BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 10


__ADS_3

Mereka masing-masing menyibukkan diri membersihkan pel. Xie memutuskan lebih dulu selesai dan hendak pergi, tapi niatnya terhenti sebab siswa tadi tiba-tiba saja membuka pembicaraan. Xie terpaku di belakang mereka.


" Apakah malam ini kamu sibuk? " ujar siswa.


keruan sekali itu membuat Kira terkejut juga canggung diri.


" Oh... Eu..uu malam ini, euu... benar, ada sesuatu hal yang harus aku lakukan. Maaf. Tapi memangnya ada apa? " gugup.


" Baiklah aku pergi. Terima kasih. " pergi meninggalkan-Nya


Kira melepas napas karena rasa lega.


...----------------...


" Pak sudah pak, hiks aku bersungguh-sungguh sudah menyesalinya Pak aku sudah menyesal. " keluh kesahnya.


" sayang beritahu dia bahwa aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi sungguh, buat laporan saja jika aku berbuat hal itu lagi. Sekarang aku benar-benar sudah payah sekali, bisakah kau memaafkan-Ku? Aku hanya merasa kesal saja kau terus menolak apa yang aku bawa. Padahal aku benar-benar mencintai-Mu. " imbuh-Nya kembali sembari push-up.


" Kau tidak perlu melakukan itu, aku juga sudah mengetahui. " sahut gadis yang berada dibelakang.


" Bisakah kau sedikit saja menghargai? " ucap siswa itu kembali.


" Bukan begitu, aku hanya merasa tidak nyaman saja jika seseorang yang mempunyai hubungan cinta denganku melakukan itu. " jawab kembali.


" Aku tidak melakukan hal yang tidak normal! Itu umum dilakukan sesiapapun yang memiliki hubungan seperti kita hiks... Ada apa denganmu? akh ha... menyakitkan hati sekali " meringis susah hati.


Gadis tersebut terdiam. Lalu berkata

__ADS_1


" Apakah sekarang kau sudah tidak lagi mencintai-Ku? " sedih hati.


" Tidak. Akh... sakit, arrghh tidak! aku sudah tidak bisa merasakan tubuhku akh bagaimana ini akh!! " merintih.


" Ha?! Benarkah?? Oh tidak bagaimana ini? Pak bagaimana ini? " panik seraya sigap menoleh.


Tidak ada sahutan dari guru tersebut, mereka malah melihat ia tengah melamun menatap lurus ke arah sesuatu dengan ekspresi sedikit terkejut juga kebingungan. Gadis berteriak.


" pak Lucky! " serunya.


Ia tersadar.


" Ha? Apa? " menyahut.


" Pak bagaimana ini? Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Apa yang harus dilakukan? " kelisah.


" Oh yasudah apa maksud bapak?? Lalu bagaimana dengan pacar saya ini pak? "


Lucky terlihat masih salah memerhatikan.


" Aku tidak salah lihat bukan? Itu sungguh gadis itu? Pagi ini aku tidak minum, aku tidak mabuk. Aku... " gumam kebingungan.


" Pak Lucky " teriaknya dengan lantang.


Saking kerasnya ia memanggil hingga mampu menarik banyak perhatian, bahkan Kira juga Xie pun menoleh ke arah sumber suara tersebut.


" Ha? Ada apa? " menoleh ke gadis itu.

__ADS_1


" Pacar-Ku. " menangis histeris.


Sontak tangisan-Nya membuat Lucky terkejut juga langsung panik.


" Eh kenapa menangis begitu? Kenapa dengan dia? " bertanya jongkok.


" Dia lumpuh bagaimana ini? " isak-Nya.


" Amit amit! Apa yang kau katakan? Aku tidak mau lumpuh. Jangan mengharapkan aku begitu. " sigap siswa itu menjawab.


Lucky mengangkat badan laki-laki itu, dan menggendong-Nya cepat berjalan hingga sampai di ruang UKS.


" Pak Lucky?? " kejut Xie didalam hati.


Kira selesai membasuh kain pel-Nya pergi melintasi Xie.


...----------------...


" Blam! " memukul meja dengan kencang.


" Uh!! Astaga! Ada apa ini? " kejut seseorang.


" Silence!! Silence!! Lucky! Pak Lucky datang! " terengah-engah.


" sret!! " suara kursi bergesekan dengan lantai.


Silence yang daritadi tengah anteng belajar, seketika goyah terkejut berdiri dari duduknya lekas berlari keluar dari perpustakaan.

__ADS_1


__ADS_2