BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Keno #3


__ADS_3

" Tinggal satu langkah lagi aku bisa menemukan informasi tentang June Sin, apakah dia akan merasa baik-baik saja jika bertanya terlalu jauh mengenai June Sin? Sepertinya tidak apa-apa, sekali lagi aku yakin dia tidak akan mencurigai-Ku, 'kan? " batinnya.


" mengenai ucapan kamu sebelumnya, saat aku ikut mengantar dia kembali ke rumah, disitulah rasa ragu-ragu muncul untuk June Sin bisa pulih dengan cepat, sebab--?? Apa maksudnya itu Keno? " tanya Kira perasaan sedikit khawatir.


" A-aa... U-um... Betulkah? Menurutmu aku pernah berujar begitu? " bingung Keno.


" Y-ya?? " sahut Kira.


Keno mengkerutkan wajah berpikir keras.


" Oh! Benar, aku baru menyadarinya. Bukankah menurutmu juga sama, pasti dia akan mengalami kesulitan untuk bisa kembali pulih seperti dulu lagi? Melihat orang-orang di sekitarnya hanya bermodal teman-teman dekat bukan seorang ibu atau ayah atau bahkan saudara, bagiku ia akan memiliki kendala lantaran berbeda dalam melakukan perawatan nanti. Benar tidak? " paparnya.


Nampak Kira masih tidak bisa memahami maksud dari ricauan Keno tersebut.


" Eu-euuu... Jadi, apa itu maksudnya? " ujar Kira lagi.


" Astaga tidak Ku-sangka ternyata kamu juga bisa lemot dalam penangkapan hal lawan bicara. " tersengih serta menidurkan kepala diatas meja menggunakan kedua lengan di lipat, bahu sebagai bantal.


Keno melanjutkan cakapannya.


" saat tempo hari aku mengantarkan dia pulang bersama X-xie... " suara Keno memelan.

__ADS_1


" Eh? Keno? " bingung Kira.


Sekonyong-konyong saja laki-laki itu malah terdiam meruyupkan mata.


" Keno? Keno? " seru Kira seraya menggoyang-goyangkan bahunya.


Pelayan yang kebetulan lewat di hadapan mereka pun sigap menghampiri bertanya.


" Mohon maaf, apa ada masalah? "


" U-um... Dia? " bimbang Kira memandang ke arah Keno.


" O-oh... Nampaknya dia sudah cukup mabuk berat. " duga si pelayan menoleh juga ke arah Keno.


Kira yang mendengar sontak terperanjat.


" Apa maksudmu? "


" Eh hehe... Mohon maaf sebelumnya, saya sama sekali tidak bermaksud buruk apapun, maaf jika perkataan saya baru saja itu lancang atau bersifat menyinggung hati, mohon maaf. " ungkapnya.


" Perkara apa yang mampu membuatmu berpikir begitu tentangnya? " tanya Kira.

__ADS_1


Seketika pelayan tersebut merasa tak nyaman hati dengan ucapan-ucapannya terhadap Kira tadi.


" U-um... Itu, melihat beliau hanya bisa meneguk setengah gelas dari Vodka ini, mustahil bagi seorang peminum biasa mengalami teler secepat itu, bukan? Ya... Aku tidak tahu pasti tapi biasanya hal seperti ini terjadi kemungkinan besarnya orang itu tidak biasa minum, karena kadar alkohol di dalam minuman Vodka cukup lumayan tinggi kandungannya. Mungkin juga, pasti mbaknya lebih mengetahui banyak, apa yang sebetulnya terjadi hingga bisa menyebabkan masnya jadi begini? " ujar pelayan.


Kira tertegun mendiam.


" mohon maaf sekali lagi untuk ketidaknyamanan yang saya telah lakukan. Benar-benar menyesal. " ungkapnya lagi.


" T-tidak, tidak masalah sama sekali. " selang Kira.


" Sangat senang, terima kasih atas kemurahan hatinya. " senyum pelayan.


" jadi, bagaimana kak? Mohon maaf, apakah ada yang perlu kami bantu? " tawarannya.


Kira mendiam bingung harus bertindak bagaimana.


" mengantar beliau sampai ke rumah? Kami mempunyai pelayanan khusus untuk menangani masalah seperti ini, bagaimana? " ujar pelayan lagi.


" Tapi, siapa yang tahu dimana dia tinggal? " jawab Kira.


Sontak pelayan pun terkejut-kejut.

__ADS_1


" Hah? M-maksudnya? " menyeringai.


__ADS_2