BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 27


__ADS_3

Mereka saling mempaku ditempat. Terlihat mata Sundry menatap sangat terhadap Kira, merasa tak nyaman atas sikapnya pun membuat Kira terganggu perasaan khawatir mendabak datang. Kemudian


" bajumu basah sekali, apa ini penampilan terbaru minggu ini? " tanya Sundry.


Seketika Kira baru tersadar.


" Oh ini! Oh... euuu, saat memadamkan api tadi, seseorang yang sama halnya tengah bekerja keras mematikan kobaran api besar itu tidak sengaja menumpahkan air kepadaku, tadi aku sempat mengenakan jas seragam tapi entah kemana barang itu menghilang ketika aku datang kembali untuk mengambilnya. " menjelaskan.


" Oh begitu... sebaiknya kamu segera ganti berpakaian, jika masuk angin itu sangat berbahaya untuk diri sendiri atau untuk orang-orang yang berada disekitarmu, sangat mengganggu bukan? tidak lama lagi sekolah juga akan mendatangkan ujian, bukankah kamu tidak ingin mendapatkan nilai buruk nanti? " tuturnya.


" Emmm lalu darimana aku bisa menemukan baju untuk berganti? " ujar Kira.


" Perlukan teman-teman, itulah jawabannya. Kamu bisa meminta bantuan kepada mereka, mungkin ada salah satu dari mereka membawa lebih pakaian? Atau boleh meminjam kepada siswa yang hari ini ada pelajaran PJOK, jamkos sekarang bisa kamu manfaatkan dengan baik. " sahutnya.


Kira terdiam.


" ya mungkin memang sedikit merepotkan. Aku akan ikut mencari nanti. Aku bisa mengerti, akan aku umumkan nanti, siapa tahu ada yang melihat barang milikmu itu. " jawab Sundry tersenyum.


Kira berasa tenang, karena salah beranggapan tentang ketua kelas tersebut, terlihat laki-laki itu sangat bersikap lembut juga mempunyai sifat tegas bergas dan bisa memperhatikan orang-orang dengan baik sebagai tugasnya


" Terima kasih banyak " ungkap Kira senang.


" Tidak masalah. Akan aku coba mencari pakaian yang layak dipakai untukmu diruang sekolah ini, hanya berjaga-jaga sementara. " tuturnya.


Kira tersenyum manis bahagia seraya mengangguk-anggukan kepala bentuk merenspons. Saling terpaku lagi, Sundry lalu berkata


" sepertinya kita belum pernah berhubungan dekat yah? Eumm... menarik sekali untuk melakukannya sekarang? Benar-benar sangat ingin. " celetuk, canggung.


Rasa bingung datang membentur isi kepala Kira.


" Berhubungan dekat? Berteman? " pekurnya.


" Bagaimana denganmu? Sama ingin mengeluarkan mani saat ini? " tanya Sundry lagi.


Kira sadar mulai mengerti maksud ucapan ketua kelas itu tapi, merasa tak ingin salah paham kembali, ia memutuskan untuk bertanya lebih dalam.


" Eh? Euu... Apa maksudnya itu? " kejut linglung bertanya.


Sundry tersengih bentuk rasa geli hati. Lalu laki-laki tersebut mengangkat kedua tangannya dan mencoba untuk membuka kancing-kancing kemeja seragam yang dikenakan Kira sembari berkata.


" Apa kamu mencoba untuk menggoda-Ku lebih dulu? " ujarnya.


" Eh? Oh begitu! Eh tidak!  " tersadar, kejut sangat serta menyangkal tindakan Sundry dengan cara memegang tangannya yang tengah bekerja.


" Ada apa? " tanya Sundry kebingungan.


Kira menampakkan ekspresi wajah tenang, menahan kepanikan kegelisahan dalam dirinya.


" Tidak, bukan begitu maksudnya, eummm... Aku... aku... tidak bisa mengerjakan hal itu sekarang, itu karena, euuu sedang... mmm... saat ini aku sedang d..dapat. " tolaknya gugup.


" Oh, lantas? " tanya Sundry lagi.

__ADS_1


" Hah? Eummm... Tentu hal itu tidak diperbolehkan, bagaimana bisa tidak tahu? " kaku lidah menjelaskan.


" Oh benarkah? "


" Benar, akan terjadi infeksi jika dilakukan. " imbuh Kira.


" Oh begitu. " kecewa seraya sedikit mundur berjalan.


" Maaf sekali. Meski rasanya ingin tapi... tidak bisa melakukan. " lanjut kata Kira berpura-pura terlihat sedih.


" Tidak mengapa. " jawabnya berat hati.


Lega dada akhirnya bisa Kira rasakan meski tidak banyak.


" bagaimana jika menyentuh bagian luar saja tanpa harus melakukan penerobosan? " lanjut ajakannya.


" Hah? Me...menyen..tuh bagian luar? Euu... a..apa itu maksudnya? " bingung Kira agak khawatir.


" Ada apa denganmu haha... sudah cukup kelakarnya, aku bersungguh-sungguh ingin merasakan tubuhmu bagaimana. " geli hati.


Kira pura-pura tertawa kecil untuk menanggapi ujaran dari Sundry. Berpikir sejenang kata apa yang harus ia lontarkan kepada ketua kelas tersebut.


