
" sparkling wine? " tanya Anju.
" Eh? " bingung Kira.
" Tapi ini enak. " ujar Anju lagi.
" Syukurlah. " Kira lega hati.
" kalo begitu aku akan pergi ke kamar lebih dulu. " lanjut ucap Kira beranjak jalan.
" Eh tunggu! " tahan Anju.
Kira terhenti bergerak langsung menoleh.
" duduk disebelah sini, temani aku minum. " tuturnya.
" O-oh! " kejut Kira gagu.
Merasa tak nyaman hati jika tidak menanggapi-Nya Kira pun menuruti dan duduk di kursi lawan arah Anju berada.
" Argh... aku memintanya untuk disini. " sebal Anju menyindir.
Kira memalingkan wajah serta menggelisah resah dengan situasinya sekarang.
" sudah berapa lama dia bekerja kepadamu? " celetuk Anju bertanya.
" O-oh... belum lama, mungkin sekitar 5 bulan. " menyahut.
" Begitu... lumayan cukup lama menurutku. " kata Anju mengangguk-anggukan kepala.
__ADS_1
" O-oh! Iya benar. " gagap Kira.
Anju meneguk anggur soda itu kembali. Kesunyian diantara mereka.
" Hey kau e-euu... siapa namamu itu? " panggil Anju.
Kira menengok.
" Hah? " bingung-Nya.
" oh! Nama-Ku Kira. " menjawab sigap.
" Oooh... Hey Kira, beritahu aku bagian tubuh mana yang kau suka dari-Nya. " celetuk Anju.
Seketika Kira pada awalnya tidak paham maksud dari ucapan Anju. Kira terperanjat dan tergagap-gagap panik bingung harus berkata apa.
" Apa? " tanya Anju lagi.
" Jika aku tidak menjawab secara tidak biasa ia akan curiga. " cakap Kira dalam hati.
" bahu? " tersengih malu menyahut.
" Oh... " paham Anju mengangguk-anggukan kepala.
Saat ini keadaan Kira benar-benar terguncang akan kondisi kini yang membuat dirinya keresahan sangat.
" apa sehangat itu bahu si June Sin ketika di peluk? " sembur Anju.
Kira tersenyum dan tertawa kecil.
__ADS_1
" aku percaya dengannya, tentu dia sangat bersikap kasih juga lemah terhadap wanita bukan? Ya... dia pasti lebih kuat mampu memuaskan-Mu dibandingkan aku. Apa kau hanya bisa terbuka dengan-Nya saja? " keluh Anju bercakap lagi.
Kira benar-benar dibuat gelisah resah tidak tenang hati akan ujaran-ujaran dari laki-laki tersebut.
" U-um... apakah begitu? " jawab Kira menyeringai.
" Ini aneh, mengapa dari tadi aku belum merasakan mabuk sama sekali oleh minuman ini? Kau melihatnya juga, 'kan? Aku meneguk banyak larutan ini? " dongkol Anju.
" Hah? " bingung Kira.
" o-oh... i-itu... i-itu minuman biasa. " lanjut ucap Kira.
" Hah?! Yang benar saja... haha... ini lucu, bagaimana bisa kau memberikan minuman serendah ini kepadaku? " geli hati dan gelakak.
Anju beranjak berdiri dari kursi berniat pergi.
" tapi ini enak, aku menikmatinya terima kasih. " ungkap-Nya langsung berjalan meninggalkan.
" Aku hanya perlu bersikap seperti biasanya orang-orang bergaul, jangan mencemaskan apapun, benarlah omongan dari June Sin. " gumam Kira.
Setelah mengatakan itu sontak ia teringat kepada June Sin.
" benar... lalu dia dimana sekarang? Apa mungkin hari ini ada jam lebur di tempat kerjanya? " lanjut ucap Kira.
" tapi rasanya sangat berbeda jika bersamaan dengan situasi sekarang, aku benar-benar mengkhawatirkan-Nya takut sesuatu terjadi setelah ia merencanakan apa yang akan dilakukan-Nya tadi pagi. Apa yang sudah June Sin perbuat? Alasan apa yang ia berikan kepada orang-orang di sekolah sana? " bimbang gelisah Kira.
Lama bermenung-menung ia pun kembali masuk ke dalam kamarnya dan meletakan air putih di atas laci dekat lampu kamar. Kira menarik selimut kemudian tidur. Malam larut berjalan. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, nampak Kira masih lelap tertidur.
" Kreek... " suara pintu kamar dibuka.
__ADS_1