BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Keno #4


__ADS_3

" Tes, tes, tes. " suara air menetes di dalam wadah.


Kira sedang memeras sebuah kain yang dipenuhi banyak air, kemudian meletakkan selampai basah yang sudah diperatnya itu di dahi Keno, mengompres untuk menghilangkan panas di wajah si lelaki tersebut.


" Muka dia memerah sekali. Ketegangan suhu tubuhnya juga cukup mengkhawatirkan. Ada apa dengan orang ini sebetulnya, mengapa dia berbuat begini? Sangat aneh, sungguh! Ini pertama kalinya aku melihat momen seperti kini. Aku benar-benar berharap semoga dia baik-baik saja. " gerutu Kira resah.


Dengan banyaknya kegelisahan juga kebimbangan sebelumnya, akhir pun Kira berkeputusan untuk membawa Keno pulang bersamanya ke rumah. Malam mulai melarut, nampak Keno hingga detik sekarang belum kunjung sadar juga, merasa jemu Kira pun pergi ke ruang kamarnya bertujuan untuk tidur.


Suara detikan jam terdengar jelas di tempat kesunyian ruangan Kira. Waktu menginjak pukul 2:53 AM. Kira bangun dari ranjang, duduk sejenak di tepi kasur mengumpulkan nyawa. Tak lama kemudian ia pun berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.


" Ssss... " suara air mengalir di dalam keran.


Setelah usai Kira kembali, lalu langsung duduk di kursi meja belajarnya. Membuka buku-buku yang sudah tergeletak di atas meja.


Di sela-sela fokus belajar, Kira sempat mengeluh sejenang.

__ADS_1


" Argh... Aku tidak begitu yakin dengan usahaku terus dan terus begini bisa menghasilkan yang memuaskan bagiku nanti! Aku benar-benar memerlukan pelatihan khusus. Orang mana memangnya bisa mengerti sebuah pelajaran yang paham di akhir babnya saja, bahkan sebelum mengenal huruf T kita perlu mengenal huruf B lebih dulu agar bisa tahu perbedaan diantara 2 jenis huruf abjad ini, bukan? " rentan Kira seraya memeluk meja belajar serta mata tertutup.


" dengan demikian, apakah aku akan hidup berlama-lama lagi di sekolah itu? Bagiku berjalan di lorong sana selama 2 menit saja serasa 3 minggu aku mendiam. " keluh kesahnya.


" yang benar saja, siapa pemegang pertama sistem kerja kehidupan di kota ini sebetulnya? " lanjut lesu Kira.


Kira bersedih hati tertekan mempaku di kursi. Mendabak saja,


" Jika kamu mengizinkan, bolehkah aku ikut membantu? " ujar seseorang di arah belakang Kira.


" K-keno? " syoknya.


Singkat cerita, benar saja laki-laki itu ternyata lumayan cukup mahir mengerti mengenai berbagai pelajaran di sekolah. Ia membantu Kira, duduk bersampingan mengarahkan apa yang tidak di pahami gadis itu selama ini. Di tengah-tengah belajar Kira berkata,


" Sudah berapa lama kamu terjebak disana? " celetuknya.

__ADS_1


" Belum lama, tapi otakku lumayan cenderung tinggi dalam menangkap pembelajaran di sekolah itu. " jawabnya tersenyum manis.


Terlihat Kira cukup senang juga lega hati.


Lama waktu berjalan, jam pun menunjukkan pukul 5 pagi. Siapa yang menyangka ternyata mereka berdua tertidur bersama berhadapan di atas meja belajar tersebut.


Matahari pun akhirnya tiba. Keno terbangun sebab tersorot oleh sinar matahari pagi dari luar jendela menembus hingga silau ke arah matanya. Perlahan membuka alat penglihatannya.


Sudah nampak jelas, mata mereka berdua juga sangat berdekatan. Keno setelah terbangun, meski pada awalnya ia agak terperanjat tapi rasa kejut seketika menghilang langsung menikmati memandang Kira yang tengah tertidur pulas di bawah sinar terang matahari pagi yang juga ikut menyorotnya.


" Kira benar-benar menakjubkan. " pukau-Nya menatap tersengih manis.



" ternyata niat dia memang bersungguh-sungguh. Jika kerja kerasmu sebesar ini, maka aku juga berharap sama seperti harapanmu. Semangat terus ya Kira. " ucap pelan Keno seraya memainkan perlahan jari jemari milik Kira.

__ADS_1


__ADS_2