BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Bersinggah #3


__ADS_3

suapan pertama masuk melewati lawang pintu utama mulut Kira.


" Nyam, nyam, nyam... " mengunyah.


Lucky tersenyum puas licik melihat ke arah Kira.


" Wah... Ini benar-benar lezat, s-ulit dipercaya sekali p-pak Lucky. " cengang Kira dalam hati.


" Bagaimana dengan rasanya? Adakah sesuatu yang kurang atau salah? " tanya Lucky.


Kira berhenti mengenyam sebab mendalami rasa makanan tersebut dengan caranya sendiri.


" astaga... Dalam situasi begini pun kau masih mampu berdiam begitu? " hardik Lucky.


" Eh t-tidak, mohon maafkan saya pak tentu-- " ucap Kira di potong.


" Ahh sudahlah sudah, aku juga mengerti. " selang Lucky sambil mengenakan kemejanya lagi.


" ada apa denganmu sebenarnya? Sulit dipercaya aku pernah mempunyai rasa ambisi besar kepadamu dulu, hal apa yang sebetulnya menarik di dalam dirimu? " hina Lucky seraya duduk.


Sontak Kira terperanjat akan ucapan-ucapan yang dikeluarkan lelaki tersebut. Lanjut memasukkan makanan untuk kedua kalinya seraya masih menurunkan pandangan.


__ADS_1


" ahh aku tidak tahu apa yang sesungguhnya telah menimpa kalian berdua tapi aku membenci situasi sekarang kini, bisa jadi aku juga membenci kalian berdua sebab karenanya ini menjadi merepotkan, sangat! " sindir Lucky.


" hah... Benar, aku juga belum mendapatkan wawancara darimu. Habiskan makanannya dengan cepat, jangan sampai kedatanganku juga tidak memiliki hasil sama sekali, tolong kerja samanya. " tutur Lucky kembali.


Kira mengangguk perlahan sambil mengemut makanan.


Setelah banyak mericau, Lucky pun menunggu gadis itu untuk selesai makan.



Kira salah fokus, memerhatikan bunga yang tergeletak di samping lelaki tersebut.


" Kemana tujuan laki-laki ini sebenarnya, mengapa ia masih membawa barang itu. " batin Kira.


" Hah? " bingung Lucky.


" oh... Bisa membuka awal obrolan juga ternyata ya? " olok-olok Lucky.


" sekali mengajak berbicara nyata sangat tidak penting untuk dibahas. Tapi tak apa, sebab menurutku itu cukup lumayan menarik ya... baiklah. " cela Lucky.


" aku masih harus menemui beberapa orang lagi setelah dirimu, jadi... akan sangat merepotkan jika terlihat kumuh di depan banyak tamu. Tidak melihatkah kamu bunga yang masih Ku-genggam ini? Ya... Tanda sebagai hadiah untuk seseorang nanti. Ahh... Ternyata cukup lumayan kalut juga ya untuk berkata, semoga saja bisa berjalan mudah. " jawabnya.


" Iya semoga saja. " ujar Kira.

__ADS_1


Rasa ingin tahu dan bertanya-tanya terhadap Lucky semakin membeludak.


" pak Lucky... " gumam Kira tertarik hati, memandang Lucky.


Kesunyian kembali datang diantara perbincangan mereka. Tak lama kemudian, Kira bercakap lagi.


" u-um... " gagu Kira.


Lucky yang tengah memerhatikan bukunya seketika menengok ke arahnya. Menatap untuk mendapatkan jawaban dari Kira. Alhasil, ia pun memberanikan diri untuk mengungkapkan. Menarik napas lalu mulai berucap.


" pak Lucky. " memanggil.


" mohon maaf sebelumnya, um... Bolehkah saya menanyakan sesuatu? " gagapnya.


" Oh... Benarkah? Ada hal lain ternyata yang ingin kamu sampaikan kepada saya? Memangnya apa itu? O-oh tidak, maksudku... Tentu saja, usia kamu sudah melampaui hak suara pada umumnya. Apa yang ingin kamu bicarakan dengan saya? " sahut Lucky.


" Dengan cara bagaimana aku harus mengutarakannya? Rasa hati-hati tentu harus wajib masih Ku-lakukan. " gumamnya lagi.


Lucky mulai bersungguh-sungguh mengamati gadis tersebut.


" Jadi... Apa itu? " penasaran Lucky.


Meski pada nyatanya Kira masih ragu-ragu untuk berungkap tapi pada akhirnya pun ia buka mulut.

__ADS_1


" Bagaimana tanggapan pak Lucky mengenai hubunganku dengan June Sin? " paparnya.


__ADS_2