu, minta kerja samanya. Mohon perhatikan dengan tenang. " lanjut ucap Lucky.


Mengambil buku absenan siswa. Lalu membuka dan mulai menyeru.

__ADS_1


" Sunny marie? "


" Saya pak! " sahutnya.


" Clarissa Jones? "


" Saya pak! " jawabnya juga.


" Jonny son? "


" Hadir pak! "


" Baik... Kemudian lanjut, Harry Reid? " panggil Lucky lagi.


" Saya hadir pak! "


Tak ada tanggapan dari mereka semua.


" Clans Hoodie? " lanjut seru Lucky.


" Saya hadir pak! "


" Anika Jolie? "


" Saya pak. " mengangkat tangan.


" Avanya Dookie? "

__ADS_1


Pada awalnya tak ada respons secara spontan, akan tetapi kemudian salah satu dari mereka memberi kabar.


" Vanya hadir pak, ia terdesak membantu di kelas 12 Eksplorasi. "


" Oh begitukah? Mengapa dia tidak bersikap mendisiplinkan diri? " keberatan rasa Lucky.


" baiklah lanjut. Shay? "


Pemanggilan nampak masih terus berlangsung, hingga akhirnya tiba pada titik pertengahan nomor absenan.


" Akira Noieshii? "


" Saya pak! " mengangkat tangan serta mengacungkan telunjuk.


" Vikor Midzy? "


Usai sudah.


" baiklah... Sepertinya habis orang yang terdaftar di buku ini sekarang. " pungkas Lucky.


" dengar! Tidak ingin banyak bicara lagi, langsung saja ke intinya. Hari ini adalah hari dimana penentuan keberhasilannya atau tidak dari usaha kalian sepanjang waktu lalu itu dihabiskan. Benarkah akan berbuah baik? Para siswa-siswi sendiri yang pasti mengetahuinya nanti. "


" perhatikan! Tentu diketahui, jika ada diantara kalian yang gagal atau tidak lulus, maka jelas mereka akan mengulang pelajaran kembali dari awal kelas 10 bagaimana. Sangat membuang-buang banyak masa. Namun, kalian bisa mendapatkan kesempatan meski kurang lebih dari 1% orang-orang yang tak cukup beruntung bisa mendapatkannya. Apa peluang itu? Mereka bisa mengurangi kurasan waktu yang akan berjalan terus-menerus mengikuti kalian. Dengan bermodal apa? Jika kegagalan itu datang, tiga tahun lebih selama dalam masa pembelajaran akan di bagi menjadi dua perolehan. Jelas keberuntungan hanya datang sekali, itulah peluang emasnya. Tapi tentu ujian yang berdatangan menghantam pun tidak bisa dianggap remeh, benar-benar tidak main-main. Di opsi pertama, dimana waktu menginjak hari ke 180, kalian akan diberi kesempatan untuk langsung mengikuti ujian seperti ini kembali, dan disitulah kita harus bersungguh-sungguh memenangkannya. Memanfaatkan waktu yang terbuang selama 6 bulan, kalian pasti bisa membuahkan hasil yang manis disana. " jelas Lucky.


" meski hanya 1% pun peluang emas terlapang bersedia menghampar. Aku sebagai seorang Guru dari murid, wajib memberikan dorongan rasa antusiasme ini kepada kalian. " lanjut ucap Lucky suara agak memelan, pandangan memudar.


Kira yang daritadi mengindahkan anjuran dari Lucky, nyata trenyuh, teriba-iba.

__ADS_1



__ADS_2