BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Sharing of Opinion #4


__ADS_3

" Siapa dia Kira? " lanjut tanya Lucky.


" Um... Sepertinya tidak ada yang khus-- " ujaran Kira dipotong.


" Ketika berbicara apalagi dengan orang yang usianya lebih dewasa darimu, tentu wajibnya berkata jujur meski seadanya. " tutur Lucky.


Kira mendiam sejenang lalu meneruskan,


" Menurut saya memang tidak ada yang khusus, saya hanya mungkin pernah mengalaminya, entah itu berapa kali. Saking... Nyata orang-orang disini demikian lumrah melakukan hubungan intim, terutama dengan barang-barang baru tentu sangat-sangat menarik hati mereka rupanya. Sungguh, saya tidak mengingat sudah berapa kali hal seperti tadi berulang terjadi. " sangkalnya.


" Sudah banyak melewati peristiwa seperti itu bukankah sedikit aneh jika kau ternyata masih... Seorang gadis? Apakah itu salah? " sembur Lucky menyeringai.


" Saya juga tidak tahu, tapi tetap berharap semoga kedepannya juga masih tetap terjaga sama seperti sebelumnya. " sahutnya.


" Oh... Begitu. Saya beri kesempatan untuk beberapa waktu untukmu Kira. Aku bisa mempercayaimu. Jadi... Terus berjuanglah lebih keras. Terus dan terus dan terus dan terus. " semangatnya.


" Terima kasih banyak pak... " ungkap Kira lega hati.

__ADS_1


" Ya... "


Setelah obrolan tersebut selesai, kini giliran Kira yang hendak bertanya.


" Soal, pak Lucky mengatakan bahwa di kota ini dasar hukum itu tidak ada? "


Lucky mengangguk.


" pak Lucky juga pernah mengatakan kepada saya, bahwa mereka yang minum belum sampai di batas usia, akan ditangkap. " imbuhnya.


Entah dengan sebab apa, sekonyong-konyong Lucky malah tergelak.


" Eh?? I-itu sungguhan terjadi bahkan saya masih mampu mengingatnya. Pak Lucky, bukankah anda sendiri yang berucap, ketika berbicara apalagi dengan orang yang usianya lebih dewasa darimu, tentu wajibnya berkata jujur meski seadanya? Bahkan menurut saya itu baru saja keluar dari mulut pak Lucky? " sosornya.


" Aku tahu, cara otakku bekerja jelas jauh berbeda dengan cara otakmu bekerja. Argh... Dasar bocah. Ternyata masih terlalu muda untuk bisa merangkum setiap-setiap ujaran dariku ya? Sulit disangka rupanya dalam hal penangkapan kau benar-benar begitu tumpul. Um... Bisakah itu dikatakan bodohnya akan membebani seseorang? " olok-oloknya.


Kira hanya diam menatap sungguh ke arahnya.

__ADS_1


" ya... Jika dengan kalimat terakhir yang baru saja kau ucapkan itu, aku memang pernah mengatakannya tapi maaf mengecewakan untuk beberanmu untuk kalimat pertama yang kau lontarkan. Dimana aku pernah berkata, siapapun akan tertangkap jika minum-minum sebelum sampai di batas usia? " lanjut serang Lucky.


" Di resto sebelum kegaduhan antara gerombolan taruna dengan seorang Guru sekolah. " pungkas Kira.


" Bukankah aku baru saja mengatakannya padamu hah?! " dongkol Lucky agak membentak.


" aku tahu itu, jaga bicaramu jangan pernah seolah-olah kau itu tengah berlangsung mengajari seorang senior. Argh... Tenanglah Ky, ayolah anak sekecil ini jangan kau ambil serius. Tapi sungguh saja, mengapa sifatnya itu tidam pernah berubah, mengapa kau selalu saja mudah sekali membuatku murka. " dongkol Lucky.


" Saya betul-betul minta maaf, sama sekali tidak bermaksud menjadikan pak Lucky tidak nyaman. Sangat menyesal. " ungkap Kira.


Lucky berdesah kuat menari napas lalu perlahan membuangnya, bertujuan untuk menghilangkan kekesalan dalam dirinya.


" Maaf, sepertinya aku terlalu berlebihan. Sungguh kondisi kita yang sekarang ini benar-benar membuat agak jengkel. " papar Lucky.


" Um... T-tidak, mohon maafkan saya pak. " Kira sedikit kaget.


" Aku tidak pernah mengatakan siapapun mereka dilarang untuk minum-minum. Meski memang setiap orang tahu bahwa anak dibawah umur tentu tidak boleh sembarangan mengkonsumsi makanan atau minuman. Tapi hal itu tidak menjadikan-- " penjelasan Lucky terselang.

__ADS_1


Tiba-tiba,


" Bum... " suara ledakan keras tiba-tiba terdengar menggelegar.


__ADS_2