BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Sharing of Opinion #3


__ADS_3

" akan menjadi kesan yang lumayan buruk baginya. Argh... Aku sudah mengatakan, orang mana memangnya yang akan tiba-tiba datang begitu saja kemari? " keluh Lucky.


" Sepertinya memang benar, daritadi aku perhatikan tidak ada kebisingan sedikit pun yang terdengar dari luar sana. " batin Kira.


" Akan Ku-buat janji, jika kita benar-benar bisa keluar dari tempat ini, aku akan sungguh mentraktirmu makan. Argh... Sangat membuatmu gila. " gerutu Lucky lagi.


" lupakan hey lupakan. " lanjutnya.


Kira meski dengan mata tertutup, ternyata ia memerhatikan sekali terhadap Lucky.


Waktu nampak tak berhenti bergerak dan terus-menerus berjalan. Lamanya mereka berdiam bersama disana, alhasil pun kini membuat gadis serta gurunya tersebut terkantuk-kantuk dan tertidur di tempat masing-masing. Di tengah-tengah lelap beristirahat, mendabak Lucky terbangun sebab merasa ada sesuatu yang mengganggunya.


" akh... Sialan, bagaimana bisa begini. Sangat tidak dibenarkan. Aku benar-benar ingin buang air kecil. Jika siswi itu tahu, ah harga diriku turun drastis, akan menghilang seketika kehormatanku ini. " gerutunya menahan.


" akh... Ini tidak tertahankan. " sigap berdiri.


Lucky pun memutuskan untuk berkemih di sudut ruangan lumayan cukup jauh dari tempat Kira berada. Menuju melegakan diri tiba-tiba,


" Pak Lucky? " seru Kira menggosok-gosok perlahan kedua matanya.


Spontan Guru itu pun menoleh seraya menyahut,


" Hah? "


" Eh? " syok Kira langsung memalingkan muka.

__ADS_1


" Eh!! Argh!! Keparat! Ada apa denganmu hah?! " lantang Lucky juga membalikkan badan kembali.


" sialan! Mengapa kau memanggil?! Argh!! " kesalnya.


" M-mohon maaf, s-saya tidak bermaksud. Memang apa yang sedang pak Lucky lakukan? " gagap Kira malu juga khawatir.


" Akh... Habis sudah, mengapa dia terbangun di waktu yang salah hah? " dongkol Lucky dalam hati.


" mengapa juga aku menoleh spontan begitu... Argh... Ini sangat memalukan. " lanjut gerutunya ucap pelan.


Kira yang melihat reaksi serta celetukan yang dikeluarkan Lucky sontak agak membuatnya terkejut, rasa tidak nyaman hati juga segan terhadap Lucky bertambah meninggi.


Setelah usai, nampak Lucky berdiam sejenang seperti orang yang tengah menenangkan diri, membelakangi siswi tersebut. Menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan. Kemudian ia pun kembali duduk di tempatnya. Rasa kecanggungan keruan menghantam diri Kira.


" eh tunggu, kau sudah bisa melihat? " kejut Lucky.


Sontak Kira juga baru menyadarinya.


" O-oh... B-benar. T-tapi bagaimana bisa? Saya juga tidak tahu. " bingungnya.


" Mengapa memperlihatkan wajah cemas begitu, bukankah itu bagus? " ujar Lucky.


" I-iya tentu pak. " linglung Kira.


" Bisa jadi orang yang menjahili-Mu tadi hanya memberikan obat pengganggu mata tapi sementara. Cukup cerdas, dengan begitu dia mungkin tidak ingin terlibat masalah apapun denganmu nanti. " jelas Lucky.

__ADS_1


" O-oh... Apakah begitu. " paham Kira.


Mereka berdua diam kembali. Namun itu tak lama, sekonyong-konyong saja Guru laki-laki berkata,


" Apakah hal seperti tadi itu pertama kalinya kamu melihat? " celetuk Lucky.


Ujarannya sontak menyerang diri Kira.


" Um... " gagunya.


" Katakan seada-adanya Kira. " lanjut kata Lucky.


Rasa berat hati untuk berungkap, akhir pun ia menjawab dengan tergagap-gagap.


" Um... S-sepertinya... T-tidak. "


Lucky jelas terperanjat, ikut menggagu setelah mendengar.


" A-aa... U-um... Oh! Apakah begitu? " resahnya.


Kesunyian datang sejenak, lalu ia pun berujar lagi.


" Sudah melihat ini sebelumnya ya? Memang mr p siapa yang pertama kali pernah kau lihat itu Kira? " celetuknya lagi.


" Ada apa dengannya? Dia yang tadi mengatakan sangat memalukan tragedi baru saja itu terjadi, sekarang kini malah berkata terang-terangan membahas hal kotor begitu? " bingung Kira agak risih.

__ADS_1


__ADS_2