
" Ada apa ini?? Eh!! Kebakaran! Kenapa ini?? Bagaimana bisa terjadi begitu? Api-Nya meluas. Air air! Siram ayo cepat! " rusuh siswa panik.
Seketika mereka langsung berlarian pergi mengambil air untuk memadamkan api tersebut, Kira juga berinisiatif membantu. Saking ribut gaduhnya mereka porak-poranda saling menyibukkan diri fokus mematikan api, sampai melihat siapa saja yang berada dilingkungan-Nya pun tak menghiraukan.
" Bruk! " tertabrak.
" Byurr... " tersiram.
" Aduh... A...aku sungguh minta maaf! Aku tidak sengaja melakukan... " panik.
" T...tidak! Tentu saja tidak mengapa, ayo cepat lanjutkan, apinya takut malah membesar lagi. " selang Kira.
" I...iya, sekali lagi maaf. " ucapnya gesit berlari kembali.
__ADS_1
Alhasil tubuh Kira sangat-sangat basah kusup. Melanjutkan. Ditengah kocar-kacir terus menerus berputar balik, ia merasakan berat dibadannya, sebab memakai jas basah yang tersiram oleh seseorang tadi, kemudian ia pun melepaskan dan menyimpannya. Lama berupaya, akhirnya hasil bisa juga berbuah manis. Para siswa-siswi yang berjuang itu benar-benar merasakan lelah letih, meski begitu mereka juga senang bahagia bisa melakukannya bersama-sama. Kira melihat dirinya sangat kotor, lalu beranjak pergi untuk membersihkan diri meninggalkan sekelompokan siswa-siswi tersebut.
" Ssss... " suara air mengalir.
Kira mencuci wajah dan bagian-bagian tubuh yang lainnya juga. Setelah usai, ia mematikan keran, sekonyong-konyong terdengar jelas sekali ditelinga Kira seperti napas orang yang sakit bengek.
" Ahhh haaaa... tidak tidak!! " lantang.
Kira menutup mata serta menghela napas. Sudah tidak merasa heran ia mendengar hal itu. Tak lama juga Kira berdiam disana, langsung berjalan kembali menuju ruang kelasnya. Ditengah sedang beranjak, diperjalanan pergi pandangan teralihkan ke 2 orang murid perempuan yang tengah berciuman di ujung jalan yang sedang ditempuh Kira, sigap memalingkan badan dan memutar balik perjalanan. Berjalan terus berjalan, ia bertemu dengan sekelompokan siswa yang sedang asik mengobrol juga bersenda gurau bersama. Kira berhenti untuk menanyakan sesuatu hal.
Seketika tawaan mereka terhenti langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
" euu... maaf mengganggu, aku hanya ingin bertanya, bagaimana untuk jadwal sekolah hari ini? " kaku lidah.
__ADS_1
Mereka semua saling menatap cengang usai melihat Kira dengan berbagai macam alasan yang sehati. Kira tersadar melihat baju dibagian dada terlihat jelas sendat sangat, sebab basah bekas air tadi membasahi tubuhnya, sehingga mampu menarik perhatian.
" Oh! Tidak tahu sama sekali, sampai saat ini, belum ada satu orang guru yang menitipkan pesan apapun kepadaku. " sadarnya sigap menyahut.
" Oh begitu. Terima kasih. " ucap Kira langsung pergi.
" Kau mengenal perempuan itu? Hey kenapa bisa main sendiri begitu hah? tidak ingin berbagi kepada kami! " sebal salah satu dari mereka.
Sundry hanya diam sembari melihat kepergian Kira.
" Maka dari itu, sekolah yang rajin! " balas dari siswa juga sambil memukul lehernya.
" Akh! Dasar kau ini! Apa hubungannya?! " agak marah merintih sakit.
__ADS_1
" Aku pernah mengajak dia untuk melakukan suka-suka tapi ditolak. Aku merasa tertarik dengannya. Eh Sundry, coba kau saja yang mengundang dia... mmm... menurut-Ku kalian setingkat. Arrgghh! Ternyata dia tipe wanita yang pilih-pilih, aku yakin dia akan menerimamu, siapa yang bisa menolak ajakan untuk bercinta dengan seorang ketua di sekolah ini, itu juga kalo kau tertarik. " katanya.
Mendabak telepon milik Sundry berdering, lekas dijawab dan pergi menjauh dari kumpulan siswa tersebut.