BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 58


__ADS_3

Sudah terlihat sekali darah mulai merajalela dibagian hidung. Anju seketika batuk tak biasa mengeluarkan darah, wajah-Nya juga sangat memilukan untuk dilihat.


Jantung Kira berdegup kencang, keringat dingin membasahi penuh sekujur tubuhnya terutama di bagian muka.


Tiba-tiba,


" Pak! Syuut! Krak! " suara menepak kaki lalu sigap menagkis dan langsung meng-pelecok kaki-Nya Je.


Anju yang sebelumnya benar-benar terlihat mengenaskan dibawah terkaman Je sekonyong-konyong bangkit lagi tanpa di duga langsung menangkis tekanannya, tidak berpikir panjang ia langsung memukul keras bertubi-tubi di bagian wajah juga menginjak-injak kuat kaki Je. Situasi seketika berbalik, nampak laki-laki itu sudah terbaring di tanah, namun terlihat serangan yang Anju berikan sama sekali bukan apa-apa baginya. Ia melanjutkan rencana, kinilah celah emas baginya melarikan diri dengan gesit cepat menghampiri Kira dan bergesa-gesa membawa-Nya pergi bersama meninggalkan tempat tersebut. 


" Ayo cepat masuk. " gesa Anju sembari membuka pintu mobil.


Lekas Kira pun mengikuti arahan yang di katakan-Nya. Nampak Je tengah berlari berada di belakang menyusul cepat mereka yang sedang beraksi kabur.


Bergeraklah mobil itu dengan kecepatan tinggi.


" Vroom vroom!... " laju kencang.


" Arrgghh! Sialan! Brengsek kau!! Bodoh! Seharusnya aku mengejarnya menggunakan motor saja agar bisa lanjut menangkap mereka. " hardiknya kesal.


......................


" Haaaa!!!! " lantang Anju berteriak di dalam mobil ungkap rasa senang hati.


Kira yang menyaksikan langsung pun jelas terkejut juga merasa aneh dengan perbuatannya.

__ADS_1


" rancangan-Ku berhasil bukan? Haha... Fyuh... aku sudah menjamin itu. " girang-Nya.


Tiba-tiba.


" Eh hati-hati! " kejut Kira.


" Uh!!? " Anju ikut terperanjat.


" Brak! " menabrak.


Sebab racun yang ditusukan tadi ke dalam diri-Nya masih aktif, jelas ia akan masih merasakan kekuatan kerja-Nya racun itu.


" Aaahh... Maaf, aku minta maaf. Arrgghh tanganku melemah. Hey kau, bisa ambilkan tas yang berada di kursi belakang-Mu? " erang-Nya.


" Oh! Iya. " sahut Kira sigap.


" Ahh... apakah racun ini benar menyebar cepat sekarang? " sebalnya.


Nampak Kira hanya diam memerhatikan saja, sebab gelisah takut juga jelas masih bisa dirasakan olehnya, ia berpikir apa tujuan sebetulnya si laki-laki itu bertindak sampai sejauh ini hanya untuk menyelamatkan-Nya, benar sangat ganjil untuk bisa diterima sikapnya tersebut. Setelah usai Anju mengobati diri, ia pun berkata.


" aku minta maaf lantaran hampir membuatmu celaka. "


" Oh t-tentu tidak mengapa. U-umm... " gugup Kira mengkaku lidah berbicara.


" Bagaimana? Kau baik-baik saja? Pasti ada yang terluka, obatilah dirimu sendiri aku menyediakan baik apa yang seseorang perlukan ketika usai berperang. " ujar Anju lagi.

__ADS_1


" T-tidak! Aku baik... " sahutnya.


" Baiklah, bagus untukmu. " pungkas Anju.


Tak lama kemudian ia kembali melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan Kira terus-menerus mengawasi Anju dari kusi belakang, melihat kondisinya mulai memburuk meski sudah diberi suntikan obat pun. Cukup lama waktu berjalan, ia berujar.


" E-euu... anu, sebaiknya aku turun di daerah sini saja, sudah lumayan dekat e-euu... dari rumahku berada. " pinta Kira tergagap-gagap.


Langsung saja ia memberhentikan mobilnya.


" Oh begitu... 3 malam dimulai hari kemarin akan sangat berbahaya berjalan sendiri meski jarak dekat pun itu sama sekali tidak berpengaruh kepada mereka untuk tidak bisa melakukan senang-senang terhadap siapapun, apakah yakin tidak apa-apa? Sungguh? Rumahmu sudah dekat dari sini? " ucap Anju mengawasi.


Seketika Kira tidak paham maksud dari perkataan-Nya tersebut.


" tentu aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, jangan cemas sudah dikatakan aku bukanlah orang-orang bodoh seperti mereka. " imbuh-Nya.


Lalu lanjut berjalan kembali.


" Aku sama sekali tidak bisa mempercayai siapapun itu terutama di kalangan laki-laki kecuali June Sin. " cakap Kira dalam hati.


Anju menghela napas lalu berkata.


" Siapa yang sebenarnya June Sin perintahkan untuk aku selamatkan ini? "


Keruan Kira langsung terkejut setelah mendengar sindiran dari laki-laki tersebut.

__ADS_1


" June Sin? " syok-Nya.


__ADS_2