BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 36


__ADS_3

" Tuan tenanglah, pikirkan baik-baik! Pikirkan sejernih-jernihnya! Tindakan yang akan dilakukan tuan sekarang, itu bisa saja menjatuhkan kita semua, tuan sendiri yang menanggung kerugian besar nantinya. Para pengunjung positif berpikir salah beranggapan tentang sistem kerja kita tuan, tentu jelas sekali bisa saja bar ini ditutup paksa dengan hanya beberapa kedipan mata oleh pihak kepolisian, tuan juga akan bermasalah berurusan serius dengan pihak kuasa hukum, akan kesulitan juga untuk menghadapinya tuan. Jadi, tolong berpihaklah pada kami, berikan kepercayaan pada kami tuan! Mohon ampun tuan!! " ucapnya tegas menundukkan kepala juga.


Lucky tertawa kecil dan langsung menarik kencang kerah baju miliknya juga.


" Berandalan kau!! Kau tidak melihat siapa yang bertamu hari ini hah! Perlukah aku melukai mulutmu untuk menyingkir dari hadapanku sekarang! " teriak Lucky didekat wajah penjaga bar itu.


" Ampun tuan! Tolong pertimbangkan lagi tuan. Ini benar-benar akan menjadi bencana. " gentar mengutarakan.


" Sialan! Kau mengatakan itu lagi!! " murkanya langsung menyerang.


Amarah Lucky tidak bisa ditanggulangi lagi, akhir pun meledak hingga memukul habis-habisan mereka berdua. Setelah melihat perbuatan Lucky sontak Kira terperanjat sangat, gemetar ketakutan. Ia panik bodoh harus bertindak apa. Untuk melerai Kira gentar melakukan.


" P..pak " panggil Kira pelan, bimbang hati.


Terlihat Lucky benar-benar memberang, nampak mereka pun terlihat payah nahas untuk dilihat. Berhenti menyosor, lalu Lucky menarik kerahnya kembali dan berkata


" Aku sudah mengingatkanmu sebelumnya bukan!? Aku beri kesempatan, coba untuk mengatakannya lagi. " hardiknya terengah-engah sebab marah.


" T...tidak pak! Ampun! " rintihnya.


" Mengaku menyesal? " olok-olok Lucky.


Mereka mengangguk seketika. Ia tersengih karena rasa senang puas hati. Sebelum pergi membiarkan mereka, Lucky menampar-nampar pelan di pipi 2 penjaga pintu itu bentuk hinaan atau ejekan untuk menyenangkan hati. Usai sudah, Lucky menarik tangan Kira dengan agak kasar lantaran sisa-sisa kepulan api kemarahan yang masih berendam didalam dirinya. Sontak erangan keluar secara langsung.


" Akh sakit! " keluh Kira.

__ADS_1


Sampai ditempat, nampak kedua rekan Lucky yang tengah duduk bersamanya tadi, sudah berada diposisi berdiri dengan wajah tercengang sekali selepas melihat sikap Lucky terhadap bawahannya sendiri.


" Malam teman. " sapa Lucky tersenyum, tubuh dipenuhi keringat.


" Ada apa ini? Apa yang baru saja aku lihat? " tanya rekannya.


" Mengapa denganmu haha... " ujar Lucky geli hati, tertawa.


" mari duduk. " ajaknya sembari merangkul bahu Kira.


Jelas wajah mereka masih menunjukkan bertanya-tanya.


" duduklah! Jangan bertingkah bodoh. " perintah Lucky menahan kekesalan, ekspresi wajah cengar-cengir.


Menghindari konflik mereka duduk.


Tak lama lalu 2 pesuruh pun tiba dengan rendah diri dan menunjukkan rasa hormat kepada Lucky.


" Mohon maaf, izinkan saya melayani. " ucap salah satu dari mereka.


" Baiklah. Apa yang ingin kamu pesan? " tanya Lucky.


Nampak wajah Kira masih merasa tidak tenang dan mengkaku untuk berucap.


" hey hey hey aku bertanya, apa yang kamu inginkan?! " desaknya.

__ADS_1


Merasa takut Kira menyahut.


" Euu... a...aku... hanya ingin minuman bersoda. "


Sekonyong-konyong, Lucky meraih bahu Kira lagi.


" Membosankan, ayolah... Jangan terlihat merendah dimata mereka. Hey, itu bukanlah hidangan yang biasa kamu minum bukan? " sanggahnya.


" berikan menunya, biarkan dia dengan senang hati memilih. " suruh Lucky membentangkan tangan.


Pelayan pun, sigap menyerahkannya.


" lihat lihat kemari, dimana yang menjadi minuman favoritmu? " ujar Lucky seraya menunjukkan buku menu.


Kira hilang arah harus melakukan apa.


" Euu... anu... " gagapnya.


" Apa itu? "


" Sepertinya... tidak ada minuman yang cocok denganku didalam menu ini. " jawab Kira gentar hati.


" Oh betulkah? Aku minta maaf sekali. Tidak perlu khawatir, mereka akan mengambil menu yang lainnya. " kata Lucky.


" ambilkan cepat! " gesanya.

__ADS_1


" B...baik Tuan, secepatnya saya kembali. " ujar pelayan gesit berlari.


__ADS_2