
Ssss.... celepak.... Terdengar seseorang tengah mandi. Kreeek.... Pintu kamar mandi dibuka. Terlihat seseorang menginjak keset untuk mengelap kaki, lalu berjalan perlahan ke arah ruang kamar tidur. Tiba-tiba,
" Uh!! Terkejut! Ah kau ini. Aku kira siapa? Kapan sampai? Mengapa aku tidak mendengar seseorang masuk? " bertanya seraya berjalan menuju lemari pakaian.
Hinako melihat Lucky yang tengah berdiri di dekat pintu kamarnya. Ia pun bertanya.
" Mengapa kau terkejut begitu? Aku merasa aneh denganmu. " decak Lucky dengan nada sedikit mengejek.
" Aku juga manusia sama sepertimu. Memangnya, selama kau hidup tidak pernah merasakan hal keterkejutan? Jika ucapanku itu benar, justru sebaliknya, aku yang merasa aneh denganmu. Aku meragukan kau seorang manusia. " mengolok-olok serta tertawa.
Seketika Lucky mengalihkan pembicaraan.
" Kau mandi? " bertanya dengan perasaan sedikit jengkel akan olok-olok dari Hinako.
" Ya. Mengapa? " ujarnya.
" Sebelum aku datang, siapa yang menemuimu kemari? " tanya Lucky kembali.
" Gray. Eh tunggu! Kau mengintip kami ya? " tuduhnya bernada tegas.
Sontak Lucky langsung menunjukkan telunjuknya ke atas ranjang. Hinako yang merasa tak mengerti hanya diam dengan wajah mengkerut, melihat ekspresi yang ditunjukkan Lucky.
" Sebelum aku berdiri di sini, aku berkunjung terlebih dahulu ke ranjangmu itu. Aku belum memulai apapun denganmu tapi, aku melihat mani seseorang muncul dimana-mana. " masam muka.
Hinako berjalan menghampiri Lucky untuk menjelaskan sembari menggodanya.
" Oh... Iya. Aku benar-benar meminta maaf perihal itu. Memang benar, ya memang benar. Aku belum sempat membersihkan tempat ini. Aku tidak menduga bahwa kau bisa tiba lebih cepat kemari. Pria itu bahkan atau mungkin, beberapa menit lalu baru saja turun dari tempat ini.
Aku tadi berpikir, mungkin sebaiknya aku membersihkan badan ini terlebih dahulu sebelum bercinta denganmu. Dan... di tengah-tengah mandi, aku baru menyadari betapa kotor sekali tubuhku ini. Jadi mungkin, sedikit lama aku berdiam di kamar mandi tadi. "
__ADS_1
menjelaskan seraya memeluk pinggang Lucky.
" tapi sekarang aku benar-benar sudah suci kok. Sungguh! " imbuhnya.
Lucky menyahut dengan dingin serta perasaan hati jengkel.
" Tetap saja aku tidak menyukai hal itu. aku tidak mau hasil milikku bercampur aduk dengan milik orang lain. "
" Aku akan cepat membersihkannya, jadi tetaplah menunggu. " ucap Hinako.
Ia pun nyata langsung memulihkan tempat itu dengan keadaan seperti semula. Setelah selesai tiba, ia menghampiri Lucky kembali.
" aku tidak berbohong, ini benar-benar cepat bukan? " besar hati.
Lucky masih tetap dalam keadaan terdiam. Hinako mendekati Lucky. Ia mulai mengganggu. Perlahan dan perlahan, Hinako melepas kancing kemeja yang di kenakan Lucky, lalu mengelus-elus dada Lucky dengan lembut. Kemudian ia berkata dengan lirih untuk membangkitkan gairah dalam diri Lucky.
" masih ingin diam? Tubuhku ini masih bersih dan wangi untukmu... Aku... ingin ikut menikmatinya juga denganmu. " mendesah.
Alhasil, Lucky pun tidak bisa menghindari ambisinya dan mulai memegang juga membuka perlahan handuk kimono milik Hinako yang dikenakan-Nya, lalu mengelus-elus bahu Hinako dengan lembut perlahan.
Kemudian ia mulai menghirup wewangian yang tak lain berasal dari tubuh wanita tersebut. Lucky benar-benar goyah akan godaan darinya. Mereka mulai melakukannya. Malam yang panas itu pun telah menyelimuti mereka berdua.
" kau bisa memulai bercerita. Aku ingin juga memikirkan apa yang kamu pikirkan. " tanya Hinako.
" Dia... Aku tertarik untuk menidurinya. " menyahut.
" Tertarik? Ya sudah lakukan, mengapa di ambil frustrasi? " kebingungan.
__ADS_1
" Aku tidak tahu siapa gadis itu. " sahutnya kembali.
Sekonyong-konyong Hinako tercengang akan lemparan kata Lucky.
" Gadis? Tunggu, pertama kalinya aku mendengar keluar dari mulutmu mengatakan seseorang dengan sebutan gadis? "
" Wajahnya terlihat seperti masih anak sekolah menengah. " jawab Lucky.
" Bercanda? Usiaku masih menginjak 17 tahun, tapi lontaran sebutan seseorang gadis belum pernah terucap dari mulutmu. Selama aku hidup bersamamu, ini pertama kali aku mendengarnya. " merajuk.
Lucky tidak mengacuhkan ujaran dari Hinako.
Perbincangan di hentikan sementara, dialih dengan suara ******* mereka berdua yang menggejolakkan rasa ambisi.
" Lu senang? " tanya Hinako sambil memegang pipi Lucky.
Ia juga masih tetap tidak mengacuhkan obrolannya. Tak lama waktu berselang, kemudian berkata
" bagaimana bentuk wujud dari si wanita itu? " imbuhnya berdesah.
Hendak sampai di puncak kenikmatan lagi tiba-tiba Lucky terhenti bergerak, termangu-mangu akan ucapan yang di lemparkan Hinako. Lucky menghentikan kontak fisik dengan Hinako dan bergegas memakai celana. Ia yang merasa kebingungan pun ternganga-nganga juga mengkerutkan sebagian wajahnya sebagai tanda kekecewaan.
" eh ada apa??? Kenapa berhenti? "
Lucky tidak memedulikan ricauan dari Hinako, dan sigap pergi sembari meninggalkan kata,
" Mari kita lanjutkan ini nanti. "
" Apa aku melakukan kesalahan? Lucky! Lucky! Kembali! Aku akan memperbaikinya! Ayo lanjutkan! Lucky! Kau mendengarku kan? " berteriak dengan perasaan sebal hati.
__ADS_1
Tidak ada sahutan dari Lucky. Karena rasa tidak senang hati, Hinako mengumpat.
" Bajingan sialan! Aku sudah bersusah payah untuk melakukan yang terbaik, tapi dia hanya menikmati setengahnya. " berang.