" ada apa? Kenapa denganmu? Apa aku terlihat menjijikkan sampai kau tepekur sekeras begitu? " rentan hati.


" Oh tidak! Euu... bukan itu maksudnya. Aku hanya merasa bingung harus... harus... " panik tidak tahu arah.


Sundry gelak manis melihat tingkah Kira.


Kira tersengih.


" sudah berapa lama kamu tidak bergaul dengan seorang pria hah? " olok-oloknya.


" Bagaimana dengan dirimu sendiri? Justru disini yang merasa aneh itu aku, mengapa kamu sampai berungkap sangat ingin melakukannya, denganku lebih-lebih? " spontan Kira menyahut.


" Hah? Haha... lucu sekali. Melawan ternyata. Baiklah akan aku katakan. Hampir setahun ini aku belum menjalin hubungan cinta dengan siapapun, merasa sangat membosankan. Hanya merasa tertarik saja dengan barang-barang baru. Memangnya kamu tidak penasaran atau terangsang ketika melihatku? Sundry, sudah banyak memikat para wanita dari kelas A sampai Z. "


Kira terpaku kembali, lalu menjawab ricauan darinya.


" Aku tidak tertarik melakukan hubungan dengan pria yang memiliki kaitan terhadap banyak wanita. " tolaknya.


" Wah wah haha... kau menggoda-Ku lagi. " cakapnya tertawa kecil.


" Aku tidak menggodamu sama sekali. " sahut Kira kembali.


" Benarkah? Kau sungguh menolak ajakanku? " tersengih mengolok-olok.


Meski terlihat seperti candaan tapi rasa takut gelisah sangat mengguncang didalam diri Kira.


" Aku tidak menipu. "


Sundry mengulur tarik ucapan untuk mempermainkan Kira.

__ADS_1


" Benarkah... Tidak masalah bagiku sungguh-sungguh, tapi mungkin ini yang akan menjadi bermasalah itu adalah kamu sendiri. "


" Aku tidak merasa begitu. " menyahut.


" Diam sajalah, selama aku berjalan menjatuhkan dirimu. " ancang-ancangnya sembari melihat ke wadah bekal yang tengah digenggam Kira daritadi.


Ia tersadar dan panik seketika memalingkan pandangan matanya.


" Aku tidak menduga bahwa kamu ternyata bisa menjadi ketua kelas yang buruk. " celanya.


" Haha... tunggu tunggu, mengapa langsung berkata ketus begitu. Aku mengerti bahwa saat ini kamu sedang memusatkan diri untuk serius belajar, aku juga mengetahui bahwa kamu akan sangat sensitif jika sudah mendengar kata nilai, sayangnya aku sangat menyukai permainan, hanya ingin berperan sebagai awal pembuka hatimu saja. Sudah lama juga kan kamu tidak berhubungan intim? Sama halnya seperti diriku. Wah ini takdir? " ricauannya.


Kira tepekur sejenang merasa kehilangan arahan alhasil iapun pasrah, tapi tetap mencoba mengambil keuntungan sebisa ia dapatkan nanti, lalu melawan lagi.


" Aku tidak ingin rugi sendiri, berikan aku jaminan. "


" Aku tidak tahu harus memberikanmu apa agar bisa mempercayaiku. " sahut Sundry.


Kira terdiam kembali bingung. Sesuatu terlintas dikepalanya.


" Katakan direkaman ini bahwa kamu mengusulkan penyuapan. " ucap Kira.


" Ide bagus. Baiklah, berikan ponselnya. " ujar Sundry.


Kemudian dengan cepat ia melakukan keinginannya Kira.


" sudah. " kata Sundry sembari masih menggenggam ponsel milik Kira.


" Berikan ponselnya! Apa yang tengah kau lakukan. " pintanya agak marah.


" Kita perlu bertukar nomor telepon bukan. " jawab Sundry.


Tak lama setelah banyak bertingkah ia mengembalikan ponsel milik Kira.


Sundry berjalan mendekat.


" Tunggu tunggu, sebelum itu... apa yang sebenarnya kamu ingin lakukan nanti? Aku perlu tahu. " selang Kira.


" Mengapa bertanya hal yang tidak penting, itu normal saja, pada biasanya bercinta bagaimana kan? selain menembus di area ******. " menyahut.


" Aku lupa. " celetuk Kira.


" Ya perlukah aku mengatakannya? Mmm baik seperti berciuman, merelaksasikan 2 letukan didadamu, memijat, menjilati tubuhmu dan begitu pun sebaliknya kau juga melakukan hal sama seperti apa yang aku lakukan nanti. " jelasnya.


" Apa maksudnya itu? Kau meminta lebih dari yang aku bayangkan. Tidak bisa! Aku keberatan. " sangkal Kira.


" Yang benar saja?? Lalu apa yang aku kerjakan nanti? Melihat kedua matamu diatas hidungmusaja begitu? lalu dimana keluar rasa senangnya? " kesal Sundry.


" Aku tidak peduli tentang hal itu. " ringkas Kira.


" Perempuan brengsek! aku bisa saja membunuhmu disini! Jangan mentang-mentang aku yang merasa tertarik lebih dulu kau bisa berbuat begitu! " celanya memberang.

__ADS_1


__ADS_